ISTRI SANG RAJA QI

ISTRI SANG RAJA QI
Chu Ye kepergok suaminya


__ADS_3

Qi Yan membawa istrinya itu ke dalam kamar pengantin lalu menghempaskan nya di atas tempat tidur dengan kasar, membuat Chu Ye sedikit menahan kesakitan


"Walah,, Walah,,,! Begitu tidak beruntungnya aku memiliki suami yang tidak punya hati seperti ini!"


Batin Chu Yee dengan sangat kesal, ia memandagi punggung suaminya itu, melihat Qi Yan membalikkan tubuhnya Chu Ye dengan cepat menutup bola matanya kembali, seperti orang yang masih koma


Qi Yan dengan kasar membuka penutup kepala dari pengantin wanitanya itu, lalu ia menatap istrinya dengan begitu dekat sembari sedikit tersenyum sinis, kemudian kembali membuang muka kesalnya


Chu Ye yang merasakan hembusan nafas seseorang yang mendekatinya begitu gugup dan takut, ia tidak berani melihat wajah pria yang ada di sampingnya itu


"Apa yang ingin di lakukan pria kejam ini padaku,,, Apa ia ingin memakan ku, atau merobek-robek kulit wajahku? Walah,, Walah habislah aku hari ini! Chu Ye,, Chu Ye kenapa kau bisa terjebak seperti ini"


Qi Yan berdiri dari tempat tidur itu, dengan sedikit menghentakkan kakinya lalu keluar dari kamar pengantin. Sementara Chu Ye yang mendengar Qi Yan keluar dari kamar seketika ia bangun dari tempat tidurnya.


"Haaah? Aku sudah bisa bergerak! Apakah ini mimpi?" ucap Chu Ye sembari mencubit dan menampar kecil wajahnya itu


"Ternyata aku tidak mimpi, aku benar-benar sudah bisa bergerak,, baguslah, sekarang aku bisa pergi secepatnya dari sini!" ucap Chu Ye lagi sembari turun dari tempat tidur pengantinnya itu


Baru saja Chu Ye ingin turun dari tempat tidur itu, tiba-tiba saja tiga orang perempuan memakai baju yang sama masuk kekamar pengantin itu, sembari membawa baju dan perlengkapan lainnya


"Nyonya kau sudah bangun?" tanya salah satu wanita itu dengan wajah senang


"Tunggu! Jangan mendekat! Siapa kalian?" tanya Chu Ye dengan wajah binggung


Chu Ye menjauh dari ketiga perempuan yang menghadap ke arahnya itu.


"Walah,, Walah,,, Jangan-jangan ini monster yang ingin menyantap hidup-hidup daging ku, ini tidak bisa di biarkan! Aku harus cari cara untuk kabur dari tempat ini!"


Chu Ye sempat mendengar dari seseorang saat ia masih berada di salah satu kota di istana dingin, ia mengatakan bahwa raja Qi adalah seorang monster yang menyamar menjadi raja manusia.


"Nyonya kami di suruh sang raja untuk melayani nyonya!" balas salah satu pelayan itu dengan kepala menunduk


"Kalian Akan pergi, atau aku akan bunuh diri di sini!" ucap Chu Ye sembari mengambil peniti kepalanya lalu sedikit menusuk lehernya itu

__ADS_1


Pelayan itu begitu cemas, Ia menunduk lalu dengan pelan beranjak keluar dari kamar sang pengantin


"Ahhhh,,, syukurlah akhirnya wanita monster itu pergi juga, ternyata akting ku mau bunuh diri bagus juga." Gumam Chu Ye sembari tersenyum lalu melipat kedua tangannya dengan sombong


Chu Ye bergegas ke arah pintu, lalu mengintip dari pintu ke luar. Ada beberapa orang sedang berjaga di depan pintu kamarnya.


"Ahhh sial, mengapa selalu ada prajurit di tempat ini! Pasti monster itu yang menyuruhnya berjaga-jaga! Bagaimana aku bisa keluar dari sini?


Chu Ye menutup pintu pelan-pelan, ia terus saja mondar mandir mencari solusi, bagaimana cara ia bisa keluar dari kamar itu


Chu Ye menoleh kesamping kiri kamar, ia melihat sebuah jendela kecil di kamar itu, jendela itu tertutup rapat namun tidak di kunci.


"Akhirnya aku menemukan juga jendela keberuntungan ini!" gumam sang ratu kerajaan itu sedikit menepuk-nepuk tangannya


Ia dengan pelan membuka jendela itu, dan melihat kebawah, Chu Ye begitu terkejut saat melihat kamar yang ia tepati begitu tinggi


Kemudian Ia melihat pemandangan yang begitu indah, hutan yang begitu lebat dan rimbun membuatnya semakin terosebsi untuk kabur


"Walah walah,,, tinggi sekali kamar ini,,! Aku akan mati jika terjun dari sini!" ucap Chu Ye dengan sedikit mengigit jari telunjuknya.


