
..."Hanya ada beberapa hal yang terjadi dan sisanya kita hanya tidak mengetahuinya."...
...- Pak RT...
•
•
•
"Kau punya masalah? Aku lihat tadi Ayahmu tampak marah," ujar Glen saat Dokter Han masuk ke dalam mobil.
Dokter Han menggelengkan kepalanya pelan. "Hanya masalah kecil." Jawaban ini tentu tidak memuaskan bagi Glen. "Ada apa Danu, memanggil kita?" imbuh Dokter Han.
"Ada, seseorang yang ingin memberikan info tentang peneror belakangan ini," jawab Glen mulai menjalankan mobilnya meninggalkan area rumah Dokter Han.
Dokter Han hanya menganggukkan kepalanya mengerti, sembari duduk di samping Glen, pikirannya kini sudah melayang jauh entah kemana, akibat perdebatan dengan ayahnya tadi.
Tak lama kemudian mobil Glen sudah berhenti di depan sebuah cafe, disana juga sudah ada mobil Danu dan Danu yang duduk di bumper mobilnya.
"Dimana orangnya?" tanya Glen turun dari mobil dan menghampiri Danu.
Danu menggeleng pelan. "Belum datang," Setelah mengatakan ini, Danu melirik ke mobil Glen dimana Dokter Han masih diam disana. "Han kenapa?"
Glen hanya mengangkat bahu tidak tahu, karena sewaktu dijemput tadi memang Dokter Han sudah sangat aneh padahal dia adalah yang paling humoris diantara mereka bertiga.
__ADS_1
Karena tidak ingin membiarkan Dokter Han larut dan kesendiriannya, Glen dan Danu pun berjalan ke arah Dokter Han.
Kini Danu sudah berada didepan pintu mobil sedang Glen duduk di bumper depan karena Dokter Han, masih didalam mobil.
"Ada apa Han?" tanya Danu atas kerisauan sahabatnya itu.
Dokter Han hanya menatap kepada mereka yang membuat keduanya semakin dibuat bingung. "Aku mau masuk Islam."
Danu dan Glen yang mendengar itu hanya mendelik kemudian bertanya lebih lanjut kepada Dokter Han.
"Kau serius?" tanya Danu yang membuat Dokter Han mengangguk. "Tapi kenapa?"
"Karena aku yakin," jawab Dokter Han yang membuat semuanya diam. "Bertahun-tahun aku coba nyari apa yang kurang dari hidupku dan setelah ketemu teman-teman mayoritas muslim tuh rasanya adem ngedengar mereka ngaji, sholat, aku pengen gitu juga."
"Aku sudah benar-benar yakin," jawab Dokter Han keluar dari mobil dan menatap kedua sahabatnya.
Danu terdiam sejenak kemudian memeluk Han. "Aku bangga kalau kau ingin menjadi mualaf, tapi kau harus melakukannya dari hatimu Han."
"Aku sudah memikirkan ini," jawab Dokter Han yang membuat mereka semua diam.
"Baiklah, aku akan membantu kau menemui tokoh agama yang bisa membantumu, nanti," jawab Danu.
Kini mereka kembali fokus ke rencana awal mereka yaitu dengan sosok berinisial ini, tak lama setelah momen itu seorang pria tampak berjalan ke arah mereka.
"Danu, Glen, Han, kalian datang tepat waktu," jawab pria itu. "Aku yang menghubungi kalian."
__ADS_1
Pria ini memakai maskar dan Hoodie yang membuat mereka semua tidak bisa melihat wajahnya.
"Kamu siapa?" tanya Danu berjalan ke arah pria itu.
"Tidak peduli siapa aku, yang jelas aku akan memberikan info penting kepada semua," jawab pria itu yang membuat Glen dan Dokter Han turut mendekat.
Pria itu mengeluarkan sebuah ponsel dan memperlihatkan foto Rusdi dan Natasha serta video percakapan mereka.
"Natasha?" tanya Danu dalam hatinya sendiri. "Ada apa dia bersama, Pak Rusdi."
"Sungguh, kau belum tahu? Jika dia sudah melakukan hal yang akan membahayakan jelas karena ada sebabnya, sebabnya hanya kalian harus cari tahu," jawab pria itu.
"Kau tidak tahu?" tanya Danu yang membuat pria itu menggeleng.
Pria itu kemudian beranjak meninggalkan Danu dan Geng disana dengan sejuta tanda tanya.
•
•
•
TBC
Assalamualaikum
__ADS_1