
"Tuan bagaimana ini, kita sudah hampir sampai?" rengek Tiner pada Ji Feng membuat Ji Feng sedikit memasang wajah jengkel
"Jika saja aku punya cara lain, maka aku tidak akan masuk ke istana terkutuk ini!" balas Ji Feng dengan nada kesal
Setelah pembicaraan itu, suasana menjadi hening keduanya saling diam tanpa ada percakapan sepatah katapun
"Tuan sebenarnya tuan putri memiliki kebiasaan tertentu, sebelum tidur ia sering membaca sebuah buku. Mukin saja setelah membaca cerita di buku itu tuan putri akan bangun" Tiner mulai membuka percakapan dan berusaha memecah keheningan itu
"Buku apa itu?" balas Ji Feng dengan sedikit penasaran
Ji Feng menatap Tiner dengan serius berharap mereka akan mmenemukan jalan keluar dari masalahnya
"Buku itu mengisahkan kesetiaan seorang Caisar surgawi dengan istri kecilnya. Aku juga tidak tau kenapa tuan putri sangat menyukai kisah di buku itu hingga membacanya berulang-ulang." jelas Tiner lagi pada tuan jendral itu
"Apakah kau membawa buku itu?" tanya Ji Feng sembari mengambil tas yang berisi peralatan sang putri, lalu memeriksa semua yang ada di dalamnya
Ji Feng menemukan buku lama tersebut, terlihat sedikit kusam. Di sudut buku itu begitu kriting, mungkin saja karena buku itu sudah begitu lama di pakai pemiliknya.
Ji Feng yang tak sabar, dengan cepat membuka beberapa lembar pada buku itu, lalu membacanya di hadapan sang putri
"Istriku,, setelah aku memiliki mu, seluruh jiwaku hanya milik mu, dari matahari terbit hingga terbenam kembali dan begitupun seterusnya hatiku tidak akan pernah berubah haluan, jiwaku sudah menyatu di dalam tubuh dan jiwamu"
Ji Feng terus saja membaca buku itu hingga beberapa lembar, kemudian sesekali melirik Chu Ye dengan mata berkaca-kaca namun wajahnya berubah dengan sedikit senyum
"Tuan lihat,, tuan putri mengedipkan matanya, kita berhasil membangunkan tuan putri." ucap Tiner dengan begitu bahagia
Sontak saja Ji Feng melihat ke arah Chu Ye, ia kembali mendekati Chu Ye dan menatap kedua bulu mata adiknya itu, sembari memandang wajahnya dengan jelas, membuat Ji Feng kembali tersenyum
"Tapi kenapa tubuhnya tidak bergerak?" lanjut Tiner dengan sedikit membuyarkan lamunan Ji Feng
"Hmm mungkin saja karena pengaruh rancun itu." jawab Ji Feng sedikit menjauh dan kembali ketempat duduknya semula
__ADS_1
Setelah beberapa lama di perjalanan, akhirnya kereta kuda itu mulai memasukki pintu gerbang istana manor
"Pengantin telah sampai!"
Sorak sorai terdengar begitu riuh, seluruh rakyat menyambut ratu kerajaan itu dengan suka cita, seluruh kerajaan istana di hiasi kelambu bewarna merah, itu pertanda adanya pernikahan di istana.
Raja Qi berdiri di depan istana, ia memakai baju pengantin warna merah lengkap dengan senjata di pinggangnya, membuatnya begitu gagah berani. Kemudian di susul beberapa orang di belakangnya yang tidak lain adalah jendral Feng dan jendral cheng
"Bawa dia masuk kedalam!" ucap Qi Yan kepada beberapa pelayan yang dari tadi menunggu dan di tugaskan untuk mengakat sang putri.
Namun sebelum pelayan itu masuk, Ji Feng dengan gagah berani keluar dari kereta kudanya itu, raja Qi Yan yang melihat hal itu dengan gaya yang begitu elegan mendekati Ji Feng.
"Di mana istriku?" tanya Qi Yan dengan wajah datar
"Yang mulia! Mengingat adikku masih dalam keadaan koma, tidaklah baik melakukan pernikahan dengan terburu-buru.!" ucap Ji Feng pada raja Qi Yan, ia berusaha menjelaskan apa yang ingin ia katakan.
