ISTRI SANG RAJA QI

ISTRI SANG RAJA QI
Chu Ye telah di temukan oleh raja Qi Yan


__ADS_3

Drak Drak Drak


Pagi itu Qi Yan pulang sembari menungggang kudanya, ia tidak berhasil menemukan putri Chu Ye. Dengan wajah kesal ia sedikit menghentakkan kakinya lalu mulai berjalan di halaman istana untuk menuju ke ruang istana


"Qi Yan!" teriak Qinan berlari turun dari tangga depan kamarnya itu


Qinan berlari mendekati Qi Yan mencoba untuk mendekapnya dengan erat, namun di helak oleh Qi Yan dan malah mengenai jendral Feng membuat Qinan sedikit malu dan canggung


Srengggg


Qinan yang begitu kesal mengeluarkan pedang dari pinggaangnya, ia memotong-motong beberapa bunga yang ada di taman itu membuat Qi Yan semakin kesal


"Kenapa kau tidak peduli lagi padaku, apa karna wanita ****** itu? Kau sudah jauh berubah! Lihat saja aku akan pergi menemui wanita ****** itu dan buat perhitungan dengannya!" teriak Qinan dengan wajah kesal lalu menebas-nebas beberapa rumpun bunga yang ada di depannya itu


"Qinan ini bukan saatnya berdebat! Hentikan amarah mu itu!" balas Qi Yan dengan wajah datar, ia tidak bisa memarahi Qinan karena ia mengangap Qinan tidak lain adalah adiknya sendiri


"Tidak mau!" ketus Qinan sembari terus saja mengibas-ngibas pedangnya itu ke rumpun bunga itu


"Qinan!" bentak Qi Yan sedikit keras membuat Qinan menjadi terhenti, lalu memungut tangkai bunga yang telah di tebas habis oleh sang putri Qinan itu


"Kau lebih memilih bunga itu di bandingkan aku?" ucap Qinan pada Qi Yan namun tidak di tanggapi oleh Qi Yan, ia terus saja memungut tangkai bunga itu


"Hah baiklah,, aku akan berhenti, tapi aku punya permintaan khusus untuk mu!" Qinan menghentikan ayunan pedangnya itu lalu kembali mendekati Qi Yan dengan sedikit berdecak pinggaang


"Baik, katakan!" balas Qi Yan dengan tenang sembari terus saja memungut tangkai bunga itu dan memberinya pada jendral Feng


"Aku mau pelayan itu di ijinkan keluar menemui ayahnya!" minta Qinan pada Qi Yan nembuat Qi Yan begitu binggung


"Pelayan?" tanya Qi Yan sedikit binggung, namun Qinan hanya mengangguk sembari tersenyum ke arahnya


Qi Yan merasa akhir-akhir ini tidak ada satupun pelayan yang ingin meminta izin padanya untuk keluar istana menemui ayahnya, membuat sang raja itu menjadi sedikit curiga


"Jangan-jangan yang di maksud Qinan itu Chu Ye!"


"Panggil pelayan itu kesini!" titah sang raja pada wanita yang ada di hadapannya itu


"Baik! pelayan keluarlah!" teriak Qinan dari luar membuat Chu Ye yang dari tadi mengintip di pintu menjadi ketar ketir


"Walah,, walah,,,! Mati aku, aku harus bagaimana ini!" gumam Chu Ye sembari membelakangi pintu kamar itu

__ADS_1


Qinan bergegas masuk ke kamar lalu menarik Chu Ye keluar menghadap sang raja. Qi Yan yang melihat hal itu begitu terkejut, ia begitu kesal dan geram pada istrinya itu. Namun ia berusaha untuk merendam kekesalanya itu, mengingat Qinan ada bersamanya, jadi ia tidak ingin Qinan melakukan sesuaktu pada istrinya itu


"Sebagai hukuman karena


telah mencoba melarikan diri maka tidak di bolehkan keluar dari istana manor, dan kau akan menjadi pelayan tetapku selama satu bulan ini! Jadi kau harus menyiapkan keperluanku setiap hari!" ucap Qi Yan pada Chu Ye dengan geram lalu mengenggam erat jemarinya


"Tapi nyonya, ayahku sakit parah, raja tidak mengizinkan ku menemuinya, aku mohon nyonya bantulah aku, selamatkan aku dari sini!" balas Chu Ye mencoba mengelak dan memperdaya Qinan


"Diam!" gertak Qi Yan pada Chu Ye dengan begitu kesal sehingga amarahnya tak terbendung lagi


"Qi Yan kenapa kau tidak mengizinkan pelayan ini pergi, bukankah ayahnya lagi sakit parah?" Qinan mencoba membela Chu Ye di hadapan sang raja itu


"Istana ini sedang dalam keadaaan rawan dan berbahaya, jadi tidak boleh satupun angota karajan yang akan keluar dari istana ini sebelum semuanya normal kembali!" balas Qi Yan sedikit berbohong pada Qinan, membuat Qinan mempercayainya


"Qinan berhentilah untuk datang ke istana!"


