ISTRI SANG RAJA QI

ISTRI SANG RAJA QI
Chu Ye di bawa pergi dari sang raja


__ADS_3

Qi Yan mengenggam tangan Chu Ye lalu berjalan menjauh dari kuda itu


"Kau tunggu di sini! aku akan mengikat kuda ini lebih dulu"


Chu ye hanya mengangguk lalu sedikit berjalan ketepi jurang dan duduk di sana sembari memandang pemandangan sekitar, ia menatap ke bawah dan melihat beberapa rusa yang asik memakan rumput di sana, sementara Qi Yan mengikat kudanya di salah satu akar pohon.


Tak lama setelah itu Qi Yan kembali lagi, ia duduk di sebelah istrinya namun mereka saling diam dan tak bicara sepatah katapun


"Aku mempercayai mu kali ini, tolong maafkan aku!" Qi Yan tiba-tiba membuka percakapan, membuat Chu Ye yang tadinya melamun menjadi buyar


"Apa? Chu Ye apa kau tidak bermimpi! Dia meminta maaf padamu,,, raja monster ini, sungguh pintar bersendiwara! dia pikir aku semudah itu mempercayainya, aku tau kau hanya berpura-pura. setelah ini kau pasti akan melakukan begitu banyak kekejaman lagi padaku!"


Batin Chu Ye dengan begitu kesal, ia begitu membencinya namun ia berusaha tetap tersenyum ke arah Qi Yan, ia berusaha untuk berpura-pura memaafkan Qi Yan kali ini, agar raja monsternya itu tidak kambuh lagi, dan bisa lolos dari cengkramannya


"Baiklah!" balas Chu Ye dengan wajah tersenyum sembari menatap wajah suaminya itu, kebetulan Qi Yan juga menatap ke arahnya, Chu yang menyadari bahwa mereka saling bertatapan dengan cepat membuang mukanya seakan-akan tidak perduli


Entah kenapa wajah Chu Ye tiba-tiba memerah membuatnya salah tingkah di hadapan sang rajanya itu, namun berbeda dengan Qi Yan yang masih terlihat dingin dan tidak merasakan apa-apa di antara mereka


"Ada apa denganku?" Batin Chu Ye dengan duduk tidak nyaman


Keduanya saling diam dan kembali hening, seakan-akan mereka tidak mengenal satu sama lain, namun sesekali Chu Ye menatap wajah suaminya itu lalu membuang muka kembali dengan cepat


***


Drak Drak drak


"Berhenti!"


Seseorang datang menghentikan kudanya tepat di mana Qi Yan dan Chu Ye sedang menikmati pemandangan itu


"Beraninya kau membohongi ku!" teriak Ji Feng sembari menghentikan kudanya lalu turun mendekati Qi Yan dan Chu Ye


"Ji Feng?" ucap Chu Ye pada saudara laki-lakinya itu lalu bergegas lari ke arahnya, sementara Qi Yan hanya menatap Ji Feng dengan wajah datar


Tak lama kemudian jendral Feng menyusul sang raja dengan kudanya, ia sedikit terkejut melihat kedua pangeran itu saling bertatapan sangat tajam, tatapan kedua pangeran kerajaan itu sepertinya telah mulai berapi-api dan siap membakar siapa saja yang mencoba melerainya

__ADS_1


"Yang mulia?" jendral Feng menghentikan pembicaraannya, karena ia melihat wajah pangeran Ji Feng yang begitu marah


"Beraninya kau berbohong tentang kesembuhan adikku padaku!" bentak pangeran Ji Feng pada raja Qi Yan dengan wajah begitu marah


"Tuan Ji Feng! putri Chu Ye baru saja bangun dari komanya! Tidak ada yang membohongi mu!" balas Qi Yan dengan sedikit menatap tajam ke arah pangeran Ji Feng


"Ji Feng, Qi Yan benar!" balas Chu Ye pada saudara laki-lakinya itu


Chu Ye terpaksa harus berbohong pada Ji Feng, karena ia tidak mau Qi Yan melakukan sesuatu yang tidak di inginkan padanya. Sementara Ji Feng yang mendengar hal itu sedikit meredam kekesalannya


"Baik! sekarang adikku sudah sembuh! Aku akan mmembawa adikku pulang ke perbatasan bersamaku!" ucap pangeran Ji Feng sembari menatap wajah saudari perempuannya itu kemudian menariknya ke arah kuda


"Ayo!" pangeran Ji Feng menarik adiknya itu ke arah kuda, sementara Chu Ye masih menatap Qi Yan, ia takut Qi Yan akan melakukan sesuatu pada saudara laki-lakinya itu


"Chu Ye, apakah kau mau ikut dengannya?" ucap Qi Yan dengan wajah tenang membuat langkah Chu Ye sedikit terhenti


"Adik jangan dengarkan dia, ayo kita pergi dari sini!" ucap pangeran Ji Feng pada saudara Perempuannya itu, sementara Chu Ye hanya mengangguk saja dan masih menatap ke arah Qi Yan dengan wajah sedikit kuatir dan bingung


Pangeran Ji Feng terus menarik saudarinya itu lalu mengendongnya untuk naik ke kereta kuda, ia mulai memacu kuda itu menjauh dari tempat tersebut. Sementara Qi Yan hanya melihatnya tanpa bertindak apa-apa. Qi Yan menatap tubuh istrinya itu yang semakin menjauh darinya.


