
"Tuan putri! Apa yang terjadi?" ucap Tiner sembari melepaskan ikatan tangannya itu
Chu Ye hanya diam, tanpa bicara sepatah katapun matanya sayu seperti orang mengantuk. Ia tergeletak di atas tempat tidur dan melanjutkan tidur pulasnya
Tiner yang melihat Chu Ye tertidur pulas bergegas mengambil selimut lalu menyelimuti tuan putrinya itu
"Selamat malam tuan putri! Semoga tidurmu pulas hingga pagi." gumam Tiner dengan sedikit menepok-nepok tangannya ke bahu Chu Ye
Setelah beberapa lama Tiner berada di samping Chu Ye akhirnya tumbang juga, keduanya sahabat itu akhirnya tertidur pulas
Malam itu Chu Ye kembali mengalami mimpi buruknya, ia tiba-tiba berada di suaktu tempat, di tepi tebing yang begitu tinggi dan curam. Di sekeliling nya hanya terlihat awan hitam, kemudian di tengah tebing itu tumbuh beberapa batang pohon sakura yang sedang menggugurkan bunga nya. Chu ye yang berada di sana merasa begitu binggung.
"Tempat apa ini? Kenapa aku berada di sini?"
Batin Chu Ye dengan wajah binggung lalu menoleh ke samping kiri dan kanan. Namun ia tidak menemukan siapa-siapa. Ia menoleh ke bawah, alangkah terkejutnya Ia saat melihat kakinya berada sangat dekat dan hampir jatuh ke jurang
Chu Ye yang terkejut dengan cepat menarik kakinya dan menjauh dari tepi jurang itu, Ia berusaha lari ke tengah dan berteduh di bawah pohon yang Ia lihat itu.
"Chu Ye,,!" ucap seseorang yang berbisik ketelinganya
Chu Ye dengan cepat menoleh ke belakang, dan melihat kiri dan kanan namun Ia tidak menemukan siapapun di sana.
"Siapa?" balas Chu Ye dengan sedikit berteriak
"Aku adalah jiwamu yang sebenarnya!" bisiknya lagi, kali ini suaranya semakin dekat nembuat Chu Ye sedikit terkejut dan bergindik ketakutan
"Siapa kau! Kenapa aku tidak bisa melihat mu." teriak Chu Ye lagi sembari menoleh kesamping kiri dan kanan, namun Ia tetap tidak menemukan siapapun di sana
"Setelah ini perjalanan hidupmu mungkin akan lebih sulit, kau akan menemukan begitu banyak ranjau di kehidupanmu selanjutnya,, dengarkan aku putri Chu Ye..! Ikuti kata hatimu, jika kau yakin dengan dirimu maka semua akan baik-baik saja, tapi apa bila kau tidak yakin akan dirimu maka kebahagiaan itu semakin menjauh dan kau akan menjalani penderitaan seumur hidupmu!" ucap seseorang itu kembali berbisik ke telinga Chu Ye, membuat Chu Ye semakin bergidik ketakutan
"Siapa kau?" Teriak Chu Ye dengan wajah panik
"Perlihatkan wajah mu!"
Brak
Chu Ye terjatuh dari tempat tidurnya, namun Ia masih belum sadarkan diri dan terus saja berteriak seperti orang mengigau
"Siapa kau!"
"Tuan putri? Ada apa dengan mu?" tanya Tiner sembari menggoyang-goyangkan tubuh Chu Ye membuatnya menjadi terbangun
"Tuan putri baik-baik saja?" ucap Tiner sembari membantu Chu Ye berdiri dan kembali ke tempat tidurnya
__ADS_1
"Tiner siapa orang itu? Dimana ia berada? Kenapa aku tidak melihatnya?" tanya Chu Ye tanpa henti dengan mulut terbata-bata, ia bertanya pada Tiner dengan wajah begitu panik dan seluruh tubuhnya tiba-tiba mengeluarkan keringat
Tiner bergegas ke meja lalu menuangkan air ke dalam cangkir dan memberinya pada sang putri
"Minumlah tuan putri! Tadi kau mengigau lagi,, mungkin karna kau terlalu banyak meminum arak." ucap Tiner dengan sedikit menepok-nepok bahu tuan putrinya itu
Chu Ye menarik nafas dalam-dalam lalu membuangnya dengan pelan, dengan sedikit mengangguk lalu meminun air yang di sugguhkan pelayan sekaligus sahabatnya itu
Chu Ye tau mimpinya itu bukan sekedar mengigau saja, namun Ia tidak ingin membuat Tiner takut dan binggung akhirnya Ia memutuskan untuk diam saja dan kembali tidur.
