ISTRI SANG RAJA QI

ISTRI SANG RAJA QI
Ji Feng marah pada ayahnya


__ADS_3

"Silakan tulis nama seseorang yang tuan mimpikan selama ini di sisi lentera ini." ucap seorang penjual lentera itu pada Ji Feng


"Baiklah!" balas Ji Feng


Ji Feng mengambil lentera tersebut dari tangan para penjual itu, lalu mengambil tinta dan mulai menulis nama seseorang di dalamnya, lalu melepaskan lentera itu terbang ke angkasa.


Saat ini umur Ji Feng sudah beranjak dua puluh empat tahun, namun ia belum memikirkan kehadiran seseorang dalam hidupnya. Ia berharap suatu saat nanti ia akan menikah dengan orang yang ia cintai. Namun itu mustahil baginya, karena ia tau sang ayah pasti tidak akan mengizinkan nya.


Sementara wakil jendral dari Ji Feng yang mendengar kabar pernikahan sang putri, bergegas melaporkan pada Ji Feng


"Jaendral Ji Feng! Kami mendapat kabar, bahwa besok di istana akan mengelar acara pernikahan." jelas wakil jendral itu kepada Ji Feng


"Pernikahan? Siapa yang akan menikah?" Tanya Ji Feng sembari meletakkan cangkir tehnya ke atas meja.


Ji Feng berdiri dan mendekati wakil jendralnya itu, memastikan wakil jendral berkata dengan jelas dan jujur


"Saya mendapat informasi, tuan putri akan menikah dengan raja Qi Yan jendral." Jelasnya lagi sembari menundukkan kepalanya


"Apa!? Bagaimana mungkin!"


"Katakan padaku apa itu benar atau cuma omong kosong mu saja!" bentak Ji Feng pada wakil jendralnya itu


"Itu benar jendral, saat patroli aku sempat bertemu dengan raja Qi di perbatasan, lalu aku menyekap salah satu prajuritnya, ia mengatakan besok raja Qi akan menikah dengan tuan putri!"


Ji Feng yang mendengar hal itu begitu terkejut, ia tidak menyangka ayahnya akan menikahkan Chu Ye dengan raja Qi Yan yang terkenal sangat kejam dan suka membunuh itu. Apalagi tentang pernikahan ini dilakukan secara diam-diam tanpa memberi tahunnya, membuat Ji Feng semakin murka.


"Brak,,,!" Brak"


Dengan sangat marah Ji Feng membalik meja kerjanya itu, sehingga benda yang berada di atasnya betebaran kemana-mana, wakil jendral yang melihat hal itu hanya diam tanpa bicara sepatah katapun.


"Pergilah dari sini! Atau akan ku kupas kulit Kepala mu!" bantak Ji Feng pada wakil jendralnya itu dengan sangat marah


"Baik jendral!" ucapnya dengan wajah takut sembari berlalu pergi meninggalkan ruangan itu


"Apa yang kau lakukan ayah,,, apaaaaaaa!" teriak Ji Feng dengan sangat keras hingga terdengar oleh seluruh pasukan di luar


"Bagaimana kau bisa melakukan ini ayah!" Ji Feng mengengam jemarinya erat-erat, lalu bersandar di dinding dan berlahan jatuh kelantai, matanya bulai berkaca-kaca.

__ADS_1


Para prajurit yang mendengar teriakan itu, tentu saja mereka begitu penasaran, perihal yang terjadi di dalam.


"Apa yang terjadi?" tanya sang prajurit dengan memasang wajah penasaran


"Dengar! saat ini jendral sangat marah, jangan kesana kalau kalian tidak ingin mati!" ucap wakil jendral itu pada anggotanya sembari menarik nafas dalam-dalam


Di sisi lain beberapa pelayan membantu memakaikan baju pengantin untuk Chu Ye dan merias putri Chu Ye dengan sangat cantik, tidak lupa pula ia memakaikan beberapa gelang dan cincin ke tangannya, membuat putri Chu Ye begitu terlihat sempurna


Semua perlengkapan sudah di siapkan, putri Chu Ye di gendong oleh sang raja untuk naik ke atas kereta kuda dengan di temani Tiner sang pelayannya itu


"Aku harap kau bisa menjaga Chu Ye dengan baik! Aku telah membebaskan mu dari kematian jadi dengar! Jika putri Chu Ye sudah bangun, minta dia untuk bersikap angun pada suaminya, jangan pernah melawan dan ikuti semua peraturan istana manor." ucap sang raja pada Tiner. Tiner hanya menganguk dengan wajah takut dan penuh tekanan.


Putri Chu Ye masih terbaring di dalam kereta kudanya, sementara kepalanya berada di pelukan Tiner.


Raja He kemudian turun dari kereta kuda tersebut, lalu meminta sang kusir mulai melanjutkan perjalanan menuju istana manor


kemudian di dampinggi oleh jendral dan beberapa prajurit berkuda di belakangnya, kereta itu mulai berjalan keluar dari pintu gerbang istana.


Sementara Ji Feng yang berada di perjalanan menuju istana dingin memacu kudanya dengan begitu cepat, ia berharap bisa bertemu dengan Chu Ye untuk terakhir kalinya


"Ayah di mana Chu Ye?" tanya Ji Feng dengan nafas terengah-engah, sementara raja He yang membelakanginya hanya tersenyum.


