
"Tunggu! Hormat kami yang mulia" ucap seseorang yang tiba-tiba masuk dari arah pintu, membuat sang raja meletakkan kembali pedang di pinggangnya itu
"Kasim Gao?" gumam pangeran Ji Feng yang begitu mengenal orang yang telah berada di hadapannya itu
"Kasim Gao, ada apa gerangan kau datang kemari?" tanya raja Qi Yan dengan sedikit memperlihatkan kewibawaannya, ia berpura-pura tidak terjadi apa-apa
"Yang mulia, bisakah kita berbicara dengan rahasia?" pinta kasim dari istana dingin itu kepada sang raja dengan sedikit tersenyum. Raja Qi Yan hanya mengangguk sembari menatap sinis kedua saudara itu
"Jendral Feng, tolong awasi pangeran Ji Feng dan putri Chu Ye, pastikan mereka baik-baik saja!" ucap raja Qi Yan berpura-pura baik di depan kasim Gao, lalu kemudian pergi keluar dari ruangan bawah tanah itu
Sesampai di atas Qi Yan dan kasim Gao akhirnya mulai melakukan perbincangan perihal keinginan putri Chu Ye berpisah dari suaminya yaitu raja Qi Yan sendiri
"Kasim Gao bisakah kau beritahu sekarang?" ucap raja Qi Yan mulai membuka percakapan
"Yang mulia Qi Yan, raja He telah menerima surat dari tuan putri Chu Ye, oleh karena itulah raja He memutuskan aku untuk mengunjungi putri Chu Ye ke istana manor."
"Terimakasih sudah datang, kau tidak perlu kuatir tentang putri Chu Ye, semuanya baik-baik saja!" ucap raja Qi Yan dengan berpura-pura baik, seakan ia dengan putri Chu Ye tidak ada masalah apa-apa
"Yang mulia pasti bercanda, apakah itu yang di namakan baik-baik saja?" balas kasim Gao sedikit tertawa mendengar kebohongan dari sang raja
"Heeeh,, tuan putri hanya menulis hal sepele dalam surat itu, yang mulia tidak perlu menanggapinya dengan serius,,!" terusnya lagi sembari menyodorkan selembar kertas yang telah di tulis oleh Chu Ye untuk ayahnya. Raja Qi Yan mengambil surat itu dari tangan kasim Gao
(Untuk ayahku yang tersayang, semenjak aku menikah dengan raja Qi Yan hidup bahagiaku telah pergi. Aku kehilangan ibuku saat aku kecil, aku bermimpi mendapat suami yang bijaksana untuk hidupku, tapi raja Qi Yan memanfaatkan kungfu dan kekuatannya untuk mengertakku dan malam seperti iblis. Selain melayaninya seperti pembantu bahkan ia juga memaksaku untuk pergi bersamanya di tempat persembunyian tentara, ia membuatku sebagai target panahnya dan mempermalukan keluarga kekaisaran. Aku masih muda, aku tidak mau menghabiskan hidupku seperti ini, aku ingin melayani anda sebagai ayah saya, ayah! tolong mengerti kesulitan saya. tolong ambil kembali titahmu dalam pernikahan ini, tolong biarkan aku kembali ke istana, Chu Ye)
Setelah membaca surat itu, entah kenapa Qi Yan merasa begitu bersalah pada Chu Ye, ia melipat surat itu kembali lalu memasukkan kedalam kantong bajunya
"Apa yang raja He katakan?" tanya Qi Yan dengan menampakkan wajah bersalah
"Apa yang bisa raja He katakan? Ia hanya mengatakan, itu hanya beberapa konflik kecil, yang mulia pasti bisa mengatasinya sendiri. Raja He berharap pernikahan kalian akan bisa bahagia dan harmonis" balas kasim Gao dengan sedikit tersenyum lalu pergi meninggalkan sang raja yang hanya terdiam merasa begitu bersalah telah menganiaya istrinya dengan begitu banyak penderitaan
Kasim Gao turun ke bawah untuk menemui putri Chu Ye kembali, lalu menatapnya dengan wajah kasihan, sebenarnya kasim Gao tau apa yang terjadi pada putri Chu Ye namun ia tidak bisa melakukan apa-apa selain berusaha membuat raja Qi Yan tenang
"Tuan putri kau tidak apa-apa?" tanya kasim Gao menatap kasihan wajah putri Chu Ye yang begitu pucat dan lemah. Chu Ye awalnya hanya terdiam dengan mata mulai berkaca-kaca lalu menganggukan kepalanya dengan pelan
__ADS_1
"Aku baik." balas Chu Ye dengan suara serak, sementara pangeran Ji Feng membalut tubuh saudari perempuannya itu dengan baju yang ia pakai
"Kasim Gao, apakah ayah saya meminta anda membawa saya kembali?" tanya Chu Ye dengan serius sembari melangkah mendekati kasim Gao
"Raja He berkata, dia berharap tuan putri dan yang mulia bisa bahagia dan harmonis." balas kasim Gao sedikit menundukkan kepalanya
"Kasim Gao, apa maksudnya ini? Ayah ku akan meninggalkan adikku di sini? Kau melihatnya sendiri, jika bukan terhalang oleh mu tadi, mukin adikku sudah tiada!" balas pangeran Ji Feng dengan wajah panik dan marah, ia tidak mengerti mengapa ayahnya melakukan itu.
