
Sreng
pedang itu mendarat di leher Chu Ye membuat Chu Ye yang tadinya mengoceh tak karuan menjadi terdiam seribu bahasa
"Hentikan omong kosongmu! Dan pergilah dari sini!" bentak Qi Yan dengan memasang wajah marahnya
"Ta ta tapi" Chu ye menjadi tertegun sembari meneguk liurnya saat melihat pedang berada di lehernya
Qi Yan menatapnya dengan tajam lalu memberi kode untuk menyuruhnya pergi, Chu Ye yang mengerti hal itu hanya mengangguk pelan lalu pelan-pelan melangkah mudur dari hadapan sang raja
***
"Raja datang!" teriak penjaga dari luar pintu membuat Chu Ye yang sedang duduk melamun seketika buyar
Brak
Qi Yan mendobrak pintu kamar Chu Ye lalu mendekati istrinya itu
"Sebentar lagi pangeran Ji Feng akan datang menemuimu!" ucap Qi Yan pada Chu Ye sembari membelakangi wajah istrinya itu
Chu Ye yang mendengar saudaranya akan datang begitu senang dan gembira
"Benarkah?" tanya Chu Ye dengan tersenyum lalu berdiri dari tempat tidurnya itu
Qi Yan hanya diam dan besikap datar, lalu ia membalikkan tubuhnya ke arah Chu Ye
"Kau bisa menemui saudara mu nanti tapi kau tidak akan bicara dengannya!" ujar Qi Yan lagi yang masih nenatap wajah Chu Ye dengan datar
"Kenapa aku tidak boleh bicara dengannya?" tanya Chu Ye dengan wajah sedih lalu matanya mulai berkaca-kaca
"Karena kau akan berpura-pura koma untukku di depan pangeran Ji Feng, layaknya seperti waktu kau baru datang kesini!" balas Qi Yan dengan wajah yang masih datar, lalu menggenggam tangan istrinya itu keluar kamar untuk mengikutinya.
"Apa yang kau lakukan!"
"Lepaskan tanganku!"
Qi Yan terus saja menariknya tampa menghiraukan ucapan istrinya itu hingga masuk ke kamarnya
Qi Yan sedikit menghepas tubuh Chu Ye kelantai, hingga Chu Ye terjatuh.
"Dandani dia dan ganti pakaiannya!" titah sang raja pada pelayannya itu lalu pergi begitu saja
__ADS_1
Kedua pelayan itu hanya mengangguk lalu memapah Chu Ye ke tempat pemandian sang raja.
"Nyonya baik-baik saja?" tanya pelayan itu dengan sedikit perhatian
Chu Ye hanya menganggukkan kepalanya lalu sedikit tersenyum pada pelayannya itu
"Aku tidak apa-apa!" balas Chu Ye dengan sedikit tersenyum
***
pelayan itu nenyiram beberapa putik bungga mawar merah ke dalam air pemandian itu lalu meminta sang ratu untuk masuk dan mandi kedalamnya. Pelayan itu mulai membantu sang ratu dan menyiram air ke tubuhnya.
"Apakah raja Qi Yan juga mandi di sini?" tanya Chu Ye pada para pelayan itu
"Iya nyonya,, selama ini raja tidak pernah membagi tempat mandinya pada orang lain, nyonya adalah orang pertama yang beruntung bisa mandi di sini." balas pelayan itu sembari memijit lembut tangan Chu Ye
"Pasti monster itu akan melakukan sesuaktu yang buruk lagi padaku!"
Batin Chu Ye sembari tersenyum ke arah pelayan itu lalu kembali mengusap wajahnya dengan air hangat
Setelah selesai mandi Chu Ye di dandani oleh beberapa pelayan istana, tak lupa ia memakaikan perhiasan pada tubuh ratunya itu membuat Chu Ye terlihat begitu cantik dan anggun
"Apa semuanya telah selesai?" tanya raja Qi Yan yang tiba-tiba masuk ke kamar
"Kalo begitu kalian semua pergilah!" titah sang raja dengan suara datar
Semua pelayan itu bergegas keluar kamar, hanya tinggal Chu Ye dan Qi Yan saja yang saling bertatapan satu sama lain
Chu Ye hanya terdiam lalu memaling wajahnya dari tatapan Qi Yan, matanya sedikit berkaca-kaca
"Jendral Ji Feng sudah berada di ruang istana, sebentar lagi ia akan menemui mu di kamar. Dengarkan aku baik-baik, bersikaplah seperti yang aku perintahkan! Jika kau berani membohongiku, aku akan mengupas kulit kepalamu!" bentak Qi Yan pada istrinya itu membuat Chu Ye begitu ketakutan
Chu Ye hanya mengangguk pelan lalu menatap wajah suaminya itu dengan mata berkaca-kaca, lalu mulai berdiri dengan langkah pelan beranjak menuju tempat tidur sang raja
Qi Yan hanya menatapnya dengan tatapan sinis lalu berjalan mendekati istrinya itu, ia melihat beberapa tetes air mata yang mengalir di pipinya.
