
Setelah 10 menit telah berlalu, akhirnya Naila keluar juga dari kamar mandi dengan menggunakan kimono, lalu Naila menuju walk in closet untuk mengganti pakaian nya.
Naila membutuhkan waktu kurang dari 5 menitan untuk mengganti pakaiannya, lalu tampaklah Naila keluar dengan pakaian slip dress ala Korea yang panjang nya dibawah lutut sedikit, berwarna biru tua dengan dalaman kemeja putih polos lengan panjang.
Naila juga keluar dengan rambutnya yang basah akibat habis keramas dan tangannya yang memegang handuk kecil untuk mengeringkan nya.
Melihat hal itu membuat Satya langsung berdiri dan meletakkan Tabnya, lalu menarik tangan Naila dan membawanya ke meja make up.
Satya mendudukan Naila dikursi yang ada, lalu segera mencari hair dryer untuk mengeringkan rambut Naila,
" Anu, itu aku bisa melakukan nya sendiri! " ucap Naila hendak mengambil hair dryer dari Satya,
Namun dengan cepat Satya menjauhkan benda itu dari Naila, " Tidak akan kubiarkan! " ucap Satya,
" Biarkan aku yang mengeringkan rambut mu!" ucap Satya sambil menyalakan benda itu lalu mulai mengeringkan rambut Naila,
Beberapa menit kemudian,
Setelah Satya selesai mengeringkan rambut Naila, lalu Satya mengambil sisir dan mulai menyisir rambut Naila, tak lupa juga Satya mulai menciumi rambut Naila,
" Rambut mu sangat wangi, shampo apa yang kamu pakai? " tanya Satya sambil menciumi rambut Naila,
" I_Itu dengan shampo yang sama dengan anda pakai! " ucap Naila sambil menatap Satya dari cermin didepannya,
" Benarkah? " tanya Satya lagi, dan kemudian di jawab oleh anggukan Naila,
Selama Satya menyisir rambut Naila, Naila mulai mendandani wajahnya dengan sederhana cukup dengan menggunakan bedak bayi yang ada ditasnya lalu menggunakan liptin di bibir mungilnya.
Walaupun sudah banyak make up yang telah disiapkan oleh Hana dan Kaila, namun Naila belum memakai nya semua, kecuali saat pernikahan nya kemarin.
Melihat hal itu membuat Satya tersenyum,
' Inilah salah satu yang kusuka dari Naila, dia tidak terlalu berlebihan memakai makeup. Tidak seperti para wanita diluaran sana yang sangat menor belum lagi pakaiannya yang kurang bahan! ' batin Satya,
Melihat Satya yang tersenyum sendiri sambil menatap nya membuat Naila bingung, " Hmm, ada apa? " tanya Naila,
" Ehh,, kenapa? " tanya Satya,
__ADS_1
" Anda menatap ku sambil tersenyum seperti itu! " ucap Naila,
Mendengar jawaban dari Naila membuat Satya membalikkan badannya Naila hingga menghadap ke arahnya, lalu dia berjongkok dihadapan Naila,
" Memangnya salah ya kalau aku menatap Istri ku sendiri, hmm? " tanya Satya sambil memegang kedua pipi Naila,
Naila hanya menggelengkan kepalanya sebagai jawaban nya, lalu Satya mencubit hidung Naila pelan,
" Ngomong - ngomong, ada yang kamu lupakan pagi ini! " ucap Satya,
Naila bingung lalu memiringkan kepalanya,
" Lupa apa? " tanya Satya,
" Mengucapkan selamat pagi padaku dan ini.. " ucap Satya sambil menunjuk bibir nya,
" Ehh? " ucap Naila dengan wajahnya yang memerah,
" Kenapa? " tanya Satya,
" E_Enggak.. ha_hanya aja i_itu.. " ucap Naila terbata bata,
" Ehhh.. " ucap Naila lagi,
Lalu Satya mulai melepaskan tangannya dari pipi Naila dan kemudian digunakan untuk memangku dagunya,
" Jadi lakukan sekarang! " ucap Satya sambil menatap Naila dengan tersenyum,
' Ahhhh, bagaimana mana ini? ' batin Naila,
" Apakah aku perlu memulainya untuk mu? " tanya Satya,
" Tapi kalau aku yang memulai nya duluan, aku tidak menjamin kita akan segera keluar dari kamar ini! Bagaimana? " tanya Satya dengan nada menggoda,
' Ahh, bagiamana ini? Kalau Tuan Muda yang melakukan nya akan.. ' batin Naila,
Naila menatap Satya yang sedang menunggu jawaban darinya,
__ADS_1
' Hah.. aku harus melakukan nya agar kami segera keluar dari kamar ini, dan ini juga sudah merupakan kewajiban sang istri pada suaminya! ' batin Naila,
" Ba_Baiklah, akan aku lakukan! " ucap Naila gugup,
Mendengar hal itu membuat Satya langsung bersemangat dan kemudian menutup kedua matanya.
Sebelum itu Naila mengambil nafas panjang, lalu dengan cepat memberikan ciuman pagi untuk Satya,
Cup..
Lalu mengucapkan, " Selamat pagi, Sa_Sayang! " ucap Naila gugup dengan wajahnya yang tambah memerah,
Satya tersenyum geli melihat tingkah Naila, lalu dengan cepat mencium bibir Naila,
" Morning Kiss, Honey! " ucap Satya,
' Ahhh, Tuan Muda kenapa kau sangat suka mencium ku sih? ' batin Naila,
Lalu Satya beranjak berdiri dan menarik tangan Naila untuk bangkit berdiri juga,
" Ayo kita segera turun! Pasti orang rumah sudah pada menunggu kita! " ucap Satya,
Namun, sebelum mereka berdua turun, Satya memilihkan dua pasang sepatu Sneakers berwarna putih untuk dirinya dan juga Naila.
Di Lantai Bawah,,
" Wahh, akhirnya kalian turun juga! " ucap Hana saat melihat Satya dan Naila menuruni tangga dengan tangan Satya yang menggenggam tangan Naila,
" Selamat pagi, semuanya! " ucap Naila menyapa,
" Ini sudah bukan pagi lagi, Sayang! " bisik Satya pada Naila, dan lalu membuat Naila malu seketika,
" Hmm, itu maksud Naila selamat siang! " ucap Naila dengan wajahnya yang tertunduk,
Melihat itu membuat semua orang tersenyum, " Gak ' papa kok, Sayang! " ucap Hana,
" Ya udah sekarang kalian makan aja! Tadi Mama sudah menyuruh pelayan untuk membuat kan makanan kalian berdua! " ucap Hana pada Satya dan Naila,
__ADS_1
Satya menganggukkan kepalanya, " Ayo, Sayang! " ucap Satya lalu menarik tangan Naila dan membawanya ke meja makan,
******