Istri Mungil Tuan Muda

Istri Mungil Tuan Muda
Part 16


__ADS_3

" Bagaimana kalau kamu panggil aku dengan sebutan, Sayang! " ucap Satya sambil menatap Naila dengan senyuman nya,


Mendengar hal tersebut membuat Naila kaget " Ehhh!! " ucap Naila,


" Bagaimana? " ucap Satya lagi,


" I - Itu, a - aku.." ucap Naila terbata - bata,


" Hmm? " ucap Satya


' Aduh, gimana ini? Masa aku harus memanggil Tuan Muda seperti itu sih? ' batin Naila,


Naila kembali menatap Satya yang masih menunggu jawaban darinya,


" Hmm, apakah tidak ada yang lain nama panggilan nya? " tanya Naila pada Satya,


Satya kembali berpikir sejenak, dan kemudian,


" Tidak ada! " ucap Satya,


" Ehhh!! " ucap Naila kaget dengan jawaban Satya,


" Kamu harus memanggil aku dengan sebutan seperti itu.. "


" Mulai dari sekarang sampai seterusnya, dan tanpa ada bantahan ! " ucap Satya pada Naila,


" T - Tapi, Tuan Muda.. " ucap Naila pada Satya,


Dahi Satya mulai mengkerut,


" Bukan kah sudah aku bilang berhenti memanggil ku dengan sebutan seperti itu! " ucap Satya pada Naila, dan kemudian Satya mendekati Naila dan langsung mengecup bibir mungil Naila dengan cepat,


Sejenak perlakuan Satya membuat Naila terdiam dan tidak bergerak sama sekali, seperti halnya sebuah patung,


" Itu adalah hukuman buat kamu, karena sudah melupakan yang aku katakan barusan.." ucap Satya pada Naila sambil tersenyum


" Dan jika kamu lupa lagi dengan sebutan itu, maka itulah hukuman buat kamu tapi mungkin lain kali akan lebih lama dari ini, dan aku tidak akan peduli jika itu didepan banyak orang! "


" Kamu mengerti? " tanya Satya seraya mengusap bibir Naila dengan lembut,


' Bibir ini terasa manis dan lembut, seperti es krim! ' batin Satya


Naila hanya menjawab pertanyaan Satya hanya dengan menganggukkan kepalanya saja,

__ADS_1


" Gadis pintar! " ucap Satya sambil mengacak rambut Naila,


Kemudian Satya mengarahkan pandangannya ke arah jam dinding di kamar nya,


" Sebenarnya masih banyak yang harus aku katakan padamu, tapi berhubungan ini sudah sangat larut, lebih baik kita mulai tidur dan melanjutkan nya besok saja! " ucap Satya sambil menaiki tempat tidur dan menyandarkan tubuhnya


Namun Naila masih dalam lamunannya sendiri, dia tidak merespon apa - apa dari perkataan Satya barusan,


' Apa yang baru saja terjadi? Dimana aku sekarang? ' batin Naila,


Melihat Naila yang tidak merespon perkataan nya membuat Satya bingung dengan Naila,


" Naila, kamu baik - baik saja? " tanya Satya pada Naila, namun Naila masih tidak merespon apapun,


Kemudian Satya mulai mendekati dan menepuk bahu Naila,


" Naila? " tanya Satya sambil memegang bahu Naila, dan sontak membuat Naila langsung kaget dan menatap Satya,


" Kamu baik - baik saja kan? " tanya Satya lagi,


' Apa Maksudnya? ' batin Naila,


" Naila? " tanya Satya,


" Ehh, I - Iya aku baik - baik saja kok! " ucap Naila yang sudah sadar dari lamunannya,


" Hmm, Iya aku baik baik saja kok! " ucap Naila lagi dengan menganggukkan kepalanya,


" Syukurlah kalau begitu.. "


