
Setelah terlepas dari Satya, Naila langsung menarik napas panjang, dan meletakkan kedua tangannya di dadanya, plus dengan wajahnya yang memerah,
Melihat reaksi Naila membuat Satya tersenyum geli, dan kemudian Satya mengambilkan segelas air putih untuk Naila yang sudah tersedia di nakas milik Satya,
" Ini minum dulu " ucap Satya sambil menyodorkan segelas air putih,
Naila langsung mengambil dan meminum air itu sampai tidak tersisa lagi,
' Seperti nya aku sudah kelewatan tadi! ' batin Satya,
Setelah air itu habis, Naila ingin menaruhnya di nakas, namun Satya mencegah nya,
" Biar aku saja, " ucap Satya langsung mengambil gelas tersebut dari tangan Naila,
Setelah itu, Satya menatap Naila dan memastikan bahwa dia baik - baik saja,
" Apa kamu baik - baik aja? " tanya Satya memastikan,
Naila memandang Satya, " Sudah tidak apa - apa kok! " balas Naila sambil menggelengkan kepalanya,
Satya menaikkan sebelah alisnya dan mengkerut kan dahinya, " Katakan yang sebenarnya! " ucap Satya sambil menatap Naila tidak percaya,
Naila tampak ragu untuk menjawab pertanyaan Satya, " Hmm, Sebenarnya jantungku masih berdegup, tapi sudah tidak seperti yang sebelumnya! " ucap Naila dengan tampang polos nya,
Satya menutup mulutnya dengan sebelah tangan nya dan mengalihkan pandangannya ke arah lain,
' Istriku ini sangat polos banget sih! ' batin Satya,
Saat itu juga Satya langsung menundukkan kepalanya untuk menyembunyikan pipi dan telinga nya yang sudah menjadi merah,
Sejenak suasana di kamar tersebut menjadi sunyi, karena tidak ada yang membuka pembicaraan lagi,
Dan menurut Satya tiba - tiba saja suhu di kamar tersebut sangat panas, padahal di kamar tersebut terdapat Ac yang sudah menyala dari tadi,
Kemudian Satya sudah tidak tahan dengan keadaan tersebut, dan kemudian memutuskan untuk ke kamar mandi untuk mencuci wajah nya,
" Hmm, aku akan ke kamar mandi sebentar! Kamu kalau sudah mengantuk, tidur duluan saja! " ucap Satya seraya turun dari tempat tidur dan melangkah ke kamar mandi,
Setelah masuk, Satya langsung mengunci kamar mandi tersebut, dan langsung membasuh wajah nya menggunakan air dingin,
__ADS_1
Satya kemudian menatap bayangan nya yang ada di cermin dan sejenak mengingat kejadian yang tadi dia lakukan pada Naila,
#Satya Pov
" Gila!! Apa yang ku lakukan tadi? " ucap ku sambil mengacak - acak rambut,
Dan tiba - tiba saja bayangan wajahnya Naila yang tadi memerah dan bibir mungil milik Naila terlintas di pikiran ku,
" Setiap kali Naila menatap ku, wajahnya selalu saja memerah.. " ucap ku saat mengingat wajah merah Naila tadi,
Aku kemudian memengang bibirku,
" Dan juga bibir milik nya sangat lembut dan manis, hingga membuat ku tergoda dan tidak tahan untuk menciumnya.." ucap ku sambil tersenyum sendiri, { Mungkin kalau ada orang lain di sini, akan menganggap ku seperti orang gila! }
" Untung saja, Naila udah sah jadi Istri ku! Kalau gak bisa - bisa habis di marahi plus di ceramahi oleh Mama! " ucap ku sambil membayangkan ketika Hana sedang Marah sambil menceramahi diri ku,
Seketika hal itu membuat bulu kuduk ku berdiri, " Hiiyy, menyeramkan! Dunia ini yang aku takutkan adalah ketika Mama udah marah.. " ucap ku dengan wajah yang tiba tiba menjadi pucat..,
Tak lama kemudian, aku langsung menggelengkan kepalaku untuk menghilangkan pikiran tersebut, dan membasuh wajah ku lagi,
" Hah.. lebih baik aku segera kembali ke tempat tidur, aku yakin pasti Naila belum bisa tidur karena kejadian tadi! " ucap ku sambil mengambil handuk kecil dan mengelap wajahku,
Disisi lain,
#Naila Pov
Aku melihat Tuan Muda menutup mulutnya dengan sebelah tangan dan mengalihkan pandangannya ke arah lain,
Dan saat itu juga aku melihat Tuan Muda tiba tiba menundukkan kepalanya dan juga aku tidak sengaja melihat Wajah dan telinga Tuan Muda yang mulai memerah,
' Ada apa dengan Tuan Muda? ' batinku,
Sejenak suasana di kamar tersebut menjadi sunyi, karena diantara kami tidak ada yang membuka pembicaraan
Dan tiba - tiba saja aku merasakan suhu di kamar ini mejadi sangat panas, padahal di kamar ini terdapat Ac yang sudah menyala dari tadi,
' Kok tiba tiba jadi panas ya? Apakah ini karena Ac nya mati atau perasaan ku aja ya? ' batinku,
Tiba tiba Tuan Muda mengeluarkan suaranya,
__ADS_1
" Hmm, aku akan ke kamar mandi sebentar! Kamu kalau sudah mengantuk, tidur duluan saja! " ucap Tuan Muda seraya turun dari tempat tidur dan melangkah ke kamar mandi,
Setelah Tuan Muda masuk ke dalam kamar mandi, aku langsung mengambil sebuah bantal, dan menyembunyikan wajahku disana,
' Apa yang baru saja terjadi? '
Kemudian aku memegang bibir ku,
' *Kenapa Tuan Muda suka sekali mencium bibir ku? ' batinku,
' Tapi yang lebih penting.. kenapa dia ngotot banget meminta ku memanggil nya dengan sebutan Sayang? '
' Hahhhh.. Tuan Muda kenapa kau bersikap seperti ini padaku? ' teriak batinku*,
Tak lama kemudian, aku mendengar suara seperti kunci diputar dan pintu yang terbuka,
Seketika membuatku kalang kabut,
' Itu pasti Tuan Muda! ' batinku,
Kemudian aku langsung menaruh bantal tersebut ke tempat semula, dan menundukkan wajahku,
Back to Normal,
Saat Satya keluar dari kamar mandi, dia melihat Naila yang masih belum tertidur dengan wajahnya yang tertunduk,
' Tuh kan, sudah ku duga dia belum tertidur! ' batin Satya,
Satya kemudian menaruh handuk di sebuah gantungan, dan mulai berjalan mendekati tempat tidur,
" Kamu belum tidur? " tanya Satya sambil menaiki tempat tidur,
Naila hanya menggelengkan kepalanya, sebagai jawaban dari pertanyaan Satya,
Kemudian Satya memposisikan badannya untuk tidur dan langsung menarik tangan Naila,
" Lebih baik kita mulai tidur! Ini sudah sangat larut! " ucap Satya sambil memeluk Naila dengan satu tangannya yang mengelus rambut Naila dan satunya lagi menempel di pinggang Naila,
Otomatis itu membuat wajah Naila menjadi sangat merah,
__ADS_1