ISTRI SANG RAJA QI

ISTRI SANG RAJA QI
Qi Yan meninggalkan Chu Ye di ruang eksekusi bawah tanah


__ADS_3

"Tuan putri mohon ampun atas kelancangan putri hamba, Qinan! hamba berjanji kesalahan ini tidak akan terjadi lagi." ucap Zhao Ying sembari berlutut di hadapan sang putri, membuat tuan putri Chu Ye sedikit sungkan.


Chu Ye berdiri mendekati penasehat kerajaan dingin itu, sembari mengangkat sedikit bahunya hingga Zhao Ying berdiri kembali


"Tidak apa-apa, aku memahami kekesalan putri Qinan, berdirilah!" balas Chu Ye sembari tersenyum ke arah penasehat kerajaan dingin itu. Sementara Qinan yang melihat hal itu membuang muka masamnya lalu berdiri dengan kasar keluar dari kamar itu


"Hamba pamit, tuan putri!"


"Baiklah, jangan lupa berikan surat itu pada ayah!" balas Chu Ye pada penasehat kerajaan dingin itu


"Baik tuan putri!"


Dengan langkah cepat Zhao Ying melangkah keluar dari kamar itu lalu bergegas menemui raja Qi Yan, kebetulan raja Qi Yan sudah menunggu di depan pintu kamar itu


"Yang mulia, mohon pamit!" ucap Zhao Ying sedikit menundukkan kepalanya, namun hanya di balas anggukkan oleh Qi Yan sembari menatap tajam ke arah penasehat kerajaan dingin itu. Sementara Qinan hanya cemberut saja tanpa bicara sepatah katapun pada sang raja lalu meninggalkan sang raja Qi Yan begitu saja


Raja Qi Yan bergegas masuk ke kamar, lalu menarik lengan putri Chu Ye dengan sangat kasar, membuat Chu Ye meringis kesakitan


"Apa yang kau lakukan, lepaskan aku!" ringis putri Chu Ye sedikit menampakkan wajah takut dan bingung


"Katakan padaku! Rencana apa yang telah kau susun dengan Zhao Ying!" bentak Qi Yan dengan nada sangat marah, membuat putri Chu Ye semakin bingung


"Apa maksudmu!" balas Chu Ye yang tidak mengerti apa-apa, ia hanya mengarukkan dahinya lalu tersenyum sembari memasang wajah takut


"Jadi tuan putri tidak mengerti apa-apa? sungguh alasan yang tidak masuk akal!" jawab jenderal Feng dengan sedikit tertawa sinis


"Apa yang kau katakan! Zhao Ying hanya menjenguk ku! tidak ada maksud lain!" balas putri Chu Ye sembari meronta melepaskan genggaman sang raja


"Beraninya kau berbohong padaku!" Qi Yan semakin murka ia kembali menarik lengan istrinya itu lalu menyeretnya keluar kamar, membawanya ke ruang eksekusi


Chu Ye yang merasa tidak bersalah membuatnya begitu bingung atas perlakuan suaminya itu, ia tidak mengerti mengapa suaminya selalu saja menganiaya dirinya dengan begitu kejam


Sementara pelayan Jiner yang baru saja pulang dan masuk ke istana begitu terkejut. melihat tuan putrinya di seret dengan begitu kasar, melihat tuan putrinya dalam bahaya ia segera mencari bantuan, ia bergegas keluar dari istana melewati lubang anjing itu kembali, kebetulan ada beberapa kuda prajurit yang sedang memakan rumput di luar istana, ia menyelinap lalu mengambil tali kuda itu dan memacunya dengan sangat cepat

__ADS_1


"Hey! Pencuri,,, pencuri!" teriak salah satu prajurit dengan wajah panik namun tidak di hiraukan oleh Jiner, ia terus saja memacu kuda itu dengan lebih cepat


Sementara Chu Ye terus saja meronta-ronta, berharap bisa lepas dari genggaman suaminya itu, namun sayang Qi Yan semakin mengengam erat lengan istrinya itu membuat Chu Ye meringis kesakitan, ia tidak punya cara lain selain mengikuti kemana sang raja membawanya


