ISTRI SANG RAJA QI

ISTRI SANG RAJA QI
Menggali kuburan untuk Chu Ye


__ADS_3

"Yang mulia,,yang mulia,,gawat yang mulia saat ini ada penyerangan di istana manor, beberapa penyusup masuk entah darimana datangnya dan membunuh beberapa pelayan istana, aku telah mencoba menghentikannya tapi penyusup itu telah terlanjur masuk keseluruh penjuru istana dan menyamar menjadi pengawal istana, membuat kami kesulitan menakapnya!" Jendral Feng tiba-tiba berlari masuk ke ruang istana dengan nafas terengah-engah


"Beraninya mereka! Selidiki dan tangkap semuanya!" sergah sang raja dengan nada keras sembari bergegas meninggalkan ruang istana


Chu Ye yang mendengar hal itu begitu terkejut. ia bergegas mengikuti sang raja


"Walah walah,, ini gawat! monster itu pasti mencari mangsanya lagi! Aku akan memastikan monster kejam ini tidak memakan para penyusup itu!"


Batin Chu Ye sembari berlari mengikuti Qi Yan dari belakang, membuat Qi Yan yang terburu-buru seketika terhenti


"Apa yang kau lakukan gadis bodoh!" bentak Qi Yan dengan wajah begitu marah


"Ha tidak,,tidak,, aku hanya memastikan kau tidak kenapa-napa!" balas Chu Ye dengan wajah sedikit tersenyum membuat sang raja itu sedikit curiga


"Apa pedulimu!" bentaknya lagi pada istrinya itu, berpura-pura tidak peduli


"Kau ini kenapa? bukankah aku harus menyelesaikan hukuman ku?!" jelas Chu Ye sedikit berbohong pada monster kejam nya itu


Qi Yan sedikit menghentakkan kakinya dengan kasar, lalu mengibas sedikit lengan bajunya dan berlalu pergi meninggalkan Chu Ye begitu saja


Sreng,,,


"Katakan yang sebenarnya siapa yang menyuruh kalian kesini!" bentak sang raja Qi Yan pada salah satu penyusup yang berhasil di tangkapnya itu


"Ya tuhan,, apa yang di lakukan monster kejam itu padanya? Apa dia ingin membunuhnya lalu memakannya? benar-benar kejam, apa dia tidak punya hati?"


Batin Chu Ye sembari bersembunyi di balik dinding istana dan memperhatikan gerak-gerik suaminya itu


"Lepaskan!" teriak penyusup itu sembari meronta-ronta


"Dengarkan aku, kau akan memberitahuku, atau aku harus mencabut nyawamu!" bentak Qi Yan lagi sembari mengangkat pedang dan meletak pedang itu tepat di lehernya


Sssstttt


Dua anak panah entah darimana datangnya tiba-tiba menancap ke tubuh penyusup itu membuat penyusup itu mati seketika


Qi Yan yang melihatnya telah mati seketika menatap ke atas, ia melihat beberapa pasukkan berpakaian hitam berada di atas pohon sedang memperhatikannya dari tadi


"Turunlah!" bentak Qi Yan dengan gagah berani sembari memegang hulu pedangnya dengan sangat erat dan siap menebas siapa saja yang ada di hadapannya


Seketika segerombolan pasukan berbaju hitam turun begitu banyaknya mengepung sang raja, membuat Chu Ye yang melihat nya begitu ketakutan


Chu Ye lari terbirit-birit masuk ke sebuah kamar dan mengunci pintunya dengan sangat erat, membuat Qi Yan yang mendengarnya sedikit menoleh ke arahnya lalu setelah itu ia kembali fokus pada para penyusup itu


"*Untung saja bisa pergi dengan cepat, kalo tidak mereka akan membunuhku!


"Hah? bagaimana dengan monster itu? Habislah dia! penyusup itu pasti akan membunuh monster kejam itu! Sebaiknya aku pergi melihatnya.!


