
Drakkk
Pintu menuju ruang eksekusi bawah tanah itu di buka, sang raja bersama jendral nya masuk ke dalam lalu mulai mendekati putri Chu Ye, melihat hal itu putri Chu Ye begitu sangat ketakutan
"Jendral Feng! tanyakan pada tuan putri apakah ia sudah merubah pikirannya atau belum?" titah sang raja dengan wajah acuh lalu menatap ke langit-langit ruang eksekusi bawah tanah itu
"Baik yang mulia!"
"Tuan putri Chu Ye, dengarkan aku kali ini saja! tidak ada yang lebih baik dari kejujuran. Aku harap kali ini kau bisa jujur dan menyelamatkan dirimu dari kematian ini!" ucap jendral Feng pada putri Chu Ye dengan wajah penuh kasihan
"Apa yang kau katakan jendral? aku sama sekali tidak mengerti apa maksud kalian!"
"Yang mulia,, aku menikah dengan mu dalam keadaan tidak sadar, lalu aku sembuh tanpa tahu apa-apa, ayahku telah membohongiku menikah dengan mu, setelah aku berada di manor kau selalu berlaku buruk padaku, jika kau tidak menginginkan ku lalu kenapa kau tidak membiarkan ku pergi? kenapa kau selalu menyulitkan ku?" Chu Ye menghapus air matanya lalu berdiri menatap wajah Qi Yan dengan tatapan sayu, sementara Qi Yan hanya diam mendengar perkataan dari istrinya itu
Qi Yan membalikkan tubuhnya lalu kembali menatap wajah istrinya itu dengan tatapan yang masih memendam begitu banyak dendam
"Kau tahu! Aku adalah seorang raja yang tidak pandai berbelas kasih! pertanyaan itu tidak pantas kau tanyakan padaku! sebaiknya kau tanyakan pada ayahmu, kenapa ayahmu mengantarmu kesini dan menikah dengan ku! Aku tidak pernah menginginkan mu untuk tinggal disini ataupun menikah dengan ku! ayahmulah yang bersikeras melakukan pernikahan ini. Sekarang kau pikirkan sendiri, jika ayahmu mengantarmu kesini pasti ada maksud dan tujuan tertentu bukan? maksud dan tujuan itu hanya kau yang tahu!" balas sang raja tak kalah sengit dan terus menerus menatap tajam mata istrinya itu
"Bohong! jika kau bukan menginginkan ku kenapa kau datang ke istana dingin dan memberi begitu banyak mahar?"
"Melihat kerja keras ayahmu ingin menikahi mu dengan ku, aku berfikir kenapa tidak di manfaatkan saja, semua yang ku lakukan itu hanya demi keuntungan pribadi! Sekarang kau mukin paham apa maksudku itu!"
"Jendral Feng! rantai kaki tuan putri dan segera hidupkan mesinnya! biarkan rantai ini menariknya masuk kedalam dan menghancurkan tulang benulang di tubuhnya!" titah sang raja kembali membelakangi istrinya itu
"Ta tapi yang mulia?"
"Lakukan perintahku!" bentak sang raja pada Jendralnya itu
"Baik yang mulia!" balas jendral Feng sembari menatap wajah Chu ye dengan penuh kasihan
__ADS_1
Jendral Feng melangkah ke arah di mana rantai itu di letakkan, lalu membawanya di hadapan putri Chu Ye kemudian mengikat tali rantai itu tepat di pergelangan kaki istri sang raja itu. Chu Ye yang melihat hal itu dengan cepat menarik kakinya, namun di tangkap dengan cepat oleh jendral Feng.
"Hentikan!" ucap seseorang tiba-tiba datang dari arah pintu kemudian di susul begitu banyak bala tentara di belakangnya lalu mengepung sang raja dan jendral itu
"Beraninya kau melakukan itu pada adikku!"
"Ji Feng?" gumam chu Ye sembari berdiri dan mencoba lari ke arah saudara laki-lakinya itu namun di tarik kembali oleh sang raja dengan sangat kasar
"Pangeran Ji Feng, beraninya kau masuk kesini!" teriak Qi Yan dengan wajah sinis penuh amarah, sementara jendral Feng dengan cepat mencabut pedang dari pinggangnya lalu mencoba menyerang pangeran Ji Feng, namun niatnya untuk menyerang di urungkan oleh sang raja
"Pangeran Ji Feng! Kau tiba-tiba datang kesini tentu punya tujuan bukan? hal penting apa yang membuat mu sampai kesini?" Tanya sang raja sedikit mendelikkan matanya
"Tidak ada yang lebih penting selain keselamatan adikku!" balas Pangeran Ji Feng dengan sangat marah lalu mendekati saudarinya itu dan menarik tangannya untuk membawanya pergi.
