Istri Mungil Tuan Muda

Istri Mungil Tuan Muda
Part 8


__ADS_3

Setelah Dimas selesai menandatangani semua surat perjanjian dan mengambil koper yang berisikan uang tersebut, Yudha akan segera pergi dari tempat itu,


" Baiklah, Semuanya sudah selesai! Terimakasih sudah bertransaksi dengan kami Tuan Dimas! Kalau begitu saya permisi dulu! " ucap Yudha,


" Tentu saja, Tuan Yudha! Mari akan saya antarkan sampai depan! " ucap Dimas,


" Ah, tidak perlu Tuan Dimas! Sebaiknya anda ikut menikmati nya bersama dengan Istri dan anak anda! Saya bisa keluar sendiri! " ucap Yudha yang segera pergi dari tempat itu,


" Baiklah,Tuan Yudha! Hati-hati dijalan! " ucap Dimas, Kemudian Yudha hanya membalas nya dengan mengangkat sebelah tangannya,


Setelah, Yudha pergi,


" Wahh, Pah! Coba liat deh banyak sekali uangnya! Kira-kira Mama pakai buat shopping 5 bulan aja belum tentu habis semua Pah! " ucap Dara,


" Iya, Pah! Liat ini juga, ini adalah Tas dan Pakaian yang limited edition loh! Besok bisa nih Citra bawa pergi buat pamer sama teman-teman! " ucap Citra,


" Hah! Akhirnya berguna juga anak itu! Tidak sia-sia kita memperbolehkan dia tinggal ditempat kita ini! Akhirnya kita bisa tenang dan bebas dari anak sial itu! " ucap Dimas,


" Sudahlah Pah! Ngapain juga masih memikirkan anak pembawa sial itu! " ucap Dara,


" Iya Pah, Mama benar! Lebih baik kita menikmati saja semua yang ada didepan mata kita ini! Ngapain masih memikirkan anak pembawa sial itu! Dia kan sebentar lagi bahagia karena akan menikah dengan orang lumpuh! Hahahaha! " ucap Citra sambil tertawa,


" Kalian benar! Lebih baik kita menikmati saja yang sudah jelas ada didepan mata kita ini! " ucap Dimas,


Di perjalanan pulang menuju Kediaman Mahardika, Naila duduk berdampingan bersama Hana dan Yudha didalam mobil,


' Situasi seperti apa ini?! Apa yang harus aku lakukan sekarang?! ' batin Naila,


Sejenak Naila larut dalam pikirannya sendiri, tiba tiba saja ada sebuah tangan yang menepuk kepala nya,


" Jangan khawatir Naila! Semuanya akan baik-baik saja, percaya saja pada kami! " ucap Yudha,


" Eh! Iya, terimakasih banyak, Tuan Yudha dan Nyonya Hana! " ucap Naila,

__ADS_1


" Mulai dari sekarang berhentilah memanggil kami Tuan dan Nyonya, tapi gantilah menjadi Papa dan Mama! Bisakan Naila?! " tanya Hana,


" Tapi itu.. " ucap Naila,


" Hana benar! Kamu mulai dari sekarang panggil saja kami Papa dan Mama, karena kamu sudah menjadi menantu dan anak perempuan buat kami! " ucap Yudha,


" Tapi kenapa kalian setuju memilih aku sebagai menantu kalian?! " Tanya Naila,


" Kami ada alasannya sendiri Naila! Setelah kita sampai dirumah, kami akan menceritakan yang sebenarnya! " balas Hana,


" Saya minta maaf kalau saya lancang! Tapi apakah sebelumnya kita pernah bertemu?! Sepertinya saya tidak asing dengan anda Nyonya Hana! " Tanya Naila sambil menatap wajah Hana,


" Akhirnya kamu menyadari juga! Tapi sekali lagi kami akan menceritakan yang sebenarnya kepada kamu setelah kita sampai dirumah! Kamu bisa menunggu kan, Naila?! " tanya Hana sambil mengelus pipi Naila,


" Hmm, baiklah Nyonya Hana! " balas Naila sambil menundukkan kepalanya,


" Dan berhentilah memanggil saya dengan Nyonya tapi mulailah memanggil dengan sebutan Mama! " ucap Hana,


" Itu.. " ucap Naila,


' Ayo, Naila! Kamu pasti bisa, mereka ini adalah mertua kamu sekarang! Walaupun belum terlalu jelas statusnya! ' batin Naila,


" Hmm! Ma - Mama! " ucap Naila ragu-ragu,


" Bagus! Dan coba untuk memanggil Yudha dengan sebutan Papa! " ucap Hana sambil menunjuk Yudha dengan dagunya,


" Hmm! Pa - Papa! " ucap Naila ragu-ragu sambil menatap Yudha,


" Bagus sekali, Naila! " ucap Yudha sambil mengelus rambut Naila dengan lembut,


" Pokoknya jangan pernah berhenti memanggil kami dengan sebutan Papa dan Mama ya! Mau dihadapan banyak orang sekalipun kamu harus memanggil kami dengan sebutan Papa dan Mama! Kamu mengerti kan Naila! " ucap Hana,


" Hmm! Mengerti Mama! " ucap Naila sangat bersemangat,

__ADS_1


" Ups! Maafkan saya! " ucap Naila langsung menunduk


" Tidak, memang harus seperti itu seharusnya! " ucap Hana,


' Sepertinya keadaan dirumah nanti akan menjadi lebih ramai ! ' batin Yudha,


Skip di Kediaman Mahardika,


Sejenak Naila merasa sangat kagum setelah masuk kedalam Kediaman Mahardika,


Karena semuanya terlihat seperti didalam istana.


Tapi Naila belum tau kalau tempat itu adalah Kediaman Mahardika, serta keluarganya Naila tidak tau kalau tadi mereka sedang berbicara dengan orang tua dari Tuan Muda Satya Mahardika,


Karena menurut rumor yang beredar, orangtua dari Satya Mahardika tidak pernah memperlihatkan wajah mereka kepada publik, hanya sanak saudara saja yang mengetahuinya, namun berbeda dengan Kaila dia sudah memberitahukan siapa dirinya di depan publik.


" Selamat datang Tuan besar dan Nyonya besar! " ucap Para pelayan,


" Ayo kita masuk Naila! " ucap Hana,


" Hmm, baik Mama! " ucap Naila,


Setelah mereka masuk kedalam rumah,


Sudah ada seorang pria yang duduk di kursi roda didampingi oleh gadis muda, dan ada seorang pria lagi disampingnya,


" Nah itu mereka sudah menunggu kedatangan kita! " ucap Yudha sambil berjalan mendekati ketiga orang tersebut diikuti oleh Hana dan Naila,


Setelah Yudha, Hana, dan Naila mendekat.


" Nah, perkenalkan ini anak-anak Mama! Ini Satya dia adalah calon suami kamu, Ini Kaila adik ipar kamu dan ini ken anak angkat Mama dan Papa! " ucap Hana memperkenalkan mereka bertiga kepada Naila,


" Dan ini Naila dia adalah calon istri kamu Satya! Dia sangat cantik kan! " ucap Hana kepada Satya

__ADS_1


' Loh bukannya gadis ini yang tadi pagi di hotel?! ' batin Satya dan Ken


__ADS_2