
Naila dan Satya sudah sampai di dekat kolam renang, namun mereka berdua merasa bingung karena disana sudah terdapat karpet yang sudah dihamparkan,
Lalu Satya menatap ke arah Naila, " Kamu yang melakukan ini? " tanya Naila,
Naila kemudian menggelengkan kepalanya,
" Aku kira kamu yang melakukan nya.. " ucap Naila,
" Kenapa kalian diam saja? Ayo duduk.. " ucap Kaila yang baru saja datang,
Naila dan Satya kemudian menatap ke arah Kaila, " Kamu yang melakukan ini? " Tanya Satya,
" Apa? Karpetnya? " Tanya Kaila,
Naila dan Satya mengangguk bersamaan,
" Iya, tadi aku menyuruh para pelayan.. " balas Kaila,
Naila dan Satya hanya ber O ria, " Ya udah, ayo kita duduk.. " ucap Kaila berjalan melewati mereka berdua,
Setelah Kaila duduk, dia menatap Kakak dan Kakak ipar nya masih berdiri menatap nya, " Kalian ngapain? Ayo duduk.. aku udah gak sabar mau mencoba kue buatan Kakak ipar.. " ucap Kaila sambil menggosok kedua tangannya,
Lalu Naila dan Satya ikut duduk bersama Kaila, " Sayang, gak 'papa kan kalau kita duduk lesehan seperti ini? " tanya Satya pada Naila,
Naila lalu menatap Satya, " Gak 'papa kok, lagi pula enak kok duduk lesehan seperti ini.. " ucap Naila sambil tersenyum,
Kaila melihat interaksi antara Kakak dan Kakak ipar nya, menjadi senyum - senyum sendiri, " Cie.. yang udah panggil Sayang - sayangan.. " ucap Kiala sambil menyenggol lengan Satya, sedangkan Naila wajahnya sudah memerah mendengar perkataan dari adik ipar nya itu,
Satya menatap tidak suka pada adiknya itu, " Kenapa ada masalah? " tanya Satya,
" Cih.. santai aja kali.. aku kan cuma bilang aja.. sensi amat.. " ucap Kaila,
Kemudian Satya dan Kaila saling membuang muka mereka, menatap ke arah lain,
Naila hanya tersenyum melihat interaksi kakak beradik itu, lalu Naila mulai memotong kuenya dan memberikan nya pada Kaila,
__ADS_1
" Nah, ini kuenya.. " ucap Naila pada Kaila sambil memberikan sepotong kue yang sudah di letakkan di atas piring kecil beserta sendoknya,
Lalu dengan cepat Kaila menatap Naila dan mengambil kue pemberian Naila,
" Wahhh, terima kasih, kakak ipar.. " ucap Kaila, Naila menjawabnya dengan anggukan saja,
Satya yang melihat Kaila saja yang diberikan kue oleh Naila menjadi cemburu, " punyaku mana.. " ucap Satya pada Naila,
Naila lalu menatap Satya, " Ah, sebentar ya.. " ucap Naila,
" Cih.. dasar cemburuan.. " gumam Kaila,
" Nah, ini.. " ucap Naila sambil memberikan sepotong kue pada Satya,
" Wuahhh.. ini enak banget kak.. " ucap Kaila setelah mencoba kue buatan Naila,
Naila tersenyum mendengar Kaila, " Syukurlah kalau enak.." ucap Naila,
Lalu Naila menatap ke arah Satya tanpa mengatakan apapun, yang ditatap pun menjadi heran, " Kenapa? " tanya Satya,
" Bukannya sudah dijawab oleh Kaila.. " ucap Satya yang sedang asik memakan kue buatan Naila,
" Aku ingin mendengarnya dari kamu.. " ucap Naila cemberut,
Satya yang melihat itupun menjadi gemas sendiri dan tanpa sadar mencubit pipi gembul milik Naila, " Enak kok.. " ucap Satya sambil tersenyum,
Setelah Satya melepaskan tangannya dari pipi Naila, Naila menjadi senyum sendiri sambil memegang pipinya dan menundukkan kepalanya, ' Seperti ini kah rasanya diperlakukan dengan lembut oleh laki - laki yang kita sukai ' batin Naila,
Lalu Naila mengangkat kepalanya dan menatap Satya, ' Apakah Tuan Muda juga punya perasaan yang sama denganku? ' batin Naila,
Satya yang melihat Naila yang diam saja sambil menatap dirinya menjadi heran sendiri, " Ada apa, Sayang? Aku tau kalau aku ini sangat tampan, " ucap Satya tersenyum
Kemudian Naila berhenti menatap Satya, lalu mengalihkan wajahnya yang memerah,
" Cih.. pede banget sih jadi orang.. " ucap Kaila,
__ADS_1
" Kakak ipar.. aku tambah lagi ya kuenya.. soalnya kuenya sangat enak.. " ucap Kaila,
Lalu Naila menatap ke arah Kaila,
" Eh.. iya.. ini potong sendiri aja.. sesuai selera kamu.. " ucap Naila sambil menggeser kuenya ke arah Kaila,
Lalu tiba tiba saja didepan wajah Naila, ada sebuah sendok yang berisikan potongan kecil kue..
" Inj makan,.. " ucap Satya sambil mengarahkan sendoknya ke mulut Naila,
" Ehhh, tidak usah.. aku bisa makan sendiri kok.. " ucap Naila,
" Gak ada alasan... ayo makan, aku yang suapin.. " ucap Satya memaksa,
" Ta_Tapi it-.. hmm.. " ucap Naila terpotong karena Satya langsung menyuapkan kue kedalam mulut Naila..
Kaila yang biasanya akan histeris itu, malah asik memakan kuenya,
Cekrik.. Cekrik.. suara kamera..
" Wahhh.. pagi - pagi sudah ada yang romantisan aja nih.. "
Naila dan Satya langsung menatap ke arah sumber suara, dan tampaklah Hana dan Yudha sedang menatap mereka berdua, apalagi Hana yang ditangannya sudah ada sebuah kamera,
" Mama.. Papa.. " ucap keduanya..
Wajah Hana kemudian menjadi cemberut, " Kalian curang, tidak mengajak kami untuk makan kue.. " ucap Hana
Naila kemudian mendatangi Hana, " Maaf Ma, tadi aku kira Mama dan Papa masih tidur jadinya aku tidak enak membangun kan kalian.. " ucap Naila menyesal,
" Ehh, tidak 'papa kok sayang.. Mama hanya bercanda aja kok.. ya udah mana kue nya Mama dan Papa mau mencobanya.. " ucap Hana yang disetujui oleh Yudha,
Lalu Naila mengajak Hana dan Yudha ikut bersama mereka bertiga menikmati kue buatannya..
••••••••••••••••
__ADS_1