"Pangeran Ji Feng sudah berapa kali ku peringatkan padamu, Chu Ye adalah istriku! apapun yang ingin aku lakukan padanya itu telah menjadi hak ku bukan lagi urusan mu!" Qi Yan kembali menatap wajah kedua saudara itu dengan begitu tajam
"Sekali lagi ku katakan, jangan ikut campur urusanku!" teriak Qi Yan dengan mata memerah, api di dalam jiwanya telah nyala dan siap membakar siapapun yang berusaha menghalangi niatnya
"Jika itu menyangkut keselamatan adikku, maka aku terpaksa harus ikut campur dalam urusan mu!" balas Pangeran Ji Feng tak kalah kerasnya, membuat Qi Yan semakin marah dan murka
Qi Yan mencabut pedang dari pinggangnya begitu juga dengan pangeran Ji Feng, keduanya telah bersiap untuk bertarung.
"Kau jangan ceroboh Ji Feng raja Qi Yan bukan tandingan mu, kau akan mati jika bertarung dengannya!" ucap Chu Ye pada saudara laki-lakinya itu dengan wajah cemas dan takut, seluruh tubuhnya berkeringat dingin membuatnya semakin ketakutan
"Kau jangan kuatir adik, bagaimanapun caranya aku akan membawamu keluar dari sini!" bisik pangeran Ji Feng pada saudari perempuannya itu
"Tidak Ji Feng, nyawamu lebih berharga dariku, kau tidak boleh mati! pergilah dari sini! mungkin inilah jalan takdirku, aku harus menerimanya."
"Apa yang kau katakan adik! aku tidak akan meninggalkan mu, cepatlah keluar aku akan melawan raja Qi Yan, aku berjanji akan menyusulmu nanti."
__ADS_1
Sreng,,
Suara pedang Qi Yan mendarat di hadapan pangeran Ji Feng, namun dengan cepat di tangkis olehnya. kedua pangeran itu akhirnya bertarung hebat, sementara jendral Feng tak kalah sengit melawan prajurit dari istana dingin itu.
Setelah beberapa menit pertarungan akhirnya Ji Feng mulai kewalahan, menangkis jurus yang terus menerus menyerangnya
Brak,,,
Pangeran Ji Feng terlempar ke dinding lalu tersungkur ke tanah, mulutnya mulai mengeluarkan darah namun ia masih berusaha untuk bangkit dan menyerang, namun lagi-lagi ia terpelanting dan membuatnya tidak mampu berdiri lagi
Sreng,,
Suara pedang sang raja mendarat tepat di leher pangeran Ji Feng, melihat hal itu Chu Ye begitu terkejut dan berlari turun menghentikan pertengkaran itu.
"Hentikan! Aku mohon jangan bunuh Ji Feng, dia tidak bersalah apa-apa. Yang mulia kau boleh membunuhku asalkan kau melepaskan Ji Feng! di hari kematianku aku bermohon pada mu untuk terakhir kalinya." teriak Chu Ye dengan sangat keras, sembari berlutut di hadapan suaminya itu
"Adik! apa yang kau katakan! aku menyuruhmu untuk pergi, kenapa kau kembali!" bentak pangeran Ji Feng pada saudari perempuannya itu
"Jika kau tidak bisa meninggalkan aku sendiri, kenapa aku harus menggalkan mu?" balas Chu Ye dengan suara serak. membuat Ji Feng menjadi tersenyum
Seketika Ji Feng mengingat masa kecilnya, di waktu mereka diam-diam keluar dari istana dan bermain di hutan, saat pulang ayahnya memarahi mereka, karena Ji Feng yang mengajak Chu Ye tentu Ji Feng yang bertanggung jawab atas kesalahan itu dan mendapatkan hukuman dari sang ayah. Namun saat ayahnya ingin memukuli Ji Feng, Chu Ye ikut berlutut di hadapan sang ayah, dan meminta sang ayah untuk memukulinya juga, sehingga sang ayah menjadi luluh dan mengurungkan niatnya untuk menghukum mereka
"Bodoh, kau tidak pernah berubah, sama saja seperti dulu!" ucap Ji Feng dengan nada kesal lalu kembali memuntahkan darah dari mulutnya
Sementara Chu Ye menghapus air matanya lalu berdiri di hadapan sang raja dan menatapnya dengan sangat geram
"Lepaskan Ji Feng, setelah itu silakan kau bunuh aku!" ucap Chu dengan wajah geram dan marah, ia menatap suaminya itu dengan sangat tajam dan penuh amarah
"Siapa bilang kalian bisa lepas? kebetulan sekali keduanya sudah datang kesini, aku bisa apa,,selain menyeret kalian berdua masuk kedalam mesin penggilingan ini!" ucap Qi Yan dengan sedikit tertawa sinis
__ADS_1