ISTRI SANG RAJA QI

ISTRI SANG RAJA QI
Chu Ye menghilang dari istana manor


__ADS_3

"Yang mulia, apa kau tidak mengkuatirkan putri Chu Ye?" tanya jendral Feng dengan wajah serius


"Cepat periksa di luar!" Titah sang raja pada jendralnya itu


"Baik yang mulia!"


Jendral Feng dengan cepat melayang ke udara lalu memeriksa keadaan di luar, ia menoleh kiri dan kanan namun ia tidak menemukan putri Chu Ye


"Yang mulia, tidak ada ratu di sini!" teriak jendral Feng pada rajanya itu sembari terus memeriksa di luar istana


"Beraninya dia kabur, putri Chu ye setelah kau bertemu lihatlah apa yang akan ku lakukan padamu!"


Batin Qi Yan sembari mengibas bajunya dengan sangat kesal lalu pergi meninggalkan tempat itu.


Sementara Qinan menatap Chu Ye dengan tatapan tajam, sembari memperhatikan gerak geriknya, membuat putri Chu Ye sedikit canggung dan asing


"Apakah kau pelayan raja Qi Yan?" tanya Qinan pada sang putri dengan wajah sinis


"Aaha!" balas Chu ye dengan sedikit tersenyum


Mendengar hal itu Qinan begitu senang, apalagi ia bisa dekat dengan pelayan Qi Yan tentu saja nanti ia berkesempatan lebih dekat dengan sang pujaan hatinya itu


"Kau tau aku sangat benci pada putri Chu Ye, kenapa dia harus menikah dengan Qi Yan, lihat saja aku akan lebih dulu mendapatkan cinta Qi Yan!" Qinan berdecak dengan sangat kesal sembari menyungging bibir kecilnya itu


Chu Ye mendengar hal itu hanya diam saja lalu berusaha untuk tersenyum, di hatinya begitu terkejut mendengar perkataan dari Qinan membuatnya menjadi canggung dan salah tingkah


"Benarkah kau pelayan dari raja Qi Yan? Kalo begitu aku akan membantumu untuk keluar dari istana ini dan bertemu dengan keluargamu, kau tau raja Qi Yan adalah sahabat ku dari kecil jadi pasti dia akan mengabulkan permintaanku nanti." Qinan lagi-lagi dengan begitu semangat menjelaskan pada Chu Ye


"Apa? ja jadi kereta ini masuk ke dalam istana lagi?" tanya Chu Ye pada Qinan dengan begitu terkejut


"Halah kau jangan kuatir! Aku pasti akan membantumu untuk keluar dari istana ini nanti!" balas Qinan dengan wajah tersenyum lalu sedikit menepuk-nepuk bahu sang putri Chu ye

__ADS_1


Qinan masih saja menatap seluruh tubuh Chu Ye dengan begitu teliti, lalu sesekali ia memperhatikan gerak gerik sang putri itu


"Heh,, aku heran kenapa kau memakai pakaian yang berbeda? Sepertinya aku kenal pakaian ini, bukankah ini pakaian dari pelayan sang putri dari karajan dingin? Qinan menatap Chu Ye dengan curiga membuat Chu Ye merasa begitu canggung


" Hehe iya,, Aku adalah pelayan dari putri Chu Ye." balas Chu Ye sedikit menyengir kuda


"Kalo begitu turunlah dari sini! Kau musuhku!" balas Qinan dengan sedikit kesal lalu membelakangi wajah putri Chu ye


Mendengar hal itu Chu Ye bergegas dengan cepat turun dari kereta kuda itu, namun saat ia ingin melangkahkan kakinya untuk turun, tiba-tiba saja pengawal menutup pintu istana manor. Chu yang melihat pintu itu sudah tertutup ia kembali lagi masuk ke dalam kereta kudanya


Chu Ye merasa sangat takut, ia takut jika pulang kembali ke istana, raja pasti sangat marah. Salah satu cara untuk meredakan sang raja yaitu dengan meminta perlindungan dari Qinan


Dengan cepat ia membujuk Qinan agar ia tidak menurunkan dirinya dari kereta kudanya itu


"Nyonya,, tolong batu aku nyonya,, jika raja tau aku telah melarikan diri, sang raja pasti akan menghabisiku,, nyonya aku janji akan mengingat kebaikan nyonya seumur hidupku!" bujuk Chu Ye pada putri Qinan membuat Qinan sedikit kasian padanya


