
Saat ini Naila sedang menunggu Satya di dalam kamar, dia sedang duduk di Sofa yang berada di dalam kamar sambil membaca sebuah buku mengenai strategi bisnis milik Satya, yang dia temukan di lemari buku milik Satya.
Naila juga sudah selesai membersihkan diri nya dan sudah mengganti pakaian nya yang tadi di pakai dalam acara Pernikahan nya dengan setelan baju tidur tangan pendek dan celana pendek berwarna merah.
Setelah perdebatan panjang yang di lakukan oleh Kaila dan Naila tadi saat memilih sebuah setelan yang akan dipakai tidur Naila nanti.
Karena tadi Kaila sempat memilih kan sebuah pakaian tidur khusus untuk pengantin baru yaitu lingerie untuk Naila pakai, namun langsung di tolak mentah - mentah oleh Naila karena menurut nya itu sangat terbuka dan sangat pendek, dan juga jika menggunakan pakaian yang seperti itu maka dia malam ini tidak bisa tidur karena merasa kedinginan.
Dengan alasan itu dan alasan lainnya lah yang membuat Naila menang dalam perdebatan itu melawan Kaila.
' **Untung saja tadi aku bisa menang melawan Kaila! Kalau gak nanti bisa kedinginan tidurnya. '
' Dia sih aneh - aneh banget deh, memilih kan setelan yang terbuka dan seperti tembus pandang seperti itu. '
' Untung aja aku punya banyak alasan buat menolak nya. ' batin Naila**,
Beberapa saat kemudian, terdengar suara pintu terbuka dan tertutup kembali.
Kemudian terlihat lah seorang Satya.
" Kamu belum tidur? " tanya Satya sambil berjalan ke arah Naila,
Kemudian Naila mengangkat kepalanya, dan menggelengkan kepalanya,
" Apa yang sedang kamu baca itu? " tanya Satya sambil duduk di sofa yang lainnya,
" Ini, buku mengenai strategi bisnis! " balas Naila sambil mengangkat buku tersebut,
" Hmm.. kamu mengerti bisnis? " tanya Satya lagi,
" Sebenarnya sih enggak! Tapi aku penasaran banget dengan buku ini, jadinya aku baca aja!"
" Hmm, seperti itu ya! " ucap Satya,
" Hmm, itu.. " ucap Naila
" Ada apa? " tanya Satya
" Sebelum nya aku minta maaf, karena mengambil buku ini tanpa ijin anda terlebih dahulu, Tuan Muda! " ucap Naila sambil menundukkan kepalanya,
Mendengar hal tersebut membuat Satya berdiri dan berjalan mendekati Naila.
Mendengar langkah kaki Satya yang mulai mendekati Naila, membuat nya langsung ketakutan,
__ADS_1
' Pasti aku akan dimarahi dan langsung di usir dari rumah ini! Apa yang harus aku lakukan? ' batin Naila,
Namun, semua ketakutan Naila tidak terjadi, malahan Satya hanya mendekati nya dan kemudian mengusap rambut Naila dengan lembut, dan perlakuan Satya tersebut membuat Naila langsung mengangkat kepalanya dan menatap Satya.
" Tuan Muda.. " ucap Naila sambil menatap Satya,
" Aku mau mandi sebentar.. " ucap Satya sambil mengusap rambut Naila,
Kemudian Satya langsung berjalan ke kamar mandi, Sedangkan Naila dia masih bingung dengan perlakuan Satya berusan,
" Dan habis ini kita akan membahas semua nya! " ucap Satya langsung menutup pintu kamar mandi,
" Hah.. Maksudnya apa? " tanya Naila pada dirinya sendiri,
Saat Naila masih bingung dengan perkataan Satya, tiba tiba terdengar lagi suara pintu terbuka, namun kali ini dari arah kamar mandi,
Terlihat lah setengah badan Satya yang masih menggunakan kaos putih di samping pintu
" Kalau kamu sudah mengantuk, tidurlah terlebih dahulu.. "
" Kita bisa membicarakan nya besok saja! " ucap Satya langsung menutup pintu kamar mandi lagi,
Naila masih setia dengan kebingungan nya sendiri,
Naila kemudian mencoba mengembalikan kesadaran nya, sambil memejamkan kedua matanya,
Tiba tiba muncul lah sebuah lampu disamping kepala Naila,
Ting.. { anggap aja kaya gitu 😂 }
" Benar juga aku harus menyiapkan tempat tidur.. " ucap Naila yang langsung berdiri dari tempat duduknya,
Kemudian Naila menatap sekeliling kamar tersebut,
" Hmm.. ini ada kasur yang sangat besar.. " ucap Naila sambil mendekat ke Kasur tersebut,
" Dan juga sangat empuk.. " ucap Naila sambil menekan kasur tersebut,
" Tapi aku tidak pernah tidur di kasur seperti ini dan juga pasti Tuan Muda tidak suka kalau ada yang tidur bersama dengan nya.. " ucap Naila pada dirinya sendiri,
" Hmm.. sebaiknya aku mencari selimut aja.. "
" Aku bisa tidur di sofa dan Sofa itu juga sangat empuk kok, jadi tidak masalah kalau aku tidur di situ.. " ucap Naila menatap ke arah Sofa yang tadi dia duduki, kemudian dia mulai berjalan mencari Selimut,
__ADS_1
Kemudian Naila melihat ada sebuah selimut besar di atas lemari pakaian,
" Hah, akhirnya ketemu juga.. " ucap Naila sambil mendekati lemari tersebut,
" Tapi, seperti akan susah untuk mengambil nya.. " ucap Naila sambil menatap Selimut yang berada di atas lemari tersebut,
" Tapi aku gak boleh menyerah begitu saja.. "
" Kalau aku menyerah, aku akan kedinginan malam ini.. "
" Yosh.. semangat! " ucap Naila sambil mengangkat kedua tangannya ke atas,
Kemudian Naila mulai menjinjit dan melompat untuk bisa menggapai selimut yang berada di atas lemari tersebut,
Beberapa menit kemudian,
" Hah.. tinggi sekali.. " ucap Naila sambil menundukkan badannya,
" Ini gara gara, tubuhku yang pendek..
Harusnya waktu aku kecil tidak kesiangan saat antri tinggi badan.. "
" Jadinya aku gak pendek seperti ini.. " ucap Naila sambil memandang dirinya sendiri dari sebuah Kaca besar,
Kemudian mata Naila mulai mencari sebuah benda yang bisa dia gunakan untuk menggapai Selimut itu,
Dan matanya berhenti tepat di sebuah kursi di samping meja rias yang tidak terlalu besar,
Kemudian Naila mulai mendekati kursi tersebut dan membawanya untuk digunakan mengambil Selimut tersebut,
" Hah, seperti ini bisa digunakan.. "
" Yosh, saat nya naik dan ambil selimut itu.. "
Namun, saat Naila sudah menaiki kursi tersebut, dia masih belum bisa menggapai Selimut tersebut,
" Ini kursinya yang pendek atau lemari nya yang terlalu tinggi ya.. "
Kemudian Naila mulai menjinjit lagi, dan tangan nya berusaha untuk menggapai selimut tersebut,
" Sedikit lagi... "
Namun, saat Naila hampir mendapatkan selimut tersebut ada suara seseorang yang mengagetkan nya,
__ADS_1
" Apa yang kamu lakukan? "