
Chu Ye kembali ke kamarnya dengan wajah sedih, hatinya merasa benar-benar hancur
"Tuan putri apa yang terjadi? Kenapa kau mengais?" Tanya Tiner sembari mendekati Chu Ye.
Chu Ye yang biasanya ceria sekarang menjadi pendiam tanpa bicara sepatah katapun, ia duduk di atas tikar dengan wajah murung sembari menghapus air matanya lalu menarik selimutnya dan tidur
Tiner yang melihat hal itu begitu sedih, apalah dayanya hanya seorang pelayan kecil dari istana, tentu ia tidak bisa berbuat apa-apa
"Tuan putri makanlah sedikit, kau belum makan apa-apa dari tadi!" rayu sang Tiner sembari menyodorkan beberapa potong roti kukus ke mulut tuan putrinya itu.
Chu Ye yang awalnya berpura-pura tidur kembali duduk dan menghadap sahabatnya itu, ia mengambil tangan Tiner lalu meletakkan roti kukus itu ke piring lagi
"Tidak Tiner aku tidak lapar!" balas Chu Ye dengan suara sedikit serak
"Tapi tuan putri?" ucap Tiner terhenti saat Chu Ye menatapnya dengan serius
Baru kali ini Chu Ye bicara begitu serius, biasanya tiap hari putri raja itu hanya mengoceh dan melakukan hal-hal konyol sepanjang hari
"Tiner malam ini kita harus mencari cara untuk bisa kabur dari istana ini, kali ini kita bukan lagi pulang ke istana dingin melainkan hidup bebas sebebas-bebasnya, di mana kita akan hidup tidak ada aturan dan tidak ada paksaan,, Tiner apakah kau mau ikut dengannku?" Tanya Chu Ye dengan wajah serius lalu memegang erat tangan sahabatnya itu
Tiner hanya mengangguk pelan sembari menatap mata sang putri, lalu kedua sahabat itu tersenyum dengan mata berkaca-kaca
"Aku akan ikut dengannmu!" ucap Tiner sembari mendekap erat tubuh Chu Ye
Malam itu kedua sahabat itu mulai menyusun rencananya untuk kabur dari istana manor, Chu Ye menukar pakaiannya dan memakai baju tiner lalu mereka menyelinap masuk ke gudang istana belakang, di mana gudang itu hanya menyimpan barang-barang yang sudah tidak di pakai lagi, ia masuk lalu mencari sesuaktu yang bisa membuatnya keluar dari istana.
"Tiner apakah kau menemukan sesuaktu?" Tanya Chu Ye sembari terus mencari
"Tidak nyonya!" balasnya dengan suara pelan
Chu Ye menoleh ke samping ia melihat sebuah tangga yang terbentang di salah satu sudut ruangan, tangga itu terlihat sedikit lapuk dan berdebu, sepertinya sudah lama tangga itu tidak terpakai
Chu Ye memanggil Tiner dengan sedikit berbisik, Tiner datang lalu membantunya mengangkat tanggga itu keluar dari gudang dan membawanya ke sebelah utara istana
Di sana Chu Ye dan Tiner bertekat naik ke atas atap istana lalu melompat keluar dan kabur dari istana
Di sisi lain setelah selesai makan malam sang raja melakukan keliling istana pada malam itu di temani beberapa prajurit dan pengurus istana, ia memandang beberapa bunga yang telah mekar lalu lanjut berjalan ke taman yang lainnya. Tak lupa juga Qi Yan memeriksa taman belakang istana
"Jendral Feng, apa kau pikir akan terlihat bagus jika kita menanam beberapa bunga di taman ini? tanya Qi Yan pada jendralnya itu
"Yang mulia, tentu itu sangat bagus. Apalagi mengingat semua bunga di taman belakang ini sudah rusak dan tak terawat." balas jendral Feng sembari mengikuti rajanya itu
__ADS_1
Qi Yan hanya mengangguk pelan, dengan melipat tangannya kebelakang lalu terus berjalan menyusuri seluruh sudut istana
"Hati-hati tuan putri!" teriak Tiner dari bawah sementara Chu Ye telah berada di atas atap istana itu
"Kau tenang saja, ini sangat mudah! Ayo naik, tidak ada yang akan melihat kita di sini!" balas Tiner dengan sedikit mengacak pinggang lalu mondar mandir di atas atap istana itu
Tiner yang menyadari kedatangan sang raja begitu panik dan takut, tangannya gemetar dan mengeluarkan keringat dingin
"Tuan put put putri,,,raja,,raja,,,!" panggil Tiner dengan suara terbata-bata
Chu Ye yang tadinya tertawa lepas begitu terkejut saat melihat Qi Yan telah berada bersama pelayannya itu
"Kalia berusaha untuk kabur lagi?" tanya Qi Yan dengan geram, wajahnya terlihat begitu marah
"A,,ha,, tidak,,, kami hanya mencari udara segar!" balas Chu Ye dengan tersenyum ke arah Qi Yan
"I,, i,,itu benar raja." lanjut Tiner dengan gugup namun ia berusaha untuk tersenyum di depan Qi Yan
Qi Yan hanya mngelengkan kepalanya dengan wajah kesal, lalu memberi kode pada sang jendral untuk melakukan sesuaktu
"Nyonya, saya akan membantu nyonya untuk turun!" ucap jendral Feng dengan bergegas mendekat ke arah anak tangga
"Baiklah,, kau memang baik sekali!" balas Chu Ye sembari menjulurkan kakinya ke atas anak tangga namun dengan cepat anak tangga itu di jatuhkan oleh jendral Feng
Qi Yan yang melihat hal itu hanya tersenyum sinis, ia begitu puas bisa mengerjai istrinya itu
"Rasakan olehmu gadis bodoh, ini akibatnya jika berani kabur dari istana?" gumam Qi Yan sembari terus saja menatap Chu Ye yang terus mengoceh
"Jika tidak di kembalikan tangga itu, maka aku akan terjun dari sini!" bentak Chu Ye pada Qi Yan berharap mereka akan kuatir dan mengembalikan anak tangga itu
"Jangan tuan putri!" balas Tiner dengan begitu panik
"Terjun saja kau dari sini! Setelah kakimu patah itu akan lebih baik untuk mu, agar kau tidak bisa lari dari istana ini lagi!" balas Qi Yan dengan sangat marah dan geram
Chu Ye yang mendengar hal itu begitu terkejut, namun bukan Chu Ye namanya jika semudah itu menyerah
"Kau serius membiarkan ku terjun dari sini?" tanya Chu Ye lagi pada rajanya itu
Qi Yan hanya mengangguk, lalu menatapnya dengan wajah sedikit sinis
"Lihat,, lihat aku akan terjun!" ucap Chu Ye mondar mandir di atas atap itu
__ADS_1
Saat ingin melangkah, Chu Ye kehilangan keseimbangan, kakinya kepleset dan bergulung-gulung jatuh ke bawah luar istana
"Aaaaaaaaaa!!!!!!"
