
"Tuan kami mendengar tuan putri Chu Ye sudah siuman!" ucap seorang mata-mata istana dingin pada Zhao Ying
"Apa? apa informasi yang kau beri sudah benar-benar akurat?" tanya Zhao Ying dengan sedikit menatap serius pengawal itu
"Benar tuan! kami sudah melihat sendiri putri Chu Ye sedang bersama sang raja di perbatasan." ucapnya lagi dengan menyakinkan penasehat kerajaan dingin itu, membuat Zhao Ying sedikit heran dan curiga.
"Apa alasan raja Qi Yan tidak memberi tahu raja He tentang kesembuhan sang putri? pasti ada yang tidak beres! sebaiknya aku tidak memberitahu sang raja lebih dulu, aku akan mencari tahunya sendiri!"
"Siapkan kuda! Kita berangkat malam nanti ke kerajaan manor!" titah sang penasehat kerajaan itu pada beberapa pengawal istana
"Baik yang mulia!" balasnya sembari bergegas pergi dari hadapan penasehat kerajaan itu
sementara Qinan yang mendengar ayahnya ingin berkunjung ke istana manor begitu bahagia, ia memanggil pelayan kesayangannya itu dan ingin berlajar menjadi seorang putri yang anggun dan juga baik hati, seperti halnya seorang putri kerajaan
"Nyonya cara berjalan seorang putri tidak seperti itu! harus seperti ini!" ucap pelayan Ching
"Ha baiklah, aku akan mencoba mengulanginya! Maju maju, genggam kedua tangan kedepan, lihat ke arah depan lalu sedikit tersenyum." Qinan terus saja melakukan itu secara berulang-ulang, ia berusaha semaksimal mungkin, agar hasilnya perfect.
"Nyonya kau salah lagi, wajahnya tidak boleh tegang seperti itu! seorang putri kerajaan harus terlihat selalu ceria dan santai!" komentar pelayan Ching lagi, menyalahkan cara belajarnya, Qinan memperbaiki wajahnya dan berusaha untuk tersenyum seperti yang di katakan pelayannya itu
"Lihat saja nanti! Aku akan mengalahkan wanita ****** itu, aku yakin kali ini Qi Yan akan melihatku dengan terkagum-kagum"
Prak!
Pelayan Ching memukul bokong Qinan, membuat Qinan tersadar dari lamunannya dan mengerang kesakitan
"Nyonya kau salah lagi! sertakan senyuman pada setiap orang yang kita lewati, dan cara berjalan mu juga tidak anggun!" ucap pelayan Ching terus menerus mengomentari Qinan, membuat Qinan begitu kesal
__ADS_1
"Pelajaran macam apa ini, sungguh aku tidak suka,,, apa-apa semuanya di atur!" sergah sang Qinan dengan sangat kesal dengan cepat ia mengeluarkan pedang dari pinggangnya lalu menebas-bebas semua bunga yang ada di hadapannya membuat pelayan Ching begitu shok, namun pelayan Ching mencoba menenangnya kembali
Wajar saja Qinan merasa sangat kesal dan bosan, karena dari kecil ia tidak pernah belajar tentang hal itu, ia dari kecil sangat menyukai pedang dan pertempuran. Apalagi ia tumbuh bersama Qi Yan membuatnya secara tidak sadar bersifat tomboy seperti halnya seorang laki-laki
"Nyonya,, nyonya,, tenanglah! bukankah nyonya ingin mendapatkan hati sang raja? jika begitu nyonya harus sabar,,, bagaimana jika kita melakukan sesuatu yang berbeda agar raja Qi Yan semakin terpersona pada nyonya Qinan?" ucap pelayan Ching dengan sedikit memberi ide pada Qinan, membuat Qinan yang tadinya sangat kesal menjadi tenang dan antusias kembali
"Ayo cepat katakan apa idenya?" balas Qinan dengan tak sabar sembari sedikit berdecak pinggang
"Begini, ketika nyonya berjalan dengan anggun di hadapan sang raja, lalu raja melihatnya dengan sorot mata yang tajam, nah setelah sampai nyonya membaca puisi lama yang bertema cinta di hadapan sang raja! lalu nyonya mempersembahkan beberapa bunga yang disukai sang raja! aku yakin raja pasti sangat terkagum-kagum dengan perubahan sikap nyonya itu!" jelas pelayan Ching dengan sedikit mondar mandir di hadapan Qinan
