
"Mari ikut denganku!" ucap Ji Feng sembari menarik tangan saudarinya itu dan membawanya ke salah satu kamar yang dari dulu di rahasiakan, Sebelumnya kamar itu tidak di perbolehkan siapapun masuk oleh Ji Feng
"Wah?! Ji Feng! kamar untuk siapa ini, ya Tuhan mewah sekali." Chu Ye berdecak kagum melihat kamar yang begitu mewah dan indah, semuanya tersesun rapi
Chu Ye masuk kedalam kamar yang lumayan besar itu dengan langkah sedikit pelan, lalu tiba-tiba saja matanya tertuju pada beberapa Guci mewah yang terpajang rapi di meja rias
"Wah Ji Feng, ini benar-benar cantik sekali!" Chu Ye lagi-lagi berdecak kagum, sementara Ji Feng hanya diam dan memperhatikan saudarinya itu dengan wajah sedikit tersenyum
Chu Ye kembali menoleh ke tempat lain, ada begitu banyak barang mewah yang di lapisi emas dan berlian, membuat Chu Ye lagi-lagi semakin berdecak kagum
Ji Feng berjalan ke arah lemari kamar itu lalu ia sedikit mengaruk saku bajunya untuk menggambil kunci yang ada di sana kemudian membuka pintu lemari itu dengan sedikit pelan. Ia mengambil beberapa kotak yang telah tersusun rapi dan membawa kotak itu ke atas meja
"Berhentilah melihat itu, ayo ikut denganku!" ucap Ji Feng sembari menarik lembut tangan saudarinya itu ke salah satu kursi yang ada di sana
Ji Feng membuka satu kotak pertama ia mengeluarkan beberapa susuk rambut berlapis emas dan berlian. kemudian ia membuka dua kotak lagi yang berisi gelang dan anting, semuanya berlapis emas dan berlian.
Chu Ye yang melihat hal itu begitu terkagum-kagum, ia dengan cepat memeriksa keaslian barang-barang itu
"Kemari tangan mu!" Ji Feng sedikit menarik tangan Chu Ye dan memasang beberapa gelang mewah itu pada tangan saudarinya itu, membuat Chu Ye begitu senang dan bahagia
"Ji Feng?" Chu Ye yang tadinya begitu senang dengan barang-barang itu tiba-tiba saja ia terdiam dan meletakkan barang-barang itu kembali
"Ada apa?" tanya Ji Feng sedikit heran
"Ji Feng! darimana kau mendapatkan harta begitu banyak?" tanya Chu Ye pada saudaranya itu sembari menatapnya dengan serius
"Kau tenang saja adik, aku mendapat semua ini berkat kerja keras dari bisnisku!" balas Ji Feng dengan wajah tenang
"Wah kau begitu hebat, Ji Feng! Kau tau selama ini ayah menyangka kau tidak bisa berbisnis, apalagi kau selalu gagal dalam bidang bisnis di waktu kau masih kecil bahkan ayah sampai melarangmu untuk melakukan itu. Sekarang kau menjadi sehebat ini.! jika ayah tahu soal kepintaran mu ini, ia pasti sangat bangga!" Chu Ye menatap wajah saudaranya itu dengan begitu bahagia
"Chu Ye, aku tidak ingin ayah mengetahui hal ini, aku tidak ingin kepintaran dalam berbisnis ku, hanya untuk menghancurkan orang lain dan menimbulkan pertengkaran.!" balas Ji Feng dengan wajah serius lalu berdiri mendekati saudarinya itu, Ji Feng memakai beberapa tusuk rambut di sanggul saudarinya itu, membuat Chu Ye semakin keliatan cantik dan anggun. Lalu ia menatap saudarinya itu dengan mata berkaca-kaca
"Ji Feng, yang kau katakan itu benar sekali." balas Chu Ye sembari mengesek-ngesekkan tangannya ke atas kepala
"Kau keliatan cantik memakai ini! Biarkan tusuk itu berada di rambutmu!"
__ADS_1
"Baiklah!" balas Chu Ye dengan tersenyum lalu kembali memilih beberapa gelang yang menurutnya bagus. Sementara Ji kembali duduk si sebelah saudarinya itu dan terus menatapnya dengan sangat lekat
"Kau senang?" tanya Ji Feng pada saudarinya itu, Chu ye dengan semangat mengangguk sembari tersenyum puas
"Setelah kau bebas dari pernikahan ini, aku akan meminta kepada ayah, agar memberi izin untuk membawamu tinggal bersamaku di sini untuk selamanya, kita akan hidup bahagia di masa tua nanti!" Ji Feng kembali menatap wajah Chu Ye dengan berkaca-kaca lalu sedikit mengengam tangan Chu Ye, membuat Chu ye tersenyum ke arah saudaranya itu
"Ji Feng apa yang kau pikirkan! Sampai kapanpun kita akan bersama, kau telah berjanji pada ibu, akan menjagaku dan melindungi ku sampai kapanpun bukan? Ji Feng kau tau aku sangat beruntung telah di beri seorang kakak sebaik dirimu?" balas Chu Ye kembali mengengam erat tangan saudaranya itu, sementara Ji Feng hanya tersenyum mendengar perkataan dari saudarinya itu
"Chu Ye apa kau menyukai kamar ini?" tanya Ji Feng lagi pada saudarinya itu
"Kamar semewah ini, tentu saja aku sangat menyukainya." balas Chu Ye dengan sangat senang
"Kamar ini memang sudah aku persiapkan spesial untuk mu sebelumnya, jadi malam ini istirahat dan tidurlah di sini!" ucap Ji Feng tersenyum ke arah saudarinya itu lalu bergegas pergi keluar dari kamar, sementara Chu Ye hanya mengangguk pelan sembari sedikit tersenyum
***
Keesokan harinya Chu Ye bangun dari tidurnya dan bergegas menemui saudaranya itu yang sedang duduk sambil menikmati teh.