Melihat hal itu Qi Yan begitu terkejut, tadinya ia menyangka Chu Ye hanya menakutinya agar ia bisa turun, namun Chu Ye benar-benar nekat terjun ke bawah untuk kabur
"Pelukkan ini, terasa begitu nyaman! Apakah ini seorang raja penyelamat yang pernah ku baca di buku caisar surgawi itu? Ah terima kasih sudah menyelamatkan ku,, kau sungguh baik sekali!" batin Chu Ye sembari memeluk erat tubuh sang penyelamat itu
"Nyonya,, nyonya kau baik-baik saja?" ucap seseorang sembari menjauhi tubuhnya dari dekapan Chu Ye
Chu Ye terus saja mendekap erat tubuh wanita itu, ia menyangka yang menyelamatkannya adalah seorang ksatria yang ada di dalam buku favoritenya itu
"Nyonya apa yang kau lakukan! Lepaskan tubuhku!" bentak wanita itu sedikit mendorong tubuh Chu Ye hingga menjauh darinya
Wanita itu bernama Qinan, saat ia berada di kereta kuda menuju masuk ke istana manor, ia melihat Chu Ye yang ingin jatuh dari atap istana dengan cepat ia menangkap tubuh Chu Ye dan menyelamatkan nya
Qinan adalah anak dari penasehat terbaik istana dingin yang bernama Zao Ying, Qinan juga teman masa kecil sang raja. Di waktu Qiabao mengambil alih tahta sang raja, Zao Ying sering mengunjungi istana manor untuk kunjungan kerja, makanya Qinan sangat dekat dengan Qi Yan.
Namun semenjak terjadi perselihan kembali antara raja Qi Yan dengan raja He, Zhao Ying di anggap sebagai musuh istana manor. Namun meskipun begitu Qinan masih saja terus-terusan datang ke istana manor untuk menemui Qi Yan membuat raja itu begitu sulit untuk menolaknya
Qinan seorang wanita yang hebat, tidak jarang ia mengalahkan beberapa penjahat yang berusaha berbuat tidak senonoh padanya. Walaupun sifatnya angkuh dan sombong namun ia memiliki sisi baik dan suka menolong orang lain
Qinan sedari dulu telah menyukai Qi Yan namun sayangnya Qi Yan mengangapnya hanya sebagai seorang adik perempuannya, menyadari hal itu Qinan mengurungkan niatnya untuk berterus terang perihal tentang kesukaannya terhadap teman masa kecilnya itu.
Namun meskipun begitu ia tetap berusaha untuk selalu mencari perhatian dari Qi Yan, berharap Qi Yan akan menerima cintanya dengan tulus.
"Aaa? Siapa kau?" tanya Chu Ye sedikit terkejut sembari menjauhkan dirinya dari Qinan
"Seharusnya aku yang bertanya padamu, kau ini siapa? Dan kenapa kau menjatuhkan dirimu dari atap istana itu! Apa kau ingin bunuh diri? atau ingin kabur?" Selidik Qinan sedikit curiga sembari menatap wajah Chu Ye dengan tatapan tajam
Chu Ye yang mendengar hal itu, berpura-pura sedih dan berharap perempuan itu membawanya pergi dari istana manor
"Huaaaa,,," teriak Chu Ye berpura-pura menangis
"Kau kenapa?"
"Nyonya,, aku hanya seorang pelayan istana ayah dan ibuku lagi sakit tapi raja Qi Yan tidak mengijinkan ku untuk pergi keluar istana, makanya aku kabur huaaa."
mendengar nama Qi Yan, Qinan langsung bersemangat dan berencana membawa pelayan itu pulang kembali ke istana, dan mencari perhatian sang raja
"Sudah-sudah jangan menangis! Mari ikut denganku!" bujuk Qi Yan sembari menarik tangan Chu Ye masuk ke kereta kudanya
__ADS_1
Sementara Chu Ye begitu senang, ia berfikir Qinan akan membawanya pergi dan keluar dari istana
"Terimakasih nyonya, kau sungguh baik hati." ucap Chu Ye sembari tersenyum bahagia