ISTRI SANG RAJA QI

ISTRI SANG RAJA QI
Mangsa sang monster kejam


__ADS_3

Chu Ye dan Tiner berlari sekuat tenaga, kali ini Ia tidak mau mati sia-sia, Ia berusaha lolos dari terkaman mangsanya itu


"Ayo cepat!" ucap Chu Ye pada Tiner dengan nafas terengah-engah. keduanya berlari sangat kencang ke arah belakang istana lalu masuk ke kamarnya dan mengunci pintu erat-erat


"Tuan putri,,, bagaimana jika raja datang kesini lalu membunuh kita!" rengek Tiner dengan nafas terengah-engah. Seluruh tubuhnya bergetar seperti kesentrum tegangan listrik tingkat tinggi


Chu Ye hanya diam saja sembari meneguk liurnya, Ia juga begitu cemas saat melihat suaminya itu begitu marah


"Atur nafas,,, tenang! Chu Ye,, Chu Ye kenapa kau cari masalah dengan monster itu!"


Batin Chu Ye sembari menarik nafas dalam-dalam lalu membuangnya dengan pelan


Brakkkk!!


Qi Yan mendobrak pintu kamar Chu Ye dengan sangat kasar lalu menerjang meja yang ada di sampingnya itu dengan sangat kuat


Sementara Chu Ye dan Tiner yang mendengar dobrakkan pintu dengan wajah takut pelan-pelan menoleh ke arah depan. Benar saja Qi Yan sudah berada di hadapannya


Tiner yang melihat sang raja itu berdiri di depannya hanya tertegun, Ia begitu ketakutan dan cemas apalagi melihat sang raja begitu marah, namun berbeda dengan Chu Ye. walau di dalam hatinya begitu takut dan cemas namun Ia berusaha untuk tenang.


"Kenapa kau kabur!" tanya Qi Yan dengan wajah geram kemudian menarik lengan Chu Ye dengan kasar ke arahnya, hingga keduanya saling bertatapan satu sama lain


Chu Ye yang melihat tatapan Qi Yan yang begitu tajam berusaha melepaskan lengannya dari gengaman suaminya itu


"Lepaskan aku,,, kau mau apa!" tanya Chu Ye dengan mencoba melepaskan lengannya itu dari Qi Yan. Namun bukannya lepas Qi Yan malah mengenggamnya semakin erat lalu menariknya kembali semakin dekat, membuat tubuh Chu Ye menyentuh dada kekar suaminya itu.

__ADS_1


"Dengarkan aku baik-baik, permainan ini baru di mulai,, aku akan membuat mu menderita hingga setiap detik hidupmu dan nafasmu kau akan merasa seperti neraka!" bisik Qi Yan di telinga Chu Ye lalu mendorongnya dengan sangat kasar hingga istrinya itu terhempas ke atas tempat tidur


Qi Yan masih menatapnya geram, dan mulai kembali mendekati istrinya itu. Sementara Chu Ye yang terbaring di atas tempat tidur hanya bisa pasrah dengan perlakuan suaminya itu.


"Kau mengatakan aku monster pemakan daging manusia bukan? Sekarang aku akan merobek-robek tubuh kecil mu ini!" bisiknya lagi sembari merentangkan kedua tangannya ke atas tempat tidur membuat Chu Ye semakin sulit untuk bergerak


Chu Ye yang sadar tubuh Qi Yan yang semakin dekat menindihnya membuat ia semakin takut, apalagi ia melihat mulut Qi Yan yang semakin mendekat ke arahnya kemudian menampakkan gigi seperti singa yang siap menerkam, membuat Chu Ye semakin kocar kacir dan berkeringat dingin


"Walah walah,, mati aku! Monster kejam ini pasti akan memakan habis tubuhku, bagaimana ini. Tidak,, tidak.! Chu Ye kau tidak boleh mati sia-sia seperti ini!"