Pagi itu entah kenapa suasana begitu cerah, setelah beberapa bulan terakhir istana manor tidak di sinari matahari, Karena cuaca yang selalu mendung kini tibalah saatnya Ia terbit dengan begitu cerahnya
"Jendral Feng, mari kita berlatih!" titah Qi Yan pada jendralnya itu
"Baik yang mulia!" Jawab jendral Feng dengan sedikit menunduk lalu bergegas mengambil pedangnya
Raja dan jendral itu mulai berlatih, satu ayunan pedang menyerang leher sang raja namun dengan cepat di tangkisnya lalu menyerang balik dengan beberapa jurus andalannya itu membuat sang jendral kewalahan untuk menangkisnya
Sementara Chu Ye yang baru bangun merangkak keluar kamar dengan mata yang masih terpejam
"Air,, air!" ucap Chu Ye terus saja mengesek-ngesek sisi pintu kamarnya itu
Brukk
"awwwww!" ringis Chu Ye dengan sedikit menahan sakit
Sementara Tiner yang baru saja membawa beberapa makanan dari dapur istana hanya sedikit menyengir kuda melihat tingkah konyol tuan putrinya itu
"Kita di mana?" tanya Chu Ye yang masih linglung
"Kita sedang berada depan raja QI Yan!" ucap Tiner dengan sedikit tersenyum jahil mengganggu tuan putrinya itu
"Ap ap apa? apa yang ingin di lakukan monster itu!" sontak saja Chu Ye dengan wajah panik mengucek-ngucek matanya
"Tuan putri kenapa kau berjalan keluar kamar dengan mata tertutup? lihat dahimu sudah lebam terantuk tiang ini!" ucap Tiner sembari mengusap-ngusap lembut dahi tuan putrinya itu
Chu Ye hanya bengong seperti orang linglung, ia juga tidak mengerti kenapa tiba-tiba ia berada di sana.
Chu ye tiba-tiba mengingat kejadian semalam saat Ia minum arak bersama Qi Yan lalu Qi Yan membawanya pergi entah kemana, setelah itu Ia tidak mengingat apa-apa lagi
Ia bergegas masuk kekamar dan menukar pakaiannya itu, lalu berlari keluar untuk menemui sang raja
"Tuan putri tunggu!" teriak Tiner sedikit cenges-ngesan berlari menyusul tuan putrinya itu
__ADS_1
Chu Ye terus saja berlari untuk mencari keberadaan sang raja dan bergegas pergi menuju kamarnya, namun ia tidak menemui siapapun di sana
"Apakah kau tau raja Qi Yan di mana?" tanya Chu Ye kepada pada salah satu pelayan di istana
"Raja sedang berada di tempat latihannya ratu!" balas pelayan itu pada Chu Ye sembari menundukkan kepalanya
"Oiya? Dimana tempat sang raja berlatih!" tanya Chu Ye lagi kepada pelayan istana itu
"Biasanya raja berlatih di taman depan istana ratu." Jawab pelayan itu lagi kepada Chu Ye
"Baiklah!"
Pelayan itu kembali menundukkan kepalanya lalu pergi meninggalkan Chu Ye
Chu Ye berlari menuju ke taman depan istana untuk mencari keberadaan sang raja
Sementara sang jendral yang sedari tadi menangkis serangan dari sang raja membuatnya begitu kewalahan dan tersungkur ketanah, sementara pedangnya terpelanting tepat ke arah Chu Ye
"Aaaaaaaaaaaa!!" teriak Chu Ye dengan sangat keras sembari menutup matanya dengan kedua tangannya itu
Dengan cepat sang raja terbang dan memukul pedang itu dengan kakinya, membuat pedang itu tertancap sangat dalam ke tanah kemudian dengan cepat merangkul Chu Ye yang hampir saja jatuh ke kolam. Keduanya saling berpelukkan tanpa sadar bibir Chu Ye dan Qi Yan saling bersentuhan satu sama lain
Qi Yan yang menyadari hal itu dengan cepat melepas gengamannya dari tubuh istrinya itu
"Gadis bodoh! Bagaimana jika pedang ini menancap di tubuh mu!" bentak Qi Yan sembari melepas gengamannya dengan sangat kasar membuat Chu Ye jatuh tergeletak ke tanah
"Tuan putri kau tidak apa-apa?" tanya Tiner dengan begitu kuatir kemudian memeriksa seluruh tubuh tuan putrinya itu
Chu Ye yang begitu cemas berusaha berdiri lagi, ia hanya diam saja tanpa bicara sepatah katapun, lalu Ia kembali mendekati Qi Yan
"Apa yang kau lakukan padaku semalam raja monster!" tanya Chu Ye menatapnya dengan sorot mata yang tajam
"Apa maksudmu!" balas Qi Yan dengan ketus sembari terus berlatih dan memainkan pedangnya itu.
"Semalam aku berada di istana minum arak bersama mu, lalu kenapa tiba-tiba aku berada di kamar? Kau pasti melakukan sesuaktu padaku bukan?" tuduhnya lagi pada rajanya itu, membuat Qi Yan semakin jengkel
Qi Yan memberhentikan latihannya itu, lalu kembali menatap Chu Ye dengan tatapan tak kalah tajam
"Kau pikir aku tergoda dengan gadis bodoh sepertimu? Jangan terlalu jauh menghayal!" balas Qi Yan sedikit sinis lalu kembali melanjutkan latihannya
"Kau!!" bentak Chu Ye sembari menggenggam erat jemarinya
__ADS_1