"Aku menemukan ide! Hah akhirnya sebentar lagi aku bisa pergi dari sini dan pulang ke istana dingin."


Chu Ye mengambil kelambu yang terpasang di kamar pengantinnya itu, lalu mengikatnya satu sama lain hingga terbentuk seperti tali, lalu ia mengikatnya di tiang yang berada di sudut kamar itu, setelah itu ia merentangkan kelambu tersebut ke bawah hingga mengenai tanah


Setelah selesai Chu Ye kembali berdiri dan mempersiapkan diri untuk kabur dengan menuruni tali itu ke bawah


"Selamat tinggal raja monster yang kejam! Aku akan pergi dan kalian tidak akan bisa menemukan ku lagi!" ucap Chu Ye dengan gembira lalu mulai menggenggam tali kelambu itu dan turun kebawah


Sementara Qi Yan yang sedang berada di luar istana memerintahkan prajuritnya untuk menanam beberapa biji pohon di sekitar beton istana


"Bagaimana menurutmu dengan tanaman ini jendral Feng?" Tanya raja Qi Yan pada jendralnya itu


"Yang mulia ini sangat bagus sekali, mengingat sekitaran istana rawan longsor pohon ini sangat membantu untuk mencegah lonsor di kemudian hari." balas jendral Feng sembari mengikuti sang raja beberjalan ke tempat selanjutnya

__ADS_1


Raja dan jendral itu asik berbincang sementara Chu Ye hampir sampai kebawah.


"Digit lagi,, aku harus menahan rasa sakit ini demi kebebasan, daripada harus mati sia-sia." ucap Chu Ye sedikit mengelitik jari-jarinya nya yang memerah


Raja Qi Yan yang melihat ada kelambu dengan sedikit binggung lalu melirik ke atas, benar saja Ia melihat istrinya itu turun dari atas melewati tali kelambu, Qi Yan yang menyadari kalau istrinya itu ingin melarikan diri hanya mengeleng kesal.


"Apa yang di lakukan perempuan konyol ini!" geram raja Qi sembari membuang biji tanaman yang berada di tangannya itu dengan kesal. Sementara jendral Feng yang melihat hal itu hanya bisa diam, di dalam hatinya sedikit tertawa melihat putri Chu Ye kepergok suaminya sendiri saat ingin melarikan diri.


Qi Yan berdiri dengan melipat tangannya menunggu Chu Ye sampai ke bawah, sementara Chu Ye masih bersusah payah berusaha untuk turun.


Chu Ye yang menyadari ada seseorang yang menunggunya di bawah begitu terkejut, ia kembali menarik talinya ke atas, namun sayang putri Chu Ye sudah kehabisan tenaga


"Walah,, walah,, bagaimana ini, mereka akan menangkapku lagi!" gumam Chu Ye dengan wajah penuh ketakutan


"Cepat turun!" gertak Qi Yan pada Chu Ye, membuat Chu Ye semakin ketakutan


"Iya,, iya!" balas Chu Ye berusaha sedikit tersenyum


Akhirnya Chu Ye menyerah juga, Ia turun dari atas berdiri tepat di depan raja Qi Yan. Qi Yan menatapnya dengan geram seakan ingin menerkam seperti singa melihat mangsanya


Chu Ye yang tidak mengenali suaminya itu hanya tersenyum seperti orang yang tidak membuat kesalahan apapun


"Baiklah baiklah,, aku sudah turun! kau tau siapa aku! Aku adalah istri sang raja Qi Yan, jika aku memberi tahunya, kau sedang mengangguku disini. kau akan di makan hidup-hidup!" ucap Chu Ye berlagak sombong sembari melipatkan tangannya


"Baiklah baiklah,, kali ini aku akan memaafkan mu, tapi kau harus memberitahuku jalan menuju istana dingin, karna jika tidak suamiku akan membunuh dan memakan mu hidup-hidup!" lanjutnya lagi sembari menunjuk sinis ke arah Qi Yan


Qi Yan hanya mengangguk kesal dengan ancaman istrinya itu, sementara jendral Feng berusaha menahan tawanya, dengan tingkah konyol sang ratunya itu.


"Jendral Feng! bawa ratumu ini kembali ke kamar, aku akan melihat bagaimana raja Qi Yan memakanku hidup-hidup!" titah sang raja dengan sedikit sinis, sembari memperlihatkan wajah kesalnya itu.


"Baik!" ucap jendral Feng pada Qi Yan


"Beraninya kau,,!" Bentak Chu Ye dengan menunjuk kasar ke arah Qi Yan

__ADS_1


Jendral Feng dengan cepat memborgol ratunya itu lalu membawanya kembali ke kamar pengantin itu.


"Lepaskan aku! Kau akan menyesal melakukan ini padaku!" teriak Chu Ye sembari meronta-ronta


__ADS_2