"Hah,,ide yang bagus,,, baiklah! ajari aku baca puisi dengan benar!" balas Qinan ketus sembari meletakkan kembali pedang itu di pinggangnya
Qinan mulai mempelajari beberapa buku puisi kuno yang di berikan oleh pelayan Ching, lalu memilih yang terbaik untuk di persembahkan pada sang raja Qi Yan, lalu menghafal puisi itu dengan begitu semangat
"Yang mulia ku tersayang, di setiap musim tiba hanya kaulah yang ku rindukan,, trus apa lagi?" Qinan berusaha menghafal puisi lama itu dengan terbata-bata, sementara pelayan Ching terus mengajarinya dengan bersungguh-sungguh
***
"Ayah tunggu!" Qinan berlari mendekati sang ayah dan begegas naik kereta kudanya itu bersama pelayan Ching
"Qinan! Apa yang kau lakukan di sini!" ucap penasehat kerajaan itu pada anaknya dengan sedikit marah
"Aku ingin mengikuti ayah ke istana manor!" balas Qinan dengan sedikit tidak peduli
"Sudah berapa kali ku katakan! jangan mengacaukan pekerjaan ayah!" marah penasehat kerajaan itu pada putrinya namun tidak di hiraukan oleh Qinan
"Ayah kau pergi ingin menemui putri Chu Ye! Sementara aku hanya ingin bertemu dengan Qi Yan!" balas Qinan dengan sedikit mengabaikan keberadaan ayahnya itu
__ADS_1
"Ingat Qinan! Kau harus bersikap baik terhadap putri Chu Ye, bagaimana pun juga dia adalah seorang putri kerajaan dari raja He, jangan mengacaukan pekerjaan dan mempermalukan ku di sana" sergah sang penasehat kerajaan itu kepada putrinya dengan sedikit kesal dan kuatir
Wajar saja Zhao Ying sangat kuatir pada putrinya itu, karena Zhao Ying telah mengetahui tentang ketertarikan putrinya itu pada raja Qi Yan. Zhao Ying hanya takut jika Qinan bertindak gegabah dan melakukan hal buruk pada putri Chu Ye, dan membuatnya di diskualifikasi oleh raja He.
"Baik!" balas Qinan dengan ketus sembari menaikan kakinya ke atas tempat duduk kereta kuda itu.
"Ayo jalan!" bentak Qinan dengan suara tinggi, sementara Zhao Ying hanya bisa menatap tajam putrinya itu. Di hatinya begitu marah namun apalah daya, Zhao Ying kenal betul siapa putrinya itu, jika ia sudah berkehendak tidak ada seorangpun yang sanggup menahannya
Di sisi lain Tiner yang telah sampai di kediaman Ji Feng, ia bergegas turun dari kereta yang di tumpanginya dan menanyakan tentang keberadaan jendral Ji Feng
"Dimana pangeran Ji Feng?" tanya Tiner dengan sedikit terburu-buru
"Kau mencariku?" jawab Ji Feng yang tiba-tiba berada di belakangnya membuat Tiner sedikit terkejut
"Aaa syukurlah aku telah menemuimu! pangeran,,, putri Chu Ye menyuruhku untuk mengantar surat ini untuk pangeran!" ucap pelayan Tiner dengan nafas sedikit terengah-engah
Ji Feng mengambil surat itu dengan cepat lalu membacanya dengan sangat serius, ia hanya tersenyum sembari melipat surat itu kembali
"Katakan pada tuan putri Chu Ye, aku pasti akan menemuinya nanti!" balas pangeran Ji Feng sembari memasukkan surat itu ke saku bajunya
"Baiklah pangeran, aku harus pergi secepat mungkin dari sini! Atau pengawal kerajaan manor akan mengetahui keberadaan ku di sini!"
"Baiklah!" balas Ji Feng sedikit mengangguk lalu mempersilahkan Tiner untuk pergi
Tiner bergegas naik ke kereta kuda yang di tumpanginya itu, lalu mulai berangkat dari kediaman pangeran Ji Feng menuju istana manor.
Sementara Ji Feng yang mendapat surat dari saudari perempuannya itu, begitu senang. ia membuka surat itu kembali lalu membacanya dengan sangat jelas, lalu ia tersenyum dan melipat surat itu kembali
__ADS_1
"Aku akan segera menemuimu adik!"
Batin pangeran Ji Feng dengan wajah sedikit tersenyum lalu bergegas masuk ke dalam rumah kediamannya itu.