
Drak drak drak
Bunyi sepatu Chu Ye berjalan ke ruang istana, Chu Ye mencoba melangkah pelan-palan. Semua para tamu dari berbagai kerajaan berdiri dan memberi hormat, lalu duduk kembali di tempatnya nasing-masing
Sebelumnya Chu Ye tidak pernah berpakaian seperti itu, Chu Ye biasanya memakai pakaian istana dingin yang simpel dan tidak ribet.
Namun saat di istana manor kenyataan berubah delapan puluh derajat. Di istana manor Chu Ye di paksa memakai gaun yang panjangnya dua meter hingga gaun itu terlihat menyapu lantai, tak hanya itu Chu Ye juga di suruh untuk memakai sepatu kaca yang begitu licin. membuat Chu Ye begitu kesulitan saat berjalan
"Ada apa dengan pakaian ini, kenapa kaki ku malah terlilit! Kalo begini bagaimana mungkin aku bisa berjalan! Monster itu memang sengaja membuatku kesulitan begini!"
Batin Chu Ye sembari mencoba menarik sedikit gaunnya ke atas lalu mulai berjalan dengan pelan sembari memberi senyum bak seorang ratu yang anggun
"Wah cantik sekali ratu sang raja QI Yan ini" ucap salah satu dari para tamu
"Sempurna" tambah yang satunya lagi sembari menatap Chu Ye dengan mata berkaca-kaca
Chu Ye yang mendengar itu hanya tersenyum simpul dengan pujian para tamu, kemudian terus berjalan ke singasana sang raja
Saat Chu Ye ingin menaiki tangga, tiba-tiba saja kakinya ke pleset membuatnya hampir tersungkur kebelakang
Melihat Chu Ye yang hampir jatuh tersungkur ke belakang, Qi Yan yang berada di singasana dan sedari tadi memperhatikan gerak gerik istrinya itu dengan cepat terbang dan melayang ke arah istrinya lalu menarik tangan Chu Ye kemudian menggendongnya naik ke singasana, membuat semua tamu kerajaan bersorak sorai dan tepuk tangan.
"Romantis sekali!"
"Ya ampun, mereka berdua sangat serasi."
"Ngak nyangka ternyata sang raja romantis juga."
__ADS_1
"Ya jelaslah, ratunya cantik begitu. Raja mana yang ngak klpek-klpek jadinya."
Qi Yan tidak menghiraukan semua perkataan dari para tamu itu, ia terus berjalan menuju singasana lalu menurunkan Chu Ye dengan sangat lembut sembari merapikan kembali rambut istrinya itu. Sementara Chu Ye hanya tertegun dan begitu kaku melihat perlakuan suami monsternya itu
"Apa kau sengaja merusak reputasiku, agar aku di tertawakan semua tamu di istana ini, karena memiliki istri bodoh sepertimu? Hah terkadang aku berpikir, kau ini seorang putri raja atau perempuan rongsokan yang bodoh dan tidak tau apa-apa?" bisik Qi Yan kepada istrinya itu dengan sedikit tersenyum lalu mengikat kembali tali gaun di punggung istrinya itu yang sempat terlepas, lalu dengan bersahaja kembali duduk ke singasananya.
Setelah selesai membahas beberapa topik mengenai wilayah dan kota, semua para tamu di hidang dengan beberapa jamuan dan makanan tak lupa ia meletakkan arak di setiap meja para tamu kerajaan yang datang
Sementara Chu Ye yang mendengar perkataan sang raja hanya diam saja sembari menatap rajanya itu dengan wajah penuh kekesalan. Qi Yan menyodorkan beberapa makannan di bibir istrinya itu dengan sangat lembut, ia berusaha terlihat seperti sepasang suami istri yang akur dan bahagia
"Dengar! Besikaplah baik, sadarlah dengan posisimu sekarang! Buang wajah jlek mu itu dan berhentilah memandang ku seperti itu!" bisik Qi Yan pada istrinya itu lalu kembali menyodorkan sepotong apel di mulutnya
Chu Ye begitu kesal mendengar perkataan suaminya itu dengan kasar ia mengengam erat tangan Qi Yan lalu menyodorkan tangan Qi Yan ke mulutnya
Chu Ye melahap apel di tangan rajanya itu, tak lupa ia mengigit sedikit jari sang raja, membuat raja sedikit meringis kesakitan. Namun raja tetap menahan rasa sakitnya demi menjaga martabat dan harga dirinya sebagai seorang raja yang bersahaja
Batin Qi Yan dengan sedikit mengibas baju lalu meletakkan tangannya ke atas meja dengan bersahaja
"Hah kau rasakan ini monster kejam! Beraninya kau mengancamku!"