" Aku sempat merasa bingung dan khawatir, karena kamu diam saja seperti tadi. " ucap Satya sambil kembali ke posisi awalnya dan membuka Tab nya untuk melihat apakah ada pesan dari Sekretaris nya,


' Astaga! Aku sampai membuat Tuan Muda menjadi khawatir! Aku harus menjelaskan dan segera meminta maaf padanya! ' batin Naila,


Kemudian Naila segera membalikkan badannya dan menatap ke arah Satya yang sedang menyandar dan sibuk memperhatikan Tab nya,


" Hmm, anu.. " ucap Naila menatap Satya,


" Hmm, ada apa? " tanya Satya tanpa mengalihkan pandangannya dari Tab nya


" Itu, Sebenarnya.. " ucap Naila lagi


" Hmm? " tanya Satya

__ADS_1


" Saya mau minta maaf, Tuan Muda! " ucap Naila sambil menundukkan kepalanya,


" Saya minta maaf karena sudah membuat anda khawatir karena sikap saya tadi.. "


" Saya tidak bermaksud seperti itu, Tuan Muda! Tolong maafkan saya! " ucap Naila,


Setelah mendengar hal itu, membuat kening Satya kembali mengkerut dan meletakkan Tab nya di atas nakas dan langsung mengarahkan pandangannya ke arah Naila,


" Apakah kau tidak ingat yang baru saja aku katakan? " tanya Satya pada Naila,


Naila merasa bingung dengan perkataan Satya,


' Apa yang dimaksud oleh Tuan Muda? Apa yang tidak aku ingat? ' batin Naila,


Melihat Naila yang diam saja dan memiringkan kepalanya, membuat Satya gemas sendiri.


Satya kemudian menggapai tangan Naila dan langsung menarik Naila,


" Wahhh.. " ucap Naila saat tangannya di tarik oleh Satya,


Tarikan Satya cukup kuat hingga membuat wajah Naila jatuh tepat di dada bidang milik nya, dan tangan Naila yang kanan di pegang oleh Satya sedangkan yang satunya lagi menempel di dada milik Satya,


{ Apalagi kalau Satya tidak memakai bajunya sama sekali, rasanya kaya gimana gitu 😂 }


Setelah itu Naila membuka kedua matanya, dan kemudian Naila sangat kaget karena wajahnya tepat di depan dada milik Satya, dan otomatis itu membuat wajah Naila tampak memerah,


Lalu, Naila berusaha untuk menyingkir dari Satya, namun usahanya gagal karena Satya sudah memeluknya dengan menggunakan tangannya yang lain,


" T - Tuan m - muda.. " ucap Naila gugup dengan wajahnya yang memerah,


" Ck.. sudah berapa kali aku katakan padamu untuk tidak memanggilku dengan sebutan itu! " ucap Satya geram,


Kemudian Satya langsung mencium bibir mungil Naila, namun berbeda dari yang tadi, seperti yang dikatakan Satya tadi kali ini lebih lama dan di tambah lagi dengan ******* lembut, dan lidah Satya mulai ikut memainkan lidah milik Naila,


' Ini adalah hukuman buat kamu, karena tidak mengingat perkataan ku tadi! ' batin Satya,


Ciuman itu berlangsung cukup lama hingga membuat Naila mulai kehabisan nafas nya, dan tanpa pikir panjang lagi, Naila mulai memukul lengan Satya dengan kedua tangannya dan berharap agar Satya melepaskan ciuman tersebut,


Namun, bagi Satya pukulan Naila itu tidak terasa apa - apa, bahkan geli saja tidak.


" A - Aku g - gak bisa na - napas.. " ucap Naila disela - sela ciuman nya,


Mendengar hal tersebut dari Naila, barulah Satya melepaskan ciuman nya itu.

__ADS_1


Kemudian Naila langsung menarik napas panjang, dan meletakkan kedua tangannya di dadanya, plus dengan wajahnya yang memerah,


Melihat reaksi Naila membuat Satya tersenyum geli,


__ADS_2