"Ah tidak,,tidak,,aku akan menunggu di sini saja!


"Tapi bagaimana jika monster itu mati? Ah aku harus cepat menyelidikinya*"


Sreng,, sreng


Bunyi pedang Qi Yan menangkis serangan dari penyusup itu dan dengan cepat menyerang balik semua penyusup itu membuatnya kewalahan dan tersungkur ketanah


Chu Ye yang melihat hal itu begitu terkejut hingga ia tak sengaja menjatuhkan pot bunga yang terletak di sebelahnya. Qi Yan yang mendengar ada barang yang jatuh dengan cepat menoleh ke sumber suara, ia begitu heran melihat Chu Ye berdiri di depannya tetapi baik-baik saja


Melihat Qi Yan mengalih pandangannya pada Chu Ye dengan cepat penyusup itu terbang dan kabur dari istana, membuat Qi Yan kehilangan jejak


"Kenapa kau menatapku seperti itu!" tanya Chu Ye dengan sedikit memonyongkan bibirnya

__ADS_1


"Kau mengagalkan rencanaku lagi gadis bodoh!" balas Qi Yan dengan begitu kesal lalu berjalan meninggalkan Chu Ye sendirian


"Monster kejam ini kenapa lagi? Ia selalu saja marah padaku! Apa ia tidak punya hati, untuk bersikap baik pada orang lain?" gumam Chu Ye dengan wajah kesal lalu pergi meninggalkan tempat itu begitu saja


Malam itu Qi Yan kembali ke kamarnya sementara Chu Ye kembali ke kamar belakang menemui Tiner


"Tuan putri, kau sudah kembali! Kau baik-baik saja?" tanya Tiner sembari mendekati tuan putrinya itu dengan wajah sangat senang


"Hah sudahlah,, tidak ada yang perlu di rayakan malam ini, aku tertangkap lagi dan masuk lagi ke istana neraka ini!" balas Chu Ye dengan nada cemberut lalu mengambil buku kesayangannya itu dan mulai membaca


"Baiklah, keliatannya tuan putri sangat lelah! Istirahatlah sebentar!"


"Tidak aku tidak lelah!" balas Chu Ye ketus lalu terus membaca bukunya itu


"Baiklah jika begitu, aku istirahat dulu jika tuan putri ingin sesuaktu panggil saja aku!" ucap Tiner sembari menarik selimutnya dan tidur dengan pulas


Sementara Chu Ye masih setia membaca buku kesayangannya itu


"Ya ampun! begitu romantisnya raja ini pada istrinya, tidak seperti monster kejam itu! Huh dia tidak tau saja, bagaimana aku sangat membencinya!"


Gumam Chu Ye sedikit menghayal lalu terus lanjut membaca buku kesayangannya itu


Sementara raja keluar dari kamarnya dan bergegas masuk ke ruang kerja istana bersama jendral Feng


"Jendral Feng, aku berpikir putri Chu Ye tidak selugu yang kita kira. Apa kau juga berpikir sama seperti ku?" ucap Qi Yan pada sang jendral dengan wajah serius


"Kenapa yang mulia menanyakan hal itu?" tanya jendral Feng dengan sekidit bingung


"Jendral Feng, jadi begini! tadi saat penyerangan di taman istana ada begitu banyak pasukan berjubah hitam di sekeliling kami, namun herannnya mereka tidak menyerang putri Chu Ye sama sekali sampai aku berhasil mengalahkannya dan mereka kabur dari istana!" jelas Qi Yan pada jendralnya itu


"Jadi maksud yang mulia putri Chu Ye adalah otak dari semua ini? Hah bagaimana jika yang mulia katakan itu benar? ini sama saja ada musuh dalam selimut!"


