Istri Terbuang Tuan Impoten

Istri Terbuang Tuan Impoten
BAB 34. Wanita Itu Istriku


__ADS_3

"Gaada kata-kata, gaada coretan lagi disekitar rumahku."





Sehabis sholat, Danu memilih mengambil kursi dan duduk di samping Diajeng, dia menatap Diajeng yang masih tidak sadarkan diri, padahal sudah beberapa jam lebih.


Dokter Han dan Glen juga ikut menemani Danu, bedanya mereka berdua sedang keluar untuk mencari makan, entah apa yang mereka cari jam segini, ini sudah jam satu malam dan mereka kelaparan.


Hanya tinggal Danu dan DIajeng di ruangan itu, Danu mengusap perut Diajeng lembut, dia ingin berdiskusi dengan anaknya dari hati ke hati, mengungkapkan penyesalannya telah menjadi suami dan ayah yang hampir gagal.


"Maafkan Daddy sayang, Daddy sudah mengecewakan kamu dan Mama kamu," ujar Danu mengecup perut Diajeng.


Rasanya Danu ingin sekali mengatakan ribuan penyesalan di dalam hatinya kepada Diajeng namun semua itu masih tertahan didalam batinnya menanti Diajeng sadar.


Rasanya Danu ingin sekali mengatakan hal yang menjebak ini, Danu kemudian berdiri dari duduknya, dia membutuh angin segar sekarang.


"Ya Allah-"


Danu hanya bisa membatin sendiri, menyebut nama Allah, rasanya dia tidak akan sanggup jika terjadi sesuatu kepada Diajeng.


Disaat Danu berada di koridor rumah sakit, dia memilih duduk di kursi yang ada di koridor sampai seorang pria mendatanginya.


Itu adalah Rusdi, Ayah mertuanya, Danu berdiri dan menatap Rusdi dalam.

__ADS_1


"Ada apa kesini, Pak?" tanya Danu memelankan suaranya kepada Rusdi.


"Saya pengen uang, kamu kan suaminya Diajeng," jawab Rusdi. "Seratus lima puluh juta."


Danu mendelik. "Kenapa bapak meminta kepada saya?"


"Yah karena kamu suami Diajeng, asal kamu tahu yah sebelum menikah dengan kamu Diajeng tuh mau saya jual, jadi sekarang dia menikah dengan kamu, kamu harus membalas lebih!"


Danu tertawa pelan kemudian menajamkan pandangan kepada Rusdi. "Saya pikir anda ini masih pantas disebut ayah atau tidak?"


"Sudah, saya ingin uangnya sekarang!"


"Tidak! Anda tidak pantas disebut ayah jika perilaku anda begini, ayah mana yang rela mengomersialkan putrinya sendiri? Saya rasa kewarasan anda dipertanyakan."


"Halah! Saya gak peduli sama dia, mau dia mati juga dia bukan urusan saya!" jawab Rusdi yang membuat Danu menatap dalam Rusdi.


"Siapa kamu! Saya mau uangnya sekarang! Atau saya akan berbuat nekat!" ancam Rusdi yang membuat emosi Danu naik ke ubun-ubun.


"Pergi!"


"Siapa-"


BUG!


Danu mendaratkan sebuah bogeman mentah kepada Rusdi, diluar dari fakta bahwa Rusdi adalah ayah mertuanya tapi tingkahnya sudah keterlaluan.


"Tanpa mengurangi rasa hormat saya sekali lagi, lebih baik anda pergi!"

__ADS_1


"Saya tidak akan pergi, selagi anak pembawa sial itu tidak bisa memberikan apa yang saya mau!" jawab Rusdi memegang pipinya yang memerah.


BUG!


Sekali lagi Danu memberikan bogeman yang sangat-sangat membuat Rusdi kesakitan namun kali ini bogeman itu membuat kepala Rusdi membentur lantai dan bibirnya terluka.


"Lebih baik, Anda pergi!"


"Kenapa hah! Dia memang anak pembawa sial kan? Gara-gara dia ibunya meninggal!" Rusdi bersikeras. "Jika tidak uang, apa yang bisa dia lakukan untuk membalas jasa saya!?"


Danu menarik kerah baju Rusdi dan memaksanya berdiri, dengan napas tersengal-sengal Danu menatap dalam Rusdi. "Seorang ayah yang baik tidak akan meminta apapun terhadap anaknya."


"Dasar keras kepala, dia pembawa sial, sampah dan tidak berguna."


BUG!


"Dan wanita itu adalah istriku!" Emosi Danu kembali menghantam Rusdi dengan bogemnya.





TBC


Dosa gak sih Danu?

__ADS_1


Wakakaka aku puas banget liatnya


__ADS_2