Istri Terbuang Tuan Impoten

Istri Terbuang Tuan Impoten
BAB 45. Day Ke-24 [TAMAT]


__ADS_3

"Banjir😭"


•


•


•


"Sudah siap, Mas Han?" tanya seorang ustadz yang dipercaya membimbing Han untuk menjadi seorang mualaf. "Bismilah."


"Tapi sebelum itu, ketahuilah, Menjadi seorang mualaf merupakan sebuah hidayah dan anugrah dari Allah SWT. Di mana tidak semua manusia mendapat kesempatan untuk merasakan hal istimewa tersebut. Hidayah yang diberikan Allah kepada orang mualaf akan mendapat ampunan dosa yang telah lalu hingga detik di mana ia menjadi seorang muslim," jelas ustadz tersebut kembali yang membuat semuanya memperhatikan. "Dalam surah An-Anfal dijelaskan, Katakanlah kepada orang-orang yang kafir itu, Jika mereka berhenti (dari kekafirannya), niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosa mereka yang sudah lalu; dan jika mereka kembali lagi, sesungguhnya akan berlaku (kepada mereka) sunnah (ketetapan Allah) terhadap orang-orang dahulu."


"Maka dari itu, Segala dosa dan keburukan seorang mualaf akan dihapus oleh Allah SWT. Kebaikan ia lakukan akan mendapat pahala yang lebih, jika ia menjalankan kehidupan sesuai dengan syariat agama Islam. Bahkan Allah akan membalas sepuluh kali lipat sampai 700 kali lipat. Adapun jika ia melakukan satu keburukan maka akan dibalas dengan sama, kecuali Allah mengampuninya."


Sebuah khotbah singkat tapi sampai di hati Han, dengan Farah, Glen, Danu, Diajeng dan Damar yang menjadi saksinya membuat Han mengucap kalimat syahadat.


"Ikuti saya, Nak Han, Asyhaddu An-laa Ilaha illallah."


Han menghela napas kemudian mengikutinya. "Asyhaddu An-laa Ilaha illallah."


"Wa Asyhadu Anna Muhammadar Rasulullah," lanjut ustadz itu sekali lagi.


"Wa Asyhadu Anna Muhammadar Rasulullah," ujar Han mengikuti.


Semuanya terdiam hening sesaat sebelum akhirnya ustadz tersebut angkat suara. "Alhamdulillah, Nak Han sudah resmi menjadi seorang muslim."

__ADS_1


Semuanya mengucap Alhamdulillah secara serempak sedang Glen dan Danu langsung memeluk sahabatnya itu, selanjutnya Han hanya perlu mengurus surat dari identitas barunya.


•


Damar, Han, Danu, Glen, kini sedang duduk di meja restoran Diajeng untuk makan, restoran tutup hari ini sedang Diajeng dan Farah berada di dapur mempersiapkan makanan.


"Udah Mateng gak sih itu Jeng, kayaknya udah deh matiin aja kompornya," ujar Farah yang membuat Diajeng memperhatikan sup mereka.


"Udah kayaknya, kopinya udah kamu buat belum, kopi punya Mas Danu itu gak pake gula yah, Mas Danu gabisa makan manis," jawab Diajeng yang membuat Farah mengangguk.


"Gue nganter ini, kedepan dulu yah," Diajeng hanya memberi jempol kemudian lanjut membuat makanan.


Disaat Diajeng sedang sendiri di dapur seseorang tampak memeluknya dari belakang dan mencium pipinya, jelas itu adalah Danu.


"Jelas, kamu kan gak tahan Manis, Mas," jawab Diajeng.


"Bener juga yah, buktinya aku sekarang udah kecanduan manisnya kamu," jawab Danu membalikkan badan Diajeng agar menatapnya. "Boleh yah."


"Nanti dilihat mereka loh."


"Gapapa," jawab Danu mencium bibir DIajeng cukup lama sampai akhirnya Danu turun mencium perutnya.


Diajeng terharu, dia kembali bertepuk tangan yang membuat Danu menatapnya. "Kenapa."


"Aku bertepuk tangan karena semua berakhir bahagia dan oh ini endingnya," jawab Diajeng yang membuat Danu memeluknya.

__ADS_1


Keduanya berpelukan di dapur itu, menikmati akhir kisah keduanya, Diajeng bahagia sekarang semua sudah selesai.


Kisah Diajeng dan Danu belum berakhir tapi cukup sampai disini yang kalian boleh tahu.


•


•


•


Assalamualaikum.


Terimakasih sudah mengikuti kisah Danu dan DIajeng, jujur Author sangat bahagia karena kalian semua support novel ini.


Allah membalas kebaikan kalian.


Author pamit, sehat-sehat selalu kesayangannya Author.


I love u


Pict Danu dan Diajeng:



__ADS_1


__ADS_2