"Yang mulia, apa yang harus kita lakukan?" tanya jendral Feng dengan begitu serius


"Yang mulia apa yang ingin kau lakukan dengan bunga ini?" tanya jendral dengan sedikit bingung


"Kita harus segera menanam bungga ini di halaman belakang, jika tidak bunga ini akan layu dan mati!" ucapnya lagi sembari berdiri dan membelakangi jendral Feng


"Yang mulia, kau sangat memperhatikan bunga ini!" balas jendral Feng dengan sedikit tersenyum


"Manusia bisa saja berubah tetapi tanaman bunga ini tidak!" jelas sang raja lalu bergegas pergi ke taman belakang sembari membawa cangkul dan alat yang lainnya


Setelah sampai di belakang istana jendral Feng bergegas mengali beberapa lubang untuk di tanami bunga


Sementara Chu Ye yang masih membaca buku mendengar seseorang mengali tanah di depan kamarnya, ia sedikit penasaran dan berjalan dengan sangat pelan ke depan pintu kamar lalu mengintipnya


"Mereka? Apa yang di lakukan monster kejam itu di sini, mengapa dia mengali tanah begitu dalam?"


Batin Chu Ye sembari terus saja mengintip, sementara Qi Yan berada di balik bungga yang lainnya, Qi Yan menggunting beberapa tangkai bunga yang akan di tanamannya


"Gali lebih dalam lagi, biar yang mati akan terkubur dengan rata!" perintah Qi Yan pada jendral Feng


"Yang mulia apa setengah meter sudah cukup?" tanya jendral Feng pada rajanya itu, sembari terus mencakul tanah itu, membuat Chu Ye berkeringat dingin


"Walah-walah apa yang mereka kubur di sini? Hah jangan-jangan mayat, ya ampun monster kejam ini telah begitu banyak memakan manusia!"


"Lebih dangkal sedikit lagi, gali beberapa lubang di sekitar sini dan kubur semuanya di beberapa tempat!" balas Qi Yan sembari terus saja mengunting rating bunga itu sehingga terpotong menjadi beberapa bagian


Chu Ye semakin ketar ketir, ia menyangka jika Qi Yan dan jendral Feng sedang mengubur mayat yang sudah di makannya, lalu sisanya di kubur di rumpun bunga itu


"Ya tuhan,, mereka telah mengubur mayat begitu banyak, pantas saja seluruh bunga di istana ini begitu subur, tenyata ada kuburan di mana-mana!"

__ADS_1


Batin Chu Ye yang semakin ketar ketir ketakutan, seluruh tubuhnya berkeringat dingin membuatnya tak sanggup lagi melanjutkan pengintipannya. saat Chu Ye ingin berbalik, ia menyenggol pintu istana itu membuat Qi Yan dan jendral menyadari ada seseorang yang telah mengintipnya dari tadi


Chu Ye yang menyadari pengintipannya telah di ketahui oleh sang raja ia berlari dengan cepat ke atas tempat tidur, namun sayang gelang kakinya berbunyi begitu keras hingga terdengar oleh Qi Yan


"Cepat periksa!" Titah sang raja pada jendral Feng, jendral Feng hanya mengangguk lalu dengan cepat bergegas masuk ke kamar Chu Ye


Drak,,


Suara terjangan pintu yang di lakukan oleh jendral Feng membuat Chu Ye semakin ketakutan, Chu Ye berpura-pura tidur pulas agar sang raja tidak curiga padanya


"Jendral Feng? Coba kau pikir apakah ada seseorang berjalan saat tidur?" tanya Qi Yan dengan sinis sembari memandang wajah istrinya itu


"Saya pikir tidak yang mulia!" jawab jendral Feng menjawab pertanyaan rajanya itu


"Mungkin saja putri Chu Ye sedang sakit, kau harus memanggil tabib karajan sekarang juga, aku akan meminta dia untuk menyuntiknya!" ucap Qi Yan lagi dengan sedikit tersenyum sinis


"Baik yang mulia!" balas jendral Feng sedikit tersenyum jahil


Mendengar tabib ingin menyuntiknya, Chu Ye yang tadinya berpura-pura tiidur, melompat bangun dari tempat tidurnya


"Haa,, tidak, tidak! Aku sudah sembuh, lihat aku sudah baik-baik saja!" ucap Chu Ye tiba-tiba bangun dari tidurnya lalu mengerak-gerakkan kakinya, supaya raja percaya bahwa ia tidak benar-benar sakit


"Bangun!" bentak Qi Yan dengan keras


"Baiklah,, baiklah!" ucap Chu Ye sembari berlutut di kaki sang raja, mendengar keributan di kamar itu membuat Tiner yang tadinya tertidur pulas menjadi terbangun dan mencoba membela sang putrinya itu.


