Istri Terbuang Tuan Impoten

Istri Terbuang Tuan Impoten
BAB 37. Plan For Another Level Of Love


__ADS_3

Guys maaf yah kalau frekuensi updatenya gak pernah pagi, soalnya ini ngetik sambil kerja.


Lovyu :)





"Kamu gapapa kan Fa, gaada yang bikin pusing kan?" Dokter Han tampak terlihat khawatir mengenai kondisi Farah yang baru saja terkena lemparan batu dari orang tidak dikenal.


"G-Gue gapapa kok, Makasih yah Han," jawab Farah merasa canggung kepada Dokter Han yang terlihat begitu khawatir.


Glen dan Danu sendiri masih membincangkan kronologi masalah ini, karena tentu ini adalah masalah yang benar-benar serius menimpa mereka.


"Gue curiganya itu ulah Om Rusdi," jawab Farah yang membuat mereka semuanya diam.


Tidak bisa dipungkiri objek utama yang harus mereka curigai adalah Rusdi sendiri, karena Rusdi lah yang terlibat masalah kepada mereka tadi malam.


"Harusnya kita abaikan saja, ancaman ini," jawab Danu yang membuat Glen menggeleng.


"Gabisa Danu, ini baru kecil dan dia sudah nekat, kita gatau orang ini bakal ngelakuin apalagi kedepannya," jawab Glen menolak pernyataan Danu. "Gini aja deh, biar masalah ini biar aku dan Han yang selidiki, biar ada titik terangnya."


Glen berdiri dan hendak mengajak Dokter Han untuk mengecek kondisi sekitar dimana mereka ingin memastikan orang itu masih ada disini atau tidak.


"Gue, ikut!" teriak Farah yang membuat Dokter Han langsung menghampirinya.

__ADS_1


"Gausah Fa, keadaan lagi gak aman kamu disini aja," jawab Dokter Han yang membuat Farah bersikeras.


"Gue tetap mau ikut!"


"Udahlah Han," timpal Glen. '"Kalau dia mau ikut biarin aja."


Akhirnya Dokter Han menyerah dan membiarkan Farah ikut serta dengan mereka, mereka akhirnya berjalan keluar kondisi sekitar rumah sakit.



Kini hanya tinggal Danu dan Diajeng di ruangan rawat itu, Danu masih berjaga ingin memastikan bahwa kondisi Diajeng baik-baik saja.


"Kamu kapan sadar sih, sayang?" bisik Danu didalam hatinya sendiri sembari menggenggam tangan Diajeng.


Pasalnya sudah beberapa jam, Diajeng tidak sadarkan diri yang membuat Danu merasa takut akan terjadi sesuatu kepada Diajeng.


Melihat itu membuat Danu segera memanggil dokter, dokter yang dipanggil pun langsung masuk ke kamar rawat Diajeng dan memeriksa kondisi Diajeng.


Danu hanya berdiri menanti kabar dari kondisi istrinya itu.


"Bagaimana, Dok?" tanya Danu saat ia melihat Diajeng sudah membuka matanya.


"Kondisinya sudah baik-baik saja," jawab Dokter itu membuka alat bantu pernapasan Diajeng. "Mungkin hanya perlu istirahat."


"Kalau begitu saya pamit dulu yah, kalau ada apa-apa bisa panggil, saya," lanjut Dokter itu kemudian berjalan meninggalkan Danu dan Diajeng di ruangan itu setelah menjelaskan tentang kondisi Diajeng kepada Danu.


Kini hanya tersisa Danu dan Diajeng, Danu langsung meraih tangan Diajeng yang membuat Diajeng menatapnya.

__ADS_1


"M-Mas?"


"Iya sayang, Mas disini, kamu gapapa kan? Mas khawatir banget sama kamu," jawab Danu mengusap wajah Diajeng. "Mas gak akan pernah sanggup kalau kamu kenapa-napa, rasanya Mas kehilangan sesuatu yang Mas miliki."


Diajeng tidak menjawab dia melirik bekas luka di wajah dan tangan Danu akibat pecahan kaca itu. "Mas gapapa?"


"Mas udah bisa jalan?"


Danu tidak menjawab, Danu meraih kedua tangan Diajeng di pipinya dan menatap dalam Diajeng. "Selama ada kamu, Mas agak akan pernah kenapa-napa."


"Mas cinta sama kamu," ujar Danu kembali.


"Karena kebakaran itu?"


"Bukan, Mas sudah mengatakan cinta saat kecelakaan di ruangan pendingin itu, Mas mengatakannya secara sadar."


Air mata Diajeng jatuh, dia menatap dalam kondisi mata berkaca-kaca.


"Aku juga cinta sama, Mas."





TBC

__ADS_1


Like dulu yah :)


__ADS_2