Dengan kasar Qi Yan menghapus air matanya itu lalu berbisik ke telingga istrinya
"Hapus air mata buaya mu itu! berhentilah berpura-pura sedih, aku tau kau melakukan itu hanya berharap minta di kasihani!" bisik Qi Yan dengan wajah sinisnya lalu menatapnya lagi dengan tatapan yang tajam
"Ingat Chu Ye! Jika kau berani menangis di hadapan Ji Feng dan membokar semua sendiwara ini, maka ku pastikan saudara mu itu pulang tidak akan bernafas lagi!" tambahnya lagi dengan sedikit menepok-nepok lembut pipi istrinya itu
__ADS_1
"Tidak, tidak,, jangan lakukan itu, aku mohon padamu raja Qi Yan, jangan bunuh Ji Feng,, aku berjanji tidak akan membuat kesalahan lagi, aku akan menuruti semua perintah mu!" balas Chu Ye dengan cepat turun dari tempat tidur dan bersujud di kaki suaminya itu
"Lepaskan kakiku!" bentak Qi Yan sembari menarik kakinya namun di pegang erat-erat oleh istrinya itu
"Baiklah,, selagi kau menuruti perintahku, aku akan membebaskan saudara mu itu!" balas Qi Yan dengan sedikit mengangkat kakinya lalu dengan tatapan sinis pergi meninggalkan istrinya itu
Chu Ye melepaskan genggaman nya itu dan berusaha tersenyum ke arah Qi Yan, ia hanya diam saja, tampa membalas sepatah katapun dari suaminya itu. Namun Qi Yan berhasil membuat hatinya benar-benar hancur.
"Bagaimana kau memperlakukan saudariku selama di istana ini, apa kau memperlakukan nya dengan tidak baik?" tanya Ji Feng sedikit curiga lalu terus berjalan menuju kamar yang di tepati Chu Ye
"Chu Ye adalah istriku, aku tau bagaimana harus memperlakukan nya. Jadi kau tidak perlu kuatir tuan Ji Feng!" balas Qi Yan dengan sedikit tersenyum sinis
Kedua pangeran itu berjalan berdampingan menuju ke kamar yang di tempati Chu Ye
"Mari!" ucap sang raja mempersilahkan Jendral Ji Feng masuk
Ji Feng medekat ke arah Chu Ye lalu menatap wajahnya dengan sangat jelas, sembari mengusap lembut keningnya
Sementara Chu Ye yang sedang berpura-pura hanya diam saja seperti layaknya orang yang sedang koma
"Maafkan aku Ji Feng! Kali ini aku tidak bisa berbicara denganmu, aku tau ini sakit bagimu,, tapi semua ini demi kebaikan kau juga! Aku tidak ingin kau di bunuh oleh sang raja, biar aku saja yang menanggung penderitaan ini! "
Batin Chu Ye pada saudaranya itu sembari menahan seluruh tubuhnya untuk tidak bergerak
"Tuan Ji Feng waktumu sudah habis silahkan tinggalkan kamar ini!" ucap sang raja sembari melipat ke dua tangan di dadanya
Ji Feng hanya diam saja sembari mengelus lembut wajah saudarinya itu, ia terus menatap wajahnya dengan mata berkaca-kaca. Setelah itu Ji Feng kembali berdiri meninggalkan kamar itu tampa berbicara sepatah katapun
Qi Yan yang melihat hal itu hanya tersenyum sinis sembari duduk di samping istrinya itu.
"Bagus juga akting mu! Berarti kau berpura-pura juga seperti ini saat bersamaku bukan?" Tanya Qi Yan dengan sedikit melirik ke arah istrinya itu
"Apa maksudmu!" balas Chu Ye dengan nada kesal
Qi Yan menarik tubuh Chu Ye dengan sangat kasar sehingga mereka berdua saling ber hadapan dan bertatapan mata
"Maksudku, kau pasti punya sebuah ambisi saat datang kesini bukan? Katakan padaku apa tujuan raja He menyuruhmu datang kesini dan menikah dengan ku? Apa kau sengaja di kirim hanya untuk memata-matai istana manor?" tanya Qi Yan dengan begitu penasaran dan curiga
"Apa yang kau pikirkan raja monster, hentikan tuduhanmu itu!" balas Chu Ye sembari melepaskan genggaman suaminya itu dari tubuhnya
"Sekali lagi kau panggil aku monster, akan ku cabik-cabik mulutmu itu!" bentak Qi Yan sembari menghempas tubuh mungil istrinya itu ke lantai, lalu Qi Yan menyeret istrinya itu keluar dari kamarnya
__ADS_1