Brakk


Qi Yan menghepas tubuh istrinya ke lantai lalu sedikit menginjak punggung nya yang tak berdaya, kemudian sedikit menendangnya sehingga Chu Ye jatuh tersungkur


"Tempat apa ini, gelap sekali? kenapa terasa begitu lembab dan dingin?" ucap Chu Ye sedikit mengusap tubuhnya, ia begitu takut. Karena ia belum pernah melihat tempat itu sebelumnya, apalagi harus berhadapan dengan suami kejamnya itu


"Yang mulia raja Qi Yan telah membunuh begitu banyak prajurit di medan perang, jadi nyawa satu orang saja tidak akan berarti apa-apa baginya! Sekarang pilihannya ada di tanganmu, apakah kau memilih jujur dan memberitahu kami semuanya atau masuk di penggilingan mayat itu dan menjadi daging mentah santapan lezat untuk para buaya?" ucap jenderal Feng sembari mengambil rantai lalu kembali mendekati putri Chu Ye


"Heh tunggu-tunggu! Apa yang ingin kalian lakukan! Dengar, kalian pasti punya hati bukan? jika begitu kenapa kalian tidak melepaskan ku saja, tubuhku yang kecil tidak akan membuat buaya-buaya itu kenyang! Jadi percuma kalian membunuhku, kenapa kalian tidak menggantinya dengan yang lebih besar saja seperti kuda atau keledai? " Chu Ye meneguk liurnya, ia mencoba untuk menenangkan diri dan tersenyum di depan sang raja, namun tetap saja wajahnya keliatan begitu panik


"Hentikan omong kosongmu itu!" bentak Qi Yan semakin murka, membuat Chu Ye terkejut bukan kepalang


"Walah-walah mati aku! Chu Ye,, Chu Ye, kali ini kau benar-benar akan mati, raja monster ini benar-benar akan membunuhmu dan menjadikan mu santapan para buaya. ah kenapa hidup mu berakhir sesial ini!"


"Siapa yang berhianat? Aku sama sekali tidak melakukan penghianatan! Hua kalian tidak boleh membunuhku keji seperti ini!" rengek Chu Ye dengan sedikit menampakkan wajah memelasnya namun tetap saja di hiraukan begitu saja oleh sang raja


Qi Yan berbalik menatap wajah lugu istrinya itu lalu memandangnya dengan sangat tajam, ldan meninggalkannya begitu saja di dalam ruang eksekusi itu sendirian


"Tinggalkan wanita penghianat ini di sini! setelah ia merasakannya, baru ia akan sadar dan mengakui perbuatan busuknya itu!" bentak Qi Yan sembari pergi meninggalkan Chu Ye begitu saja di dalam ruang eksekusi bawah tanah itu


Raja Qi Yan dan jenderal Feng bergegas naik ke atas lalu mengunci erat pintu ruang eksekusi bawah tanah itu, meninggalkan putri Chu Ye sendiri di dalamnya


"Buka pintunya! Aku mohon, aku janji tidak akan melarikan diri lagi, aku janji akan selalu patuh pada mu, aku janji tidak akan mengeluh apapun lagi tentangmu, aku takut sendirian, tempat ini begitu menakutkan,, mengapa kau meninggalkan aku disini, apa aku telah membuatmu begitu marah,,aku mohon,,aku mohon,,, hik hik,, hik" tangis Chu Ye pecah saat menyadari Qi Yan benar-benar meninggalkan nya sendirian di ruang bawah tanah itu


"Yang mulia, apa kau serius meninggalkan putri Chu Ye sendiri di ruang eksekusi bawah tanah itu?" tanya jendral Feng sedikit ragu lalu kembali menatap ke arah pintu yang telah di gembok itu


