
Ceklek,,,
Gagang pintu kamar itu di buka, membuat Chu Ye sedikit terkejut lalu menatap ke arah pintu
"Tuan Zhao?" ucap Chu Ye sembari berdiri dari meja belajarnya itu, dengan senangnya Chu Ye menyambut kedatangan penasehat kerajaannya itu
"Tuan putri, jangan membuatku malu! duduklah kembali." Zhao Ying dengan cepat memberi hormat pada putri istana dingin itu
Chu Ye dengan wajah senang kembali duduk di kursi belajarnya itu, ia berfikir Zhao Ying akan memberikan kabar baik untuknya dan ia akan segera dipulangkan kembali ke istana dingin
"Katakan, apakah ayah sudah membaca suratku? Apakah ayah mengirimmu kesini untuk menjemputku?" tanya Chu ye dengan begitu semangat membuat Zhao Ying begitu heran
"Tuan putri, apa yang kau katakan?" balas Zhao Ying dengan sedikit heran
"Ah tidak apa-apa,, mungkin saja tadi tuan putri mengigau karena baru siuman, tuan bagaimana keadaan mu? apa semua baik-baik saja?" Zhao Ying bertanya kembali dan tidak menghiraukan perkataan dari Chu Ye, ia berfikir Chu Ye hanya salah bicara karena ia tau Chu Ye baru saja sembuh dari sakitnya
"Ah,, kau tenang saja, aku baik-baik saja di sini! oiya bagaimana kau bisa masuk kesini? bukankah istana ini di jaga sangat ketat?" tanya Chu Ye yang sedikit heran melihat keberadaan Zhao Ying yang telah berada di kamarnya
Keduanya asik berbincang, sementara Qi Yan menunggu di luar pintu kamar Chu Ye bersama sang Jendralnya, di sisi lain Qinan yang mengikuti Qi Yan yang sedari tadi melihat kesempatan itu ia bergegas mendekatinya
Sesuai yang telah di ajarkan pelayan Ching dari awal sebelum berangkat ke istana manor, Qinan berjalan mendekati Qi Yan dengan begitu anggun, ia mulai melangkah dengan mengenggam kedua tangan di depan lalu menatap ke arah depan, setelah sampai di depan Qi Yan, lalu ia tersenyum persis seperti yang di ajarkan pelayan Ching padanya
Qi Yan yang melihat hal itu sedikit heran dengan perubahan sikap Qinan, sementara jenderal Feng hanya tersenyum lalu menggeleng-nggelengkan kepalanya, ia menatap putri Qinan dengan wajah begitu berseri-seri, lalu ia kembali menatap sang rajanya yang dari tadi tak menghiraukan usaha dari putri Qinan
"Yang mulia? apa kau tidak melihat putri Qinan berbeda dari sebelumnya?" tanya jenderal Feng sedikit berbisik pada rajanya itu, namun sang raja hanya mengangguk lalu kembali menatap ke arah pintu kamar istrinya, ia begitu penasaran tentang apa yang di perbincangkan oleh istrinya bersama penasehat itu.
"Apa mereka membuat rencana penyerangan lagi, aku harus menyelidikinya! Chu Ye ternyata berbohong padaku, dengan sifatnya yang polos ia menyusun rencana dengan begitu rapi."
batin Qi Yan dengan wajah marah, ia mulai mencurigai kebenaran dari istrinya itu kembali. Dengan siaga ia memasang telinga kucingnya agar bisa terdengar jelas pembicaraan mereka
"Tuan putri, apakau di sini di perlakukan dengan baik?" tanya Zhao Ying sedikit berbisik pada putri Chu Ye, membuat putri Chu Ye berdecak kesal
__ADS_1
"Kau tau! Di sini tidak ada yang baik! apalagi monster itu! dia sangat kejam dan jahat!" balas Chu Ye dengan begitu kesal sembari mengenggam erat kertas yang ada di tangannya itu
"Mo monster? sejak kapan ada monster di sini?" Zhao Ying sedikit binggung dengan perkataan tuan putrinya itu yang sedari tadi terus saja tidak masuk di akal
"Ah lupakan! bagaimana keadaan ayah?"