"Kau begitu peduli padanya, sehingga kau meninggalkan perbatasan hanya untuk menanyakan kabar Chu Ye, ada apa dengan mu?." tanya raja dengan sedikit tenang sembari membalik tubuhnya sehingga sang putra dan ayahnya itu saling berhadapan


"Ayah jangan mengalihkan bembicaraan, katakan saja di mana Chu Ye berada?" tanya nya lagi dengan wajah tak sabar.


Sang raja hanya tersenyum, lalu ia beranjak duduk di kursi singasananya.


"Ambilkan teh untukku!" perintah sang raja pada salah satu pelayan istana


Sementara Ji Feng yang menunggu jawaban dari sang ayah hanya berdiri dan diam saja


"Katakan sekarang ayah, apakah Chu Ye sudah pergi? Kenapa kau melakukan itu ayah,,, kenapa kau menikahkan Chu Ye dengan raja pembunuh dan bajingan itu!" teriak Ji Feng dengan sangat kesal dan murka


"Hufff,, baguslah ternyata kau sudah tau semuanya,,, tapi apa boleh buat, Chu Ye mungkin sdah hampir sampai di perbatasan menuju istana manor!" jelas sang raja sembari tersenyum sinis, membuat Ji Feng semakin murka


Ji Feng membalikkan tubuhnya dengan sangat kesal tanpa bicara sepatah katapun, bergegas dengan cepat keluar dari istana lalu mengambil kudanya dan memacu dengan sangat kencang.

__ADS_1


Ji Feng berusaha memacu kudanya dengan sangat cepat menyusul putri Chu Ye di perbatasan


Sementara Chu Ye yang berada di dalam kereta kudanya masih saja belum siuman. Tiner yang begitu cemas berusaha memejamkan matanya untuk tidak memikirkan masalahnya itu, namun pikirannya tetap saja kemana-mana


Jarak dari batas kota tinggal beberapa ratus meter lagi, setelah itu mereka di jemput oleh prajurit untuk di bawa ke istana manor. Mereka akan menjadi bagian dari istana manor dan tidak akan bisa kembali lagi tanpa seizin dari raja Qi Yan.


Jika seorang putri raja menikah dengan pangeran istana maka ia menjadi bagian dari keluarga istana itu dan tinggal selamanya di istana suaminya, apapun masalah dan suka dukanya menjadi hak milik suami. Siapapun tidak berhak membawanya pergi termasuk ayahnya sendiri.


Dan jika sang ayah rindu pada putrinya maka harus meminta izin pada sang suami terlebih dahulu, jika suami tidak mengijinkan maka siapapun tidak di perbolehkan bertemu dengan ratu kerajaan. karena jika tidak mengikuti praturan maka di angap sebagai penipuan dan pemberontakan dan wajib menerima hukuman.


"Hentikan keretanya!" teriak seseorang dari kejauhan, ia memacu kudanya dengan begitu cepat sehingga semua prajurit terkuak dan terbelah dua


"Jendral Ji Feng?"


Prajurit menghentikan keretanya untuk sementara waktu dan memberi izin pada Ji Feng untuk menemui sang putri. Ji Feng dengan cepat menghentikan kudanya lalu berlari masuk ke dalam kereta yang di tumpangi Chu Ye


"Chu Ye,,, Chu Ye! Apa yang terjadi?" tanya Ji Feng sembari memeluk saudarinya itu


"Tuan putri terkena panah beracun tuan, sudah hampir seminggu ia tidak sadarkan diri, tapi raja malah menikahi nya dengan raja Qi Yan." jelas Tiner dengan wajah sedih. Tiner menjelaskan semua kejadian pada malam itu secara detail.


Ji Feng yang mendengar hal itu mengepal erat jemarinya, ia begitu marah dengan keputusan ayahnya yang tidak memiliki perasaan belas kasih.


"Baiklah, jika begitu aku sendiri yang akan mengantarkan Chu Ye ke istana manor! Aku sendiri yang akan bicara pada raja Qi Yan perihal pembatalan pernikahan ini!" ucap Ji Feng sembari menghentakkan tangannya.


"Tapi tuan, jika sang raja tau soal ini ia akan menghukum mu dan juga tuan putri dengan sangat berat!" balas Tiner dengan begitu cemas. Namun Ji Feng tatap tidak peduli dengan perkataan pelayan itu


" Cepat jalan!"


"Tapi tuan!" ucap sang Jendral mencoba menghalangi Ji Feng


"Aku bilang cepat jalan!" bentak Ji Feng semakin keras membuat semua prajurit tertegun dan melanjutkan perjalannya


Sesampai di perbatasan, seluruh prajurit istana manor sudah menunggu dan siap membawa sang putri ke istana manor. Di sana mereka melakukan serah terima antara prajurit kerajaan dingin dengan prajurit kerajaan manor.


Prajurit kerajaan dingin memberi kereta kuda yang di tumpangi putri Chu Ye dan Tiner di dalamnya, namun ia tidak mengetahui bahwa Ji Feng juga berada di dalamnya. Sementara perajurit istana dingin yang mengetahui ada Ji Feng di dalamnya terpaksa hanya diam seperti tidak terjadi apa-apa.


Kereta kuda itu mulai berjalan menjauh dari perbatasan dan menuju kota manor dengan di iringi beberapa prajurit istana manor di belakangnya.

__ADS_1


__ADS_2