ISTRI SANG RAJA QI

ISTRI SANG RAJA QI
Zhao Ying ingin bertemu dengan putri Chu Ye


__ADS_3

Setelah sehari perjalanan kereta kuda yang di tumpangi Zhao Ying dan Qinan akhirnya sampai juga ke istana manor, Zhao Ying bergegas turun dan memperlihatkan kode rahasia pada penjaga gerbang istana


Kode rahasia itu di gunakan untuk memberi tanda akan ada seseorang bangsawan yang ingin mengunjungi istana. Setiap kerajaan memiliki kode rahasia yang berbeda-beda dan hanya angota istana yang tau perbedaan itu


"Tunggu di sini!" ucap pengawal itu sembari memberi kode itu kembali, lalu bergegas menuju ke ruang istana


Sementara Zhao Ying dan Qinan tetap menunggu di luar, sebelum ada perintah dari sang raja untuk masuk


"Yang mulia, tuan Zhao telah berada di gerbang istana!" lapor salah satu pengawal itu kepada sang raja Qi


"Baiklah! Suruh dia masuk!" balas sang raja dengan wajah tenang lalu berdiri menyusul ke taman depan istana


Pengawal itu kembali ke gerbang istana lalu memberi izin pada Zhao Ying dan Qinan untuk masuk ke dalam istana. Sementara Qinan yang dari tadi tidak sabaran, berlari masuk dan mencari keberadaan Qi Yan


"Anak ini, baru saja datang sudah mulai mengacau pekerjaan ku!"


Batin sang ayah dengan sedikit jengkel melihat tingkah putrinya yang semakin hari semakin tak terkontrol, ia melangkah mengikutinya dari belakang. Sementara pelayan Ching berlari mengejar putri Qinan, membuat nafasnya sedikit terengah-engah


"Qi Yan,, Qi Yan!" teriak Qinan berlari mendekati sang raja


"Yang mulia?" jenderal Feng dan raja Qi Yan begitu panik, melihat Qinan terus mendekatinya dan ingin memeluk sang raja. Dengan cepat jenderal Feng menyelamatkan reputasi sang rajanya itu


Brukkkk


Pelukan Qinan malah di tangkap oleh jenderal Feng, tanpa sadar Qinan dan jenderal Feng akhirnya saling berpelukan satu sama lain, membuat sang ayah begitu malu dan mengekeng-ngelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Kau! Beraninya kau!" bentak Qinan dengan begitu kesal, membuat jenderal Feng begitu ketar ketir


"Nyo nyo nyonya Qinan,, kenapa kau harus marah seperti itu." balas jenderal Feng dengan mulut terbata-bata lalu bersembunyi di belakang sang raja, membuat Qinan semakin kesal dan marah saja


"Kau bilang, kenapa aku harus marah? Lihat aku akan membunuhmu!" Qinan dengan cepat mencabut pedang dari pinggangnya lalu menyerang jenderal Feng dengan jurus andalannya itu


Jenderal Feng mencoba menghindar berkali-kali dan mencoba untuk kabur namun Qinan tidak memberinya celah sedikitpun, ia terus saja menyerang membuat jenderal Feng kesulitan menghadapinya


Bruk,,,


Qinan berhasil mengalahkan jenderal Feng, membuat jenderal Feng tersungkur ke tanah, sementara sang ayah dan raja hanya menyaksikan pertengkaran itu dengan sedikit tersenyum lalu mengelengkan kepalanya


"Biarkan mereka mengeluarkan keringat, mari ikut denganku!" ucap Qi Yan menghiraukan pertengkaran itu lalu mempersilahkan Zhao Ying untuk masuk ke dalam istana, sementara Zhao Ying hanya mengangguk pelan lalu mengikuti iringan jalan sang raja


Raja Qi Yan dan Zhao Ying akhirnya beranjak dari tempat itu, meninggalkan putri Qinan dan jenderal Feng yang masih saja bertengkar


"Tunggu nyonya!" teriak pelayan Ching yang tiba-tiba menghentikan pertengkaran itu, Qinan menghentikan ayunan pedangnya lalu menatap tajam ke arah pelayannya itu