"Adik jangan dengarkan mereka, ayo kita pergi!" ucap pangeran Ji Feng sembari menarik tangan saudari perempuannya itu, namun Chu Ye hanya berdiri dan diam tanpa melakukan apapun
"Tolong pikirkan dua kali pangeran, anda tahu yang mulia Qi Yan, jika pangeran membawa tuan putri pergi, anda tau dengan jelas apa yang akan terjadi! itu akan menyebabkan masalah bukan hanya untukmu, namun juga pada tuan putri di masa depan!" balas kasim Gao mencoba memperingati pangeran Ji Feng
"Aku tidak peduli apa yang terjadi di masa depan! aku hanya ingin adikku aman! Ayo kita pergi!" ucap pangeran Ji Feng dengan sedikit memaksa memapah tubuh adiknya untuk berjalan
"Pangeran Ji Feng!" sergah kasim Gao yang tiba-tiba terputus, ia juga sulit jika harus melawan keputusan dari pangeran Ji Feng
"Ji Feng!" ucap Chu Ye dengan nada sayu menghentikan langkahnya
"Adikku Chu Ye, aku bukan lagi anak kecil yang terus menerus bersembunyi di belakang saat kau terluka, jika kau masih mempercayai ku, kali ini biarkan aku menanganinya!" balas pangeran Ji Feng sembari terus memaksa saudari perempuannya itu untuk pergi bersamanya
Suara pedang dari jendral Feng tiba-tiba menghalangi jalan kedua kakak beradik itu, kemudian di susul oleh beberapa prajuritnya yang datang dan juga ikut menghalangi jalannya, membuat langkah keduanya terhenti
"Siapa yang berani menghentikan nya! turunkan pedangmu!" teriak raja Qi Yan yang tiba-tiba turun dari anak tangga, membuat jendral Feng dan seluruh prajurit terheran dan menurunkan pedangnya
"Jendral Feng, biarkan dia pergi! turunkan pedangnya!" ucapnya lagi sembari menghadap ke arah jendral nya itu, membuat jendral Feng tertunduk dan menurunkan pedangnya
Raja Qi Yan berjalan mendekati istrinya itu dengan wajah penuh bersalah dan mencoba menyentuh bahu dan merangkulnya namun dengan cepat Ji Feng menghindari tubuh adiknya itu dari sang raja, sehingga sang raja menjadi malu dan semakin besar rasa bersalahnya, ia hanya menunduk lalu menatap sedikit wajah Chu Ye yang begitu pucat dan sayu membuatnya lagi-lagi semakin makan hati
"Tuan putri, silakan berfikir dua kali!" ucap kasim Gao sedikit hormat lagi-lagi mencoba memperingati putri Chu Ye, membuat langkah putri Chu Ye menjadi terhenti.