"Apa maksud dari perkataan jendral Ji Feng?" tanya Qi Yan dengan wajah tenang
Qi Yan yang mendengar hal itu, berjalan mendekati Ji Feng dan menatapnya dengan tatapan tajam, begitu juga sebaliknya Ji Feng menatap balik bola mata Qi Yan dengan penuh kebencian
Sementara Chu Ye yang berada di dalam kereta kuda baru saja siuman namun sayang tubuhnya tidak bisa bergerak sama sekali.
"Walah Walah,, apa yang terjadi? Kenapa tubuhku tidak bisa bergerak?"
Chu Ye berusaha menggerakkan tubuhnya namun ia tatap tidak berhasil.
"Kau tau jendral, jika seorang raja menikah dengan putri kerajaan, maka saat putri kerajaan telah sampai ke istana suaminya, ia telah sah menjadi suami istri!" balas Qi Yan dengan nada suara datar, sembari tersenyum sinis
"Tapi pernikahan ini tidak di ketahui adikku! itu sama saja dengan penipuan!" balas Ji Feng mulai meninggikan nada suaranya
"Bukan kah ini keinginan dari raja He?" ucap Qi Yan sembari membalikkan tubuhnya membelakangi Ji Feng
__ADS_1
"Apapun alasannya, aku tetap akan membawa adikku kembali bersama ku!"
Mendengar hal itu wajah Qi Yan yang tadinya terlihat datar kini berubah menjadi merah dan begitu seram
Qi Yan melayang dengan sangat cepat ke udara melangkahi Ji Feng, lalu mengambil istrinya itu dari dalam kereta kudanya.
Ji Feng yang melihat hal itu mencoba menghalangi Qi Yan dengan keahlian kungfu nya masing-masing, Melihat adiknya sudah berada di pangkuan Qi Yan membuat Ji Feng semakin kesal. Ji Feng menarik kain yang menutup wajah sang putri namun di tarik kembali oleh Qi Yan hingga robek dan terbelah dua.
Saat Ji Feng dan Qi Yan saling menarik penutup kepalanya membuat ia tertunduk ke bawah. Chu Ye begitu terkejut saat melihat pakaian di tubuhnya, Chu Ye baru sadar bahwa dirinya telah menjadi seorang pengantin
"Apa-apaan ini? bagaimana mungkin aku telah menikah,,,, tunggu,,tunggu apakah pria yang bertubuh tegap bersama ku ini adalah suami ku? Ah kenapa harus ada penutup kepala sial ini! Jika begini bagaimana bisa aku melihat wajah buruknya itu!"
Gumam Chu Ye di dalam hatinya, ia terus saja mencoba menggerakkan tubuhnya namun masih belum juga berhasil
Setelah beberapa lama tarik menarik, akhirnya Qi Yan berhasil mendapatkan istrinya itu dan mengendong sang putri membawanya ke dalam istana
"Berikan adikku, dia tidak akan bisa bahagia dengan seorang pria kejam seperti mu Qi Yan, adikku akan menderita bila harus hidup bersamamu!" ucap Ji Feng dengan mengigit kuat gerahamnya
"Dengar Ji Feng, aku memberi kebebasan untuk mu karena kau kakak dari istriku! Lain kali bersikaplah lebih sopan!"
"Untuk sekarang sebaiknya kau pulang, jelaskan pada ayahmu nanti!" Qi Yan menghentikan langkahnya lalu mulai berjalan kembali
"Prajurit! Antar jendral Ji Feng pulang ke perbatasan!" printah Qi Yan pada prajuritnya itu kemudian berlalu pergi masuk istana sembari mengendong istrinya itu
Ji Feng yang tertegun mendengar hal itu hanya bisa mengengam robekan penutup kepala saudarinya itu. Dan berusaha naik ke istana. Namun di cegah oleh salah satu prajurit di sana
"Dengar tuan, Jangan membuat raja Qi marah,, atau kau akan mendapat masalah besar, apalagi sekarang saudari mu berada bersamanya!" ucap salah satu prajurit itu kepada Ji Feng, membuat Ji Feng terhenti dan mengurungkan niat untuk mengejarnya
"Aku akan membawa Chu Ye dari sini! Tapi bukan hari ini, tapi esok!"
Gumam sang Jendral kembali mengengam erat bekas robekan penutup kepala saudarinya itu lalu membuangnya dengan kasar.
__ADS_1