"Nyonya apa yang kau lakukan! jangan bertindak gegabah, bukankah tujuanmu datang kesini untuk membuat sang raja terkagum? jika begitu hentikan kebodohan ini, bersifatlah seperti yang ku ajarkan! jangan membuat sang raja menjadi marah dan tidak ingin menemuimu lagi!" bisik pelayan Ching ke telinga nyonya Qinannya itu, membuat Qinan sedikit terkekeh dan menyimpan pedang itu kembali ke pinggangnya.


jenderal Feng yang melihat Qinan mengalihkan konsentrasinya pada pelayan Ching dengan cepat ia kabur dari hadapannya dan berlari menyusul sang raja


"Dimana ayah dan Qi Yan?" tanya Qinan dengan wajah heran sembari celengak celenguk kekiri dan kanan


"Nyonya, mukin mereka sudah pergi masuk ke istana!" pelayan Ching sedikit membalas pertanyaan dari nyonyanya itu

__ADS_1


"Bagaimana mungkin begitu cepat!" sergah Qinan berlari menyusul ayah dan Qi Yan ke istana


Sementara Zhao Ying mulai membuka percakapan perihal tentang kesembuhan putri Chu Ye


"Kami dengar putri Chu Ye sudah siuman, apakah itu benar?" tanya penasehat Zhao Ying pada sang raja dengan sedikit menatapnya tajam, namun sang raja hanya diam tanpa membalas pertanyaan Zhao Ying sepatah katapun


"Yang mulia! Kenapa kau tidak memberi tahu kami, bahwa putri Chu Ye sudah siuman, bukankah itu melanggar aturan?" tanya nya lagi dengan sedikit menaikkan nada suaranya


Qi Yan menatap Zhao Ying dengan tatapan tajam lalu berdiri dari tempat duduknya dengan sedikit membelakangi wajah Zhao Ying


"Tuan Zhao! sembuh ataupun tidak itu bukan lagi urusanmu! mati ataupun hidup itu bukan lagi tanggung jawab dari Kerajaan dingin! jadi ku peringatkan padamu, berhentilah mencari informasi tentang putri Chu Ye!" balas Qi Yan dengan suara lantang lalu memandang Zhao Ying dengan tatapan begitu tajam


Zhao Ying yang mendengar hal itu, merasa begitu marah. ia mengeluarkan selembar surat perintah kepada raja Qi Yan


"Izinkan kami memeriksa keadaan tuan putri! Ini perintah dari kerajaan! Kami hanya ingin menjalani tugas dengan baik!" ucap penasehat Zhao Ying sembari mengibarkan kertas itu di hadapan sang raja.


Qi Yan mengambil kertas itu dengan sangat tenang, lalu kembali menatap Zhao Ying dengan sinis, bukannya membaca tulisan dari surat perintah itu, ia malah membakarnya tanpa sisa, membuat Zhao Ying tidak habis pikir dengan keangkuhan raja manor itu


Zhao Ying yang begitu marah dengan kesal melangkah keluar dari istana tanpa bicara sepatah katapun, baru saja selang beberapa langkah Qi Yan memanggilnya kembali membuat langkahnya terhenti


"Kau sudah jauh datang dari kerajaan dingin bukan? Jika begitu kali ini aku akan membawamu bertemu dengan putri Chu Ye!" ucap Qi Yan dengan wajah yang masih sinis lalu memberi izin pada penasehat kerajaan dingin itu, membuat penasehat kerajaan dingin itu merasa sedikit lega


Sementara Chu Ye yang masih berada di dalam kamar merasa begitu bosan, karena tidak ada aktivitas lain akhirnya Chu Ye mengambil kertas lalu membuat surat untuk sang ayah, ia terus saja menulis. Meminta pada sang ayah untuk menarik kembali dirinya, ia menulis semua yang ia alami dan seperti apa suaminya memperlakukannya di sana. tak lupa ia menulis tentang perubahan hidup yang ia alami di sana


Kemudian Chu Ye melipat surat itu dengan lipatan sangat kecil, ia berharap ayahnya akan mengerti keadaan nya di sana

__ADS_1


"Ayah,, semoga ayah mengerti dengan kesulitanku, semoga ayah menjeputku dan membawaku kembali pulang."


Batin Chu Ye sembari mengeluarkan bulir air mata, ia berharap ayahnya akan mengerti keadaannya di sana dan segera mengurus surat perceraiannya dengan raja manor, lalu membawanya pulang ke istana dingin


__ADS_2