"Kasim Gao benar, jika aku pergi dari sini sekarang, Ji Feng di anggap tidak patuh pada ayahnya, akan menjadi begitu sulit untuk Ji Feng mendapatkan kepercayaan dari ayah lagi, ia tidak boleh gagal pada langkah terakhir setelah begitu banyak rencana yang ia bangun, aku tidak boleh menghancurkan nya" gumam Chu Ye sembari menatap wajah saudara laki-lakinya itu lalu kembali tersenyum dan melepaskan genggaman tangan Ji Feng dari tubuhnya
Putri Chu Ye melangkah dengan pelan menuju raja Qi Yan, membuat pangeran Ji Feng begitu terkejut dan tidak percaya
__ADS_1
Putri Chu Ye menghadap tepat di depan suaminya lalu mengambil tangan suaminya dan menggengam lembut jemarinya, kemudian putri Chu ye menatap mata sang raja dengan tatapan berkaca-kaca membuat sang raja semakin luluh dan bersalah
"Aku tidak akan membuat masalah lagi, aku juga tidak akan mengirim surat pada ayah lagi, tolong maafkan aku suaminku!" ucap Chu Ye meyakinkan suaminya itu dengan sedikit tersenyum, membuat raja Qi Yan begitu terkejut dan dan heran
"Kau meminta maaf pada ku?" tanya Qi Yan dengan tatapan penuh penyesalan
"Adik apa yang kau lakukan! kenapa kau meminta maaf padanya!" ucap Ji Feng sedikit keras membuatnya menjadi begitu bertanya-tanya
Wajar saja Ji Feng begitu shok melihat keputusan dari saudari perempuannya itu, ia tiba-tiba kembali ke pangkuan sang raja sementara raja telah begitu membuatnya menderita dan di tambah lagi ingin membunuhnya
"Ji Feng, ini normal bagi pasangan untuk bertengkar, kita akan kembali bersama, ini bukanlah masalah besar, sekarang aku sudah menikah dengannya, apapun yang terjadi kami adalah keluarga,apakah itu benar?" balas putri Chu Ye dengan sedikit meneteskan air mata lalu kembali tersenyum ke arah suaminya, membuat hati Ji Feng semakin tak karuan
"Kamu memanggilku raja kejam, kenapa sekarang kau mau menjadi istri seorang raja kejam seperti ku?" tanya raja Qi Yan balik menatapnya dengan penuh kebersalahan hati
"Itu hanya lelucon, jika kamu seorang raja kejam maka aku siap pergi ke nerakaaaa bersamamu selamanya!" ucap putri Chu Ye meyakinkan sang raja, membuat hati Qi Yan semakin luluh dan hancur berkeping-keping
"Ingat kata-kata mu!" ucap Qi Yan sembari memeluk tubuh istrinya lalu membuang baju Ji Feng dari tubuh istrinya itu dan membuka bajunya sendiri lalu menyelimuti pada tubuh istrinya itu. Raja Qi Yan mengakat tubuh mungil istrinya itu dan menggendongnya keluar dari ruangan eksekusi bawah tanah itu, membuat seluruh yang ada di sana tertunduk diam termasuk Ji Feng dan juga jendral Feng.
"Tidak!" gumam Ji Feng sembari mencoba menghentikan namun di larang oleh kasim Gao membuat Ji Feng hanya bisa menggengam jemarinya dengan sangat erat
Entah kenapa melihat hal itu, hati Ji Feng menjadi tak karuan, seperti tidak merelakan namun ia juga tidak berdaya untuk menghentikannya.
"Kemana kita akan pergi?" Tanya putri Chu Ye dengan mata yang masih melekat pada wajah suaminya itu
"Ke nerakaaaa!" balas sang raja dengan wajah dingin kemudian terus mengendong tubuh istrinya itu hingga masuk ke kamarnya
Putri Chu Ye dengan lembut di turunkan ke atas kursi kemudian sang raja Qi Yan pergi keluar tanpa berbicara sepatah katapun
Melihat tuan putrinya telah kembali tiner berlari menyusul tuan putrinya masuk ke kamar lalu menanyakan keadaannya
"Tuan putri kau baik-baik saja?" tanya tiner dengan penuh perhatian
"Tiner apakah kau bisa membantuku untuk mengambil pakaianku?"
__ADS_1
"Baiklah, tunggu aku!" ucap Tiner sembari berlari ke ke kamar belakang istana