Gumam Chu Ye sembari sedikit tersenyum sinis ke arah Qi Yan, lalu mengambil satu potongan apel dan menyuapkan pada suaminya monsternya itu
Qi Yan menatap mata Chu Ye dengan tajam lalu tersenyum ke arah istrinya itu, kemudian ia Mengenggam tangan Chu Ye dengan lembut sembari mengambil apel itu dengan mulutnya, membuat semua para tamu semakin percaya bahwa Chu Ye dan raja QI Yan adalah pasangan yang sangat bahagia.
Suami istri itu berusaha keras agar terlihat bahagia di depan para tamu kerajaan, meskipun mereka berdua sangat-sangat tersiksa dan merasa di dalam neraka.
Setelah selesai acara jamuannya, kini tiba saat-saat yang paling di tunggu oleh seluruh angota kerajaan, yaitu minum arak bersama
__ADS_1
Acara minum arak bersama sudah menjadi tradisi turun temurun di setiap kota, karena mengingat cuaca yang selalu dingin maka arak di jadikan sebagai penghangat tubuh bagi seluruh rakyat manor dan sekitarnya jaman dulu
"Mari bersulang!" ucap raja QI Yan pada seluruh tamu undangan
Qi Yan menuang arak ke dalam cangkir kecil lalu menyuapi istrinya itu dengan tersenyum ramah, kemudian sebaliknya Chu Ye menyuapi balik gelas bekas minumnya itu kepada sang raja
Malam itu Chu Ye minum terlalu banyak hingga ia menjadi mabuk dan mulai ngebleng.
"Hentikan! Kenapa kau minum begitu banyak!" ucap Qi Yan sembari merebut kendi arak di tangan istrinya itu
"Kenapa kau melarangku, apa kau peduli padaku? Kau tidak mengerti perasaanku, kau adalah monster yang sangat kejam dan tak punya hati heheh!" balas Chu Ye sembari mencoba untuk berdiri namun terjatuh kembali
Qi Yan yang melihat istrinya itu mulai ngebleng dengan cepat mengangkat tubuhnya dan menggendongnya menuju ke taman belakang
"Dasar tidak pandai menjaga diri! Kau hampir saja merusak martabatku dengan omong kosong mu itu!" Bentak Qi Yan dengan nada sangat kesal lalu terus menggendong istrinya itu
"Heh,,, dengarkan aku monster kejam, katakan padaku kenapa kau membantuku tadi,,, heheh aku tau kau mulai menyukaiku bukan,, helehhh dengarkan aku monster, aku sangat membencimu,, sangat sangat membencimu,,, aku membencimu,,,!!!!!!!!!! " ucap Chu Ye terus saja mengigau, namun tidak di hiraukan oleh Qi Yan. Ia terus saja mengendong istrinya itu hingga kekamarnya
Brak!
Qi Yan menghempaskan tubuh Chu Ye ke atas tikar, lalu mengikat kedua tangannya, sehingga Chu Ye tidak bisa bergerak dan melakukan apa-apa lagi selain mengoceh
"Kenapa kau begitu kejam monster! Apakah kau tidak punya hati sedikit pun,, kau membuatku,,, membuatku,, heheheh." Chu Ye terus saja mengoceh tak karuan membuat sang raja begitu jengkel
"Hentikan omong kosong mu itu dan tidurlah! Atau kupatahkan lehermu nanti!" balas Qi Yan sedikit mengeratkan ikatan di tangannya membuat Chu Ye meringis kesakitan.
Qi Yan meninggalkan istrinya itu di kamar belakang istana sendirian lalu mengunci pintu erat-erat. ia bergegas kembali ke ruangan istana lalu kembali berkumpul dengan tamu kerajaan
__ADS_1
"Mari bersulang!"