Batin Chu Ye dengan begitu takut dan cemas, ia dengan cepat memukul keras wajah suaminya yang mulai mendekat itu, hingga Qi Yan meringis kesakitan. Chu Ye berlari ke arah Tiner, keduanya berdiri di sudut kamar itu lalu saling berpegangan tangan


"Yang mulia kau tidak apa-apa?" tanya jendral Feng bergegas mendekati rajanya itu. Qi Yan hanya mengusap-ngusap keningnya itu, wajah Qi Yan semakin geram saat menatap istrinya itu.


Dengan wajah begitu kesal Qi Yan membanting kendi kecil itu kelantai dan mulai mendekati istrinya itu kembali namun berhasil di cegah oleh sang jendral


Mendengar hal itu Qi Yan mengurungkan niatnya untuk mendekat ke arah Chu Ye, ia langsung bergegas keluar dari kamar itu.


"Sekarang jam setengah sembilan, setengah jam lagi kau telah berada di istana bersamaku!" ucap Qi Yan dengan ketus lalu pergi meninggalkan Chu Ye begitu saja


Chu Ye yang mendengar hal itu hanya diam tak menjawab sepatah katapun, ia merasa sedikit lega karna raja monsternya itu telah pergi.


"Tuan putri!"


"Tiner!,,, haaaa"

__ADS_1


Kedua sahabat itu berpelukkan dengan sangat erat, ia tidak menyangka ia masih bisa berpelukkan seperti itu lagi. Sebelumnya Tiner menyangka ia tidak akan bisa bersama tuan putrinya itu lagi, karna ia berfikir Qi Yan akan memangsanya hidup-hidup.


"Salam nyonya! Tuan Qi memerintahkan kami untuk melayani nyonya!" Ucap dua orang pelayan yang masuk kedalam kamarnya itu


"Ini bukannya monster yang datang sewaktu aku di kamar sang raja? Apa lagi yang ingin raja monster itu lakukan padaku!"


Batin Chu Ye sembari memandang tajam kedua pelayan itu. Namun kedua pelayan itu hanya menunduk lalu mulai berjalan mendekati Chu Ye.


"Ep eps, apa yang ingin kau lakukan?" tanya Chu Ye dengan memasang wajah siaga


"Tuan putri jangan-jangan orang ini ingin memangsa kita, kali ini tidak akan ku biarkan,, tuan putri tenang aja, aku akan mengusirnya keluar dari kamar ini!" ucap Tiner sembari mengambil ranting bunga yang ada di atas meja


Melihat ranting kayu mendarat di ekor kedua pelayan itu membuatnya menjadi terkejut dan berlari-lari menjauh dari Tiner


"Keluar! cepat keluar!" bentak Tiner sembari memukul-mukul ranting bunga itu ke tubuh kedua pelayan itu


"Ampun nyonya,,, ampun nyonya,,! Kami tidak melakukan apa-apa nyonya, kami hanya di perintah raja untuk mendandani nyonya. Karena sebentar lagi nyonya akan menghadap ke istana bersama raja..!" balas pelayan itu sembari bersujud-sujud di depan putri Chu Ye.


Chu Ye dan Tiner yang mendengar hal itu menghentikan pukulannya, ia ternyata salah menebak. Ia pikir dua orang itu adalah jelmaan monster yang ingin memangsanya bukan pelayan istana.


"Baiklah baiklah! Kalian berdiri..!" ucap Chu Ye dengan sedikit mengacak pinggang


Tiner mengambil pakaiain dan keperluan untuk tuan putrinya itu dari tangan kedua pelayan itu, sementara kedua pelayan itu di suruh mengangkat air dari sumur ke kamar sang putri. Karena selama Chu Ye berada di istana manor ia belum mandi sekalipun.


Setelah selesai mandi Tiner memakai baju pertamanya yang bertema ratu istana manor. Ini kali pertamanya iya memakai baju ratu khas dari kota manor. Kemudian pelayan itu memakai beberapa gelang, anting dan kalung yang begitu mewah ke bagian tubuh sang ratu, di bagian depan rambutnya di ikat pakai peniti sedangkan di bagian belakang di biarkan terurai, tak lupa pula ia memasang bunga di bagian sanggul sang ratu, membuat ratu kerajaan itu begitu cantik, anggun dan sempurna.

__ADS_1



__ADS_2