"Kenapa? Apa karna kau membenci ayahku makanya kau melarangku untuk pergi ke istana manor? Atau karna wanita ****** itu? balas Qinan sembari menahan amarahnya


"Bukan begitu! Jika kau terus-terusan ke istana maka akan lebih buruk lagi, Qinan kau tau betul bukan? istana manor dengan istana dingin tidak pernah akur, jika kau terus-terusan datang kesini maka akan menimbulkan kecurigaan antar wilayah!" balas Qi Yan pada putri Qinan membuat Qinan begitu sedih dan marah


"Jangan pikir aku akan menyerah!" ucap Qinan pada Qi Yan lalu meninggalkan Qi Yan dan putri Chu Ye dengan sangat kesal


Chu Ye berlari menyusul Qinan namun dengan cepat di tarik oleh Qi Yan, dan di bawa ke kamarnya


Brakk,,


Qi Yan menghepas tubuh Chu Ye ke tempat tidur lalu mengambil sesuatu dari dalam laci mejanya itu


Chu Ye yang begitu ketakutan, menutup wajahnya dengan kedua tangannnya itu.


"Apa yang ingin kau lakukan?" tanya Chu Ye dengan begitu takut, namun Qi Yan berbalik menatapnya dengan wajah penuh kekesalan lalu dengan kasar menyerbak tangan istrinya itu, sehingga mereka saling bertatapan


"Gelang ini akan berbunyi saat kau memakainya, jika kau kabur lagi maka aku akan lebih cepat menemukan mu!" bisik Qi Yan menatap istrinya itu dengan wajah geram dan penuh kesal


Qi Yan mengengam kaki mungil istrinya dengan sedikit kasar lalu meletakkan di pelukkanya, kemudian memakai gelang itu di kaki kiri istrinya tersebut.


Qi Yan dan Chu Ye kembali saling bertatapan dengan sorot mata yang tajam


"Bangun! Dan ambil pakainku!" ucap Qi Yan dengan kasar menjauhinya

__ADS_1


Chu Ye yang begitu takut bergegas ke arah rak pakaian lalu nenyodorkan beberapa pakayan ke sang raja


Brakkk


Pakaian itu di lempar ke lantai oleh sang raja, ia kembali menatap Chu Ye dengan wajah begitu marah, sementara Chu Ye hanya menunduk ketakutan. Ia mencoba untuk tersenyum meskipun perlakuan suaminya sangat kasar padanya


"Kenapa kau mengambil semua pakaian dari rak! Aku bilang ambil satu pakaianku saja dan bawa kemari!"


"Maafkan aku!" balas Chu dengan wajah menunduk lalu meletakkan kembali semua pakaian itu di raknya dan mengambil satu pakaian bewarna hitam lalu memberikannya pada sang raja


"Warna abu-abu!" ucap Qi Yan dengan ketus


Chu Ye hanya mengangguk lalu kembali meletakkan pakaian warna hitam itu di rak, dan mengambil salah satu baju yang berwarna abu-abu kalu nenyodorkannya kembali pada sang raja


"Abu-abu tua!" ucap Qi Yan lagi dengan ketus sembari berpura-pura melihat ke atas


Chu Ye menarik nafas dengan kasar lalu kembali mengambil baju abu-abu tua itu di atas rak pakaiannya dan nenyodorkannya kembali ke sang raja


"Bukan yang ini! Yang satu lagi!" ucap Qi Yan lagi dengan berpura-pura marah, kemudian tersenyum sinis melihat wajah istrinya itu


"Nah itu baru benar! Cepat pakaikan padaku!" perintah Qi Yan pada istrinya itu


Chu Ye dengan tangan sedikit gemetar memakai pakaian itu ke tubuh sang raja, sementara sang raja hanya memperhatikan wajah istrinya itu yang begitu ketakutan


"Aku akan ke ruang istana! kau ikut denganku dan layani aku di sana! Selesaikan hukuman mu dengan baik!" titah sang raja pada istrinya itu lalu bergegas pergi ke ruang istana.


"Chu Ye,,, Chu Ye,, kenapa nasibmu tidak beruntung seperti ini! Apalagi raja monster ini, kejamnya melebihi malaikat pencabut nyawa!"


Gumam Chu Ye dengan sedikit menyunggingkan bibirnya kemudian mulai melangkah mengikuti sang raja dari belakang.


"Chu Ye aku lupa memakai sabuk di pinggaangku, cepat kau ambil ke kamar aku akan menunggu di sini!" perintah sang raja pada istrinya itu


Chu Ye masih saja melamun dan tidak fokus pada perkataan sang raja, membuat rajanya itu begitu kesal


"Chu Ye apa kau tidak pendengarkan ku?" tanya Qi Yan lagi sembari berbalik menatap Chu Ye yang masih saja melamun


"Chu Ye!" Bentak Qi Yan dengan suara begitu keras membuat Chu Ye yang tadinya melamun menjadi buyar


"Raja ada apa?" balas Chu Ye dengan wajah bingung

__ADS_1


"Ambil sabuk pingggangku di kamar! cepat!" bentak Qi Yan dengan geram, Chu Ye yang mendengar perintah itu sedikit berlari bergegas kembali ke kamar dan mengambilnya


__ADS_2