"Jenderal Feng! Sejak kecil aku telah di ajarkan untuk tidak berbelas kasih pada musuh! Selama ini raja He begitu bahagia atas penderitaan ku, atas kematian ayah dan ibuku, sekarang inilah saatnya ia akan menyaksikan kematian putri kesayangannya! aku akan melihatnya bagaimana ia harus menderita seumur hidupnya! bagaimana rasanya kehilangan orang yang di cintai seperti yang aku rasakan selama ini!" balas Qi Yan dengan mata memerah bak seperti memendam amarah yang begitu besar, tanpa sadar ia mengenggam begitu erat pedang yang ada di pinggangnya, lalu menghentakkan tubuhnya meninggalkan ruangan itu


Sementara Chu Ye terus saja menangis, ia mencoba mencari jalan untuk keluar namun semuanya terlihat gelap, sehingga membuatnya begitu sulit mencari celah

__ADS_1


"Aku mohon jangan tinggalkan aku,,aku berjanji akan patuh padamu, aku bersedia menjadi budakmu seumur hidupku, aku tidak akan membuatmu mengeluh lagi dengan sikap burukku,, aku berjanji akan selalu mendengarkan mu,, hik hik!"


Chu Ye terus saja menanggis membuatnya begitu kekelahan dan tersungkur ke lantai, ia mencoba memejamkan matanya lalu mengusap tubuhnya yang kedinginan, namun sayangnya tetap saja pikirannya tidak hilang dari rasa takut.


"Yang mulia akan segera datang!" teriak salah satu kasim di ruang kerajaan itu, membuat semua orang yang berada di dalamnya berdiri dan memberi hormat


Qi Yan berjalan dengan wibawa menuju kursi singgasananya lalu duduk menghadap ke seluruh anggota istana


"Duduklah!" ucap Qi Yan dengan wajah tenang mempersilahkan semua anggota kerajaan untuk duduk kembali, kemudian beberapa anggota kerajaan mulai menyampaikan beberapa masalahnya, baik yang terjadi di istana maupun di luar istana


"Apa ada yang perlu di bicarakan lagi?" tanya raja Qi Yan dengan wajah yang masih tenang


"Tidak yang mulia!"


"Baiklah!"


"Yang mulia akan keluar dari istana! beri hormat" Teriak kasim itu lagi pada seluruh anggota kerajaan


"Hormat kami yang mulia!" jawab seluruh anggota kerajaan di istana manor itu


Setelah selesai membahas beberapa masalah, Qi Yan akhirnya turun dari singasananya lalu berjalan kembali ke kamarnya


"Yang mulia, nyonya Ling baru saja mengirimi anda surat, mohon di terima!" jenderal Feng menyodorkan selembar surat yang telah terbungkus rapi ke tangan sang raja, raja hanya mengangguk lalu meninggalkan jenderal Feng begitu saja masuk ke kamar


Sesampainya di kamar Qi Yan duduk di meja bacanya lalu mulai membuka bungkusan surat dari tangannya itu


(Putraku Qi Yan, semenjak kau di bawa ke istana, ibu tidak lagi memandangmu sebagai seorang putra kecil ibu, melainkan seorang pemimpin yang tangguh, beban berat telah berada di pundakmu, mau tidak mau kau harus memikulnya. Qi Yan! ibu dengar kau telah mencapai apa tujuanmu, kau berhasil menikahi seorang putri dari kerajaan dingin, apakah itu benar? Qi Yan! ibu harap kau tidak akan merubah keputusan mu, inilah saat yang tepat untuk membalas semua dendam kita selama ini, jangan menunggu lagi, lakukan apa yang seharusnya kau lakukan! Ibu yakin kau tidak akan mengecewakan ibu.


Dari ibu Ling.)


Qi Yan mengenggam erat kertas itu lalu membakarnya hingga habis tanpa tersisa sedikitpun


"Ibu Ling! Aku tidak akan mengecewakan harapan mu, memberi keadilan untuk ayah dan ibuku adalah tujuan utamaku. kau tidak perlu mengingatkan ku, karna aku tau apa yang harus kulakukan dan apa yang menjadi tujuan hidupku"

__ADS_1


__ADS_2