"Duduklah dan minumlah bersamaku!" tawar Ji Feng pada saudarinya itu, Chu Ye berjalan mendekati Ji Feng dan duduk bersamanya. Keduanya asik berbincang lalu sesekali tertawa lepas persis seperti yang ia lakukan di masa kecil dulu.
"Minta raja Qi Yan untuk masuk!" balas Ji Feng dengan nada datar
"Baik jendral!" balasnya lalu pergi dari hadapan jendralnya itu
"Ji Feng!" ucap Chu Ye dengan wajah cemas
"Kau jangan kuatir! Kali ini aku tidak akan membiarkan Qi Yan membawamu pergi!" Ji Feng mencoba menenangkan putri Chu Ye yang ketar ketir ketakutan
"Yang mulia, jendral memintamu untuk masuk!" ucap pengawal itu pada raja Qi Yan
"Baiklah!" balas Qi Yan sedikit mengangguk kemudian menatap Jedral Feng dengan penuh arti, lalu jendral Feng pun menganggukkan kepalanya
Qi Yan bergegas masuk ke kekediaman Ji Feng, kedua pangeran itu akhirnya bertemu dan saling bertatapan kembali. Sementara Chu Ye yang melihat hal itu, semakin cemas dan ketar ketir
"Walah, walah kenapa raja monster ini datang lagi, Chu Ye kau tidak mau pulang lagi ketempat neraka itu bukan, kalau begitu cari cara untuk mengagalkan nya!"
__ADS_1
"Raja Qi Yan, duduk dan minumlah bersama kami!" ucap Ji Feng dengan hormat pada iparnya itu, namun wajahnya memerah memendam kekesalan
"Chu Ye ayo ikut denganku pulang ke istana!" ajak Qi Yan pada istrinya itu, namun tidak menghiraukan tawaran minum teh, dari pangeran Ji Feng
Ji Feng yang mendengar hal itu, seketika berdiri, walaupun di hatinya begitu marah namun ia tetap menjaga kesopanan nya dan memperlakukan tamu dengan hormat
"Raja Qi Yan, adikku saat ini kurang enak badan! Kau tidak bisa membawanya sekarang!" balas Ji Feng pada sang raja dengan nada datar, sementara Chu Ye yang mendengar hal itu, dengan cepat berpura-pura sakit dan meriang
"Chu Ye, kali ini kau harus berhasil, kau tidak boleh gagal lagi, atau kau akan di bawanya ke neraka itu lagi!"
Batin Chu Ye sembari berpura-pura meriang dan kedinginan
"Jika begitu aku akan membawanya dalam keadaan sakit!" balas Qi Yan sedikit sinis, ia tahu bahwa istrinya itu hanya berpura-pura saja
"Tapi di istana mu sangat lembab, apalagi kau tidak terlalu memperdulikan putri Chu Ye, jika dia tinggal di sana maka sakitnya akan makin parah!" balas Ji Feng yang tak kalah sinisnya, keduanya mulai saling berdebat
"Pangeran Ji Feng! Chu Ye adalah istriku, mati ataupun hidup itu adalah urusan dan tanggung jawabku! kau mengerti itu bukan?" sergah Qi Yan dengan nada suara mulai tinggi membuat Chu Ye semakin ketakutan
Chu Ye takut jika Qi Yan semakin marah dan bertengkar dengan Ji Feng lalu Qi Yan membunuh saudaranya itu, sebelum Ji Feng menjawab perkataan Qi Yan lagi, dengan cepat Chu Ye bangun dan berdiri di hadapan suaminya itu
"Aku tidak sakit! Ayo,,mari kita pulang!" ucap Chu Ye sembari tersenyum membuat Ji Feng dan Qi Yan begitu terkejut.
"Adik?" sergah Ji Feng yang begitu terkejut dan heran, namun Chu Ye menatap wajah Ji Feng dengan penuh arti, lalu Ji Feng mengangguk pelan seperti sudah mengerti apa yang ingin di sampaikan oleh saudarinya itu.
Sementara Qi Yan menatap wajah kedua kakak adiknya itu dengan tatapan sinis lalu menarik tangan Chu Ye keluar dari kediaman pangeran Ji Feng dan mengendongnya naik ke atas kuda. Qi Yan menoleh ke sanggul kepala istrinya itu dan mencabut beberapa tusukkan rambut lalu membuang begitu saja ke tanah
"Eh eh! kenapa kau buang tusuk rambutku!" rengek Chu Ye pada suaminya itu
"Itu keliatan sangat jlek dan membosankan sekali!" balas Qi Yan dengan tatapan sinis lalu mengengam pinggang ramping istrinya itu
"Kita berangkat sekarang!" ucap Qi Yan pada jendral Feng sembari memacu kudanya dengan sangat cepat
"Baik yang mulia!" balas Jendral Feng lalu menyusulnya dengan tak kalah cepat
Sementara Ji Feng yang melihat kepergian adiknya hanya bisa pasrah dan kembali masuk ke dalam.
__ADS_1