"Yang mulia, kenapa kau membiarkan putri Chu Ye pergi? Bukankah statusnya masih sebagai istrimu?" ucap jendral Feng sembari mendekati rajanya itu dengan sedikit heran


Wajar saja jika jendral Feng begitu heran, ia belum pernah melakukan kesalahan itu pada istri sebelumnya, dulu ia begitu kejam jangankan memberinya kebebasan, setiap detik kehidupan di perhitungkan, bahkan bertemu keluarganya saja tidak di perbolehkan dan terus menyiksanya hingga nafas terakhir. Tetapi saat bersama putri Chu Ye ia begitu memberinya kebebasan, bahkan membiarkan istrinya pergi begitu saja bersama saudara laki-lakinya. Jadi wajar saja jendral Feng mempertanyakan hal itu.


"Jendral Feng! Aku pikir saat ini akan lebih baik membiarkan putri Chu Ye pergi, ia masih sedih, biarkan putri Chu Ye beberapa waktu bersama saudaranya itu, besok kita akan menjemputnya kembali!" balas sang raja sembari naik ke atas kuda dan memacunya dengan sangat cepat menuju kota manor, kemudian di susul oleh jendral Feng di belakangnya yang tak kalah cepat.


"Ini benar-benar aneh! ada apa dengan yang mulia?"


Batin jendral Feng sembari terus saja memacu kudanya itu dengan sangat cepat


Sementara pangeran Ji Feng telah memasuki kediamannya, ia turun dari kudanya kemudian membantu saudari perempuannya itu untuk turun dan membawanya masuk ke dalam


"Apa kau tinggalkan di sini?" tanya Chu Ye dengan begitu senangnya


"Masuklah, aku akan memperlihatkan sesuatu padamu!" ucap pangeran Ji Feng mempersilahkan saudari perempuannya itu untuk masuk kekediamannya itu

__ADS_1


Chu Ye berlari masuk dengan senangnya lalu duduk di atas kursi dengan sedikit mengangkat kakinya ke atas meja. Ialu ia memejamkan matanya dengan sedikit rileks


"Wah Ji Feng, apa ini rumahmu? sungguh indah, kau begitu hebat!" ucap Chu Ye dengan hati yang begitu senang dan gembira, matanya liar kekiri dan kanan menatap keseluruh ruangan itu


"Apa kau belum makan?" tanya Ji Feng pada saudarinya itu, Chu Ye hanya menggelengkan kepalanya lalu menatap beberapa benda mewah yang ada di sudut ruangan.


"Hidangkan semua makanan di atas meja!" perintah Ji Feng pada beberapa pelayan di kediamannya itu


Beberapa pelayan bergegas kedapur dan memilih beberapa makanan enak lalu menghidangnya di meja makan


"Nanti saja duduknya, mari ikut denganku!" Ji Feng sedikit menarik tubuh saudari perempuannya itu dan membawanya kemeja makan


"Wah,, wah!" Chu Ye dengan cepat mengambil piring lalu memasukkan semua jenis makanan itu ke dalam piringnya, lalu memakannya dengan sangat lahap


"Adik,, pelan-pelan makannya!" ujar pangeran Ji Feng dengan sedikit tercengang dan kuatir


Bagaimana tidak, Chu Ye yang dulu tidak begitu peduli dengan makanan sekarang begitu lahapnya bahkan seperti orang yang tidak pernah mencicipi makanan enak


"Dimana kau mendapatkan makanan begitu enak?" tanya Chu Ye dengan sedikit buru-buru menyantap makanan itu


"Apa raja Qi Yan tidak pernah memberimu makanan lezat?" selidik saudara laki-lakinya itu sembari menatap wajah saudari perempuannya dengan kasihan


"Kau bicara apa Ji Feng? raja monster itu sangat kejam! jangankan makanan lezat seperti ini, di beri kesempatan hidup saja aku sudah berterima kasih padanya!" balas Chu Ye sedikit melototkan matanya lalu kembali menyuapi makanan itu ke mulutnya dengan sangat lahap


Ji Feng yang mendengar hal itu hanya terdiam sembari menatap wajah saudari perempuannya itu dengan mata berkaca-kaca, di hatinya begitu teriris mendengar perkataan dari saudari perempuannya itu, ia tidak menyangka orang yang paling ia sayang menjadi korban kekejaman seorang raja pembunuh, dan ia tidak bisa melakukan apa-apa.


"Aku tidak akan membiarkan mu menderita lagi! kau sudah cukup menderita selama ini, sekarang tidak lagi, aku akan membawamu bersamaku, apapun yang terjadi aku akan menghadapinya, bahkan ayah sekalipun!"


Batin Ji Feng yang sedari terus saja menatap wajah saudari perempuannya itu, sementara Chu Ye masih sibuk menyantap makanan itu begitu lahap lalu kembali mengambil beberapa makanan lagi dan memasukkan kedalam piringnya dan menyantapnya kembali hingga ia bener-bener kenyang


"Ahhhhh aku kekenyangan, kenapa jadi sulit berdiri begini."


"Aku akan membantumu!" Ji Feng bergegas ke arah saudari perempuannya itu lalu membantunya untuk berdiri dan membawanya duduk di kursi


"Kau boleh istirahat sesukamu di sini!" ucap Ji Feng sedikit tersenyum menatap saudarinya itu dan berlalu pergi

__ADS_1


__ADS_2