"Yang mulia He baik-baik saja, tuan putri tidak perlu kuatir!" balas Zhao Ying pada tuan putrinya itu
"Ambil surat ini, sesampai di istana dingin tolong berikan pada ayah secepatnya, jangan sampai ada orang lain yang melihat surat ini!" ucap Chu Ye sembari menyodorkan selembar kertas bertulisan kuno itu di tangan Zhao Ying, kemudian di terima dengan cepat oleh penasehat kerajaan itu lalu di sembunyikan di balik saku bajunya
Keduanya kembali berbincang, sementara Qi Yan semakin tak sabar berlama-lama di luar membuatnya begitu resah dan gelisah
"Apa kau tidak melihat perubahan ku? apa kau tidak menghargai usahaku sedikitpun?" tanya Qinan berdecak sangat kesal
"Apa lagi yang ingin kau lakukan! Qinan aku masih punya beberapa urusan, kau pergilah dari sini!" ucap Qi Yan dengan ketus dan terus saja memandang ke arah kamar
"Kau masih marah padaku?" tanya Qinan lagi dengan menatap tajam wajah teman masa kecilnya itu
"Apa kau ingin menjauhiku karna kau marah pada ayahku?" tanyanya lagi membuat sang raja semakin jengkel, Qi Yan kembali membalikkan wajahnya lalu menatapnya dengan sorot mata yang tajam
"Qinan, dengarkan aku! kau tau kerajaan dingin dan kerajaan manor sekarang semakin rentan penyerangan. Aku hanya tidak ingin kau terlibat dalam masalah ini. Qinan berhentilah untuk berkunjung terus menerus ke istana manor!" balas sang raja dengan begitu serius berharap putri Qinan mau mendengarkan penjelasan nya itu, namun putri Qinan masih saja berkekeh untuk mendekati sang raja membuat Qi Yan semakin sulit membendung amarahnya
"Aaa ha aku akan memperlihatkan sesuatu padamu!" ucap Qinan sembari mengambil bunga yang telah ia bawa dari istana dingin dari tangan pelayannya itu, lalu dengan cepat kembali ke hadapan sang raja, Qinan mulai membaca puisi cinta padanya
"Yang mulia ku sayang, di setiap musim tiba hanya kau yang kurindukan, kau seperti,,, " puisinya terhenti, Qinan melirik ke arah pelayan Ching berharap ia akan cepat membantunya, karena Qinan tiba-tiba tidak hafal dengan bait puisinya itu. Pelayan Ching mencoba memberi kode namun malah membuat Qinan semakin bingung
Qi Yan yang melihat hal itu hanya menarik nafas panjang lalu kembali melirik ke arah kamar sang putri, namun Qinan dengan cemburu berusaha menghalangi pandanganya itu
"Qinan kembali membaca pusi, walaupun begitu kaku dan terbata-bata namun ia tetap berusaha mempersembahkan pada sang rajanya itu
"Kau seperti,, kau,, kau."
__ADS_1
"Hentikan! dan diamlah!" bentak sang raja dengan begitu marah membuat Qinan tertegun, Qi Yan menatap wajah Qinan dengan sorot mata yang bagitu tajam seperti siap menerkam siapa saja yang ada di hadapannya
Qinan yang begitu kesal mendapatkan perlakuan yang tidak enak dari sang raja berlari masuk ke kamar putri Chu Ye untuk menemui ayahnya
"Hormatlah pada tuan putri!" bisik Zhao Ying pada putrinya itu
"Tidak mau!" balas Qinan ketus lalu menghempaskan tubuhnya di atas kursi sembari membelakangi wajah sang putri Chu Ye
"Anak ini selalu saja mengacau, cepat beri hormat!" bentak penasehat itu pada putrinya namun masih saja di hiraukan
"Qinan! ayah bilang cepat berlutut dan minta maaf pada tuan putri!" kali ini Zhao Ying kehilangan kesabarannya membuat emosinya tak terkontrol
Qinan dengan wajah cemberut terpaksa harus menuruti perintah dari ayahnya, dengan wajah kesal berlutut di hadapan tuan putri, sementara Chu Ye yang sedari tadi menyaksikan perdebatan sang ayah dengan putrinya itu hanya diam dan tersenyum
"Hah tidak apa-apa duduk-duklah!" balas Chu Ye sedikit tersenyum ramah ke arah Qinan
Namun Qinan yang melihat wajah tuan putri Chu Ye begitu terkejut, ia teringat kembali pelayan yang ia tolong waktu itu sangat mirip dengannya, ia menatap wajah putri Chu Ye dengan sorot mata yang begitu tajam
"Kau? dasar pelayan tidak tau malu, beraninya kau berlagak seperti seorang putri, dasar penipu!" Teriak Qinan dengan begitu terkejut dan kesal. lalu dengan cepat bangkit dan menjauhi putri Chu Ye, Ia tidak percaya bahwa pelayan yang ingin melarikan diri itu adalah putri Chu Ye yang ayahnya maksud
"Dasar anak ini, apa yang kau lakukan! beraninya kau bicara kasar pada tuan putri! cepat berlutut seribu kali!" bentak Zhao Ying pada putrinya itu dengan begitu marah, membuat Qinan yang mendengar hal itu begitu terkejut dan shok.
Wajar saja Qinan begitu shok mendengar perintah dari ayahnya itu, pertama sebelum mengenal putri Chu Ye ia sudah membencinya karena Chu Ye telah merebut Qi Yan darinya. Kedua, orang yang ia sangka pelayan yang ia tolong tempo hari ternyata musuh bebuyutannya sendiri. ketiga, apalagi sang ayah menyuruhnya berlutut seribu kali pula di hadapan musuhnya sendiri membuatnya semakin jijik dan jengkel.
"Aku tidak mau!" balas Qinan dengan begitu kesal sembari menghentakkan kakinya ke lantai
"Ayah bilang cepat berlutut! atau ayah akan mememukul mu nanti!" emosi Zhao Ying semakin tidak terkontrol, kesabaran benar-benar habis melihat tingkah keras Kepala putrinya itu
Zhao Ying terpaksa harus memaksa putrinya itu, jika tidak ia akan kehilangan pekerjaannya bukan hanya itu, jika anggota kerajaan tidak mengtaati perintah dan tunduk pada keluarga kerajaan maka hukumannya harus di penjara seumur hidup
Sementara putrinya itu tidak mengtaati praturan itu, bahkan ia berani pula membentak tuan putri membuat Zhao Ying semakin ketar ketir ketakutan. Ia tidak menyangka putrinya bertindak se bodoh dan ceroboh itu.
__ADS_1