"Baiklah!" balas Qinan dengan sedikit memalingkan wajahnya


Di sisi lain Qi Yan dengan begitu kesal memerintahkan beberapa pengawal untuk mencari putri Chu ye di luar istana hingga kehutan sebelah utara


"Tambah lagi jumlah pengawal! Cepat temukan dia malam ini juga!" perintah sang raja pada jendral Feng sembari terus mondar mandir di ruang istana itu


"Baik laksanakan yang mulia!" balas jendral Feng sembari bergegas pergi dari ruang istana


Qi Yan mencoba untuk tenang namun entah kenapa pikirannya selalu saja pada Chu Ye membuatnya tidak nyaman melakukan apapun


Sementara Qinan telah sampai di kediaman sang raja, ia berlari ke ruang istana untuk menemui sang raja sementara Chu Ye di suruh untuk tetap berada di dalam kereta kudanya itu


"Mafkan kami tuan putri! Raja sedang tidak mengijinkan siapapun untuk masuk ke ruang istana, datanglah kembali besok!" ucap salah satu pengawal itu pada Qinan membuat Qinan merasa sedikit kesal


"Katakan padanya aku ingin menemuinya malam ini!" jelas Qinan pada pengawal itu sembari berdecak pinggang

__ADS_1


"Tuan putri! Raja sudah memberi perintah pada kami, bahwa ia tidak ingin menemui siapapun malam ini!" balas pengawal itu lagi sembari menyilangkan senjatanya di depan Qinan


Qinan awalnya merasa sangat kesal, selama ia berkunjung ke istana manor, belum pernah sang raja menolaknya untuk bertemu dengannya namun berbeda dengan sekarang, raja begitu tidak memperdulikan kedatangannya itu


Namun Qinan berusaha untuk memendam kekesalannya itu demi terlihat baik di depan sang raja. Ia kembali ke kereta kudanya untuk menemui Chu Ye dan mengajaknya untuk istirahat di tempat peristirahatannya


"Kau tau raja sangat jauh berubah semenjak bersama putri Chu Ye, ia tidak mau menemuiku malam ini! Lihat saja besok aku akan memberi perhitungan padanya!" ucap Qinan dengan memperlihatkan wajah marahnya


Chu Ye yang mendengar hal itu hanya tersenyum lalu memijit-mijit lembut bahu sang Qinan


"Baiklah kau jangan kuatir, besok aku akan bicara padanya! Sekarang kau tidur di bawah dan aku di atas!" lanjut Qinan lagi sembari menarik selimut lalu menjatuhkan tubuhnya ke atas kamar tidur itu


Chu Ye hanya mengangguk pelan lalu merebahkan tubuhnya di lantai, ia begitu kuatir dengan hari esok, entah bagaimana perlakuan Qi Yan terhadapnya nanti membuat mata Chu Ye tidak bisa terpejam. Sementara Qinan melanjutkan tidurnya dengan sangat pulas.


Begitu juga dengan sang raja, entah kenapa ia begitu kuatir pada istrinya itu, membuatnya terus saja mondar madir tampa henti.


"Yang mulia sebaiknya kau istirahat terlebih dahulu, ini sudah sangat larut!" ucap penasehat Ximing sembari menuangkan teh ke cangkir sang raja lalu menyuguhnya pada sang raja


"Apa sudah ada kabar dari jendral Feng, perihal putri Chu Ye?" tanya sang raja pada penasehatnya itu dengan wajah begitu serius lalu mengambil cangkir teh itu dari tangan penasehat Ximing


"Yang mulia, kami belum mendapatkan informasi apa-apa!" balas penasehat Ximing pada rajanya itu


Mendengar hal itu Qi Yan meletakkan kembali cangkir teh itu ke atas meja, ia menjadi semakin kuatir dengan keadaan sang putri membuatnya semakin tak karuan


"Baiklah aku akan mencarinya sendiri!" ucap sang raja dengan sedikit mengibas bajunya itu lalu melangkah pergi meninggalkan istana


"Tapi yang mulia!" Melihat sang raja sudah terlanjur pergi penasehat Ximing menghentikan bicaranya, ia tidak bisa menahan kehendak sang raja. Karena jika tidak maka sang raja akan sangat marah


Qi Yan menyuruh pengawal untuk mengambil kudanya lalu memacunya dengan sangat kencang keluar dari istana


"Dasar gadis bodoh! apa dia tidak berfikir sedikitpun tentang dirinya, hah dasar benar-benar bodoh!"

__ADS_1



__ADS_2