"Apa malam ini kau berencana ingin kabur lagi?" tanya Qi Yan dengan wajah sedikit sinis


"Tidak!" Jawab Chu Ye sedikit tersenyum


"Lalu kenapa kau belum juga tidur!" tanya Qi Yan lagi pada istrinya itu


"Tidak, tadi aku sudah tidur lalu kau datang membuatku terbangun!" balas Chu Ye sedikit berbohong


"Kami tidak akan pergi dari sini, kami akan tinggal di sini!" ucap kedua sahabat itu dengan serentak sembari mengangkat tangannya ke atas, berharap Qi Yan mempercayai nya


"Aku tidak bisa mempercayai omong kosongmu itu! cepat bangun, katakan dengan jujur! Atau aku akan membuatmu menyesal.!" bentak Qi Yan dengan tampang sangarnya itu lalu menarik tangan Chu Ye dan melipatkannya kebelakang lalu mengikatnya dengan tali


"Apa yang kau lakukan!" ucap Chu Ye sedikit berteriak


"Hei berhentilah memperlakukan setiap orang seperti itu! Jika kau benar-benar ingin memakan ku kuburkan sisa mayatku dengan layak, apa kau tak punya hati sedikit pun! sehingga kau menguburkan semua orang dengan asal-asalan seperti itu!" teriaknya lagi pada raja Qi Yan, membuat jendral Feng dan raja Qi Yan sedikit bingung


"Apa maksudmu!" tanya Qi Yan pada Chu Ye dengan wajah geram


"Kalian pikir aku tidak tau apa yang kalian lakukan di taman tadi! Aku tau kau sedang mengubur mayat di taman itu bukan? Heh pantas saja bunga-bunga di istana ini begitu subur. Hei hentikan kekejaman mu itu! Apa kau tidak bisa menguburkan mayat-mayat itu dengan layak?"


Mendengar hal itu, Qi Yan mulai mengerti kemana arah pembicaraan istrinya itu, ia menatap wajah Chu Ye dengan tajam lalu menyodorkan gunting di depannya, membuat Chu Ye semakin ketakutan


"Apa yang ingin kau lakukan monster kejam,,pergi pergi sana!" teriak Chu Ye sembari mendorong tubuh Qi Yan dengan kaki kirinya membuat Qi Yan semakin kesal saja


Sementara Jendral Feng yang menyaksikan itu hanya tersenyum-senyum saja sembari sedikit mengeleng-ngelengkan kepalanya


"Jendral Feng, gali satu lubang kuburan lagi lagi di taman istana ini!" ucap Qi Yan lagi dengan nada kesal


"Baiklah yang mulia!"


"Apa kau sudah gila! Kau mengubur seorang gadis yang masih hidup!" teriak Chu ye yang semakin ketakutan. Sementara jendral Feng sedari tadi menahan tawanya


"Kalau begitu aku akan mengunting daging mu terlebih dahulu, dan memakannya setelah tinggal tulangnya baru aku akan menguburmu!"


Qi Yan terus memainkan gunting itu di tangannya, membuat Chu Ye semakin ketakutan dan berkeringat dingin

__ADS_1


"Ya Tuhan,,, apa yang ingin di lakukan monster kejam ini padaku! Apakah dia benar-benar ingin menggunting dagingku, lalu memakannya? Jika benar begitu, habislah aku,,"



__ADS_2