
..."Terlalu banyak hal yang kita lewati, sampai kita lupa hal yang akan kita hadapi."...
...- Kang Bakso depan rumah....
•
•
•
Dokter Han masih menatap kepergian Farah, mungkinkah ini yang disebut kisah cinta secara singkat tapi logikanya yang salah.
Pada dasarnya mereka memang tidak bisa bersatu, dan satu kesalahan dari Dokter Han, dia malah mencintai Farah.
Tidak mungkin kan dia merebut Farah dari Tuhannya sedang dia tahu, Farah itu dari keluarga yang taat akan agama yang mereka anut.
Setelah memastikan Farah masuk ke dalam rumah, Dokter Han menjalankan mobilnya meninggalkan area rumah Farah.
"Harusnya aku bercermin sebelum mulai menaruh hati kepadamu," bisik Dokter Han didalam hatinya sendiri setelah mendengar jawaban Farah.
Mungkin dia yang terlalu serius menanggapi segala situasi yang terjadi dan terlalu berharap lebih kepada Farah yang jelas-jelas tidak akan membalas perasaannya.
•
Hari sudah siang, kini Danu dan Diajeng sudah bersiap untuk pulang karena kondisi kesehatan Diajeng yang sudah perlahan membaik.
__ADS_1
"Mau Mas gendong, dek?" tanya Danu saat melihat Diajeng berjalan. "Nanti kamu capek."
"Punggung Mas aja masih belum baikan pas jatuh dari tangga, gimana gendongnya?" jawab Diajeng. "Aku jalan aja, gapapa kok."
Danu sedikit khawatir, namun dia memilih memaksa menggendong Diajeng, walaupun dia merasakan sakit di punggungnya, walaupun begitu Diajeng hanya bisa pasrah, keinginan suaminya tidak bisa dibantai.
Sementara Glen dan Dokter Han yang melihatnya hanya saling menukar pandangan malas karena kebucinan kedua pasangan suami istri ini.
"Bucin banget."
"Gatau heran, biasalah, namunya pasangan baru bucin, kayak kamu gak aja," jawab Glen pada Dokter Han.
"Gaklah, aku pacaran aja gak, emang kamu pernah?" ujar Dokter Han.
"Gak," jawab Glen menggelengkan kepalanya.
Sesampainya di mobil, Danu langsung mendudukkan Diajeng di jok belakang dan ia juga turut duduk disamping Diajeng.
Sedang Glen mengendarai mobil dan Dokter Han duduk di kursi samping Glen.
"Udah gaada yang ketinggalan yah?" tanya Glen memastikan dan mereka semua mengangguk.
Glen kemudian menjalankan mobilnya meninggalkan area rumah sakit, tujuan utama mereka adalah rumah Danu dan Diajeng.
Disaat Glen fokus mengendarai mobil, terdengar suara ledakan yang Glen yakini itu adalah ledakan dari ban mobil mereka, sontak Glen menginjak rem mendadak, untung saja dijalan sedang sepi sehingga tidak terjadi apa-apa.
__ADS_1
"Apa itu, Glen?" tanya Danu yang membuat Glen dan Dokter Han keluar.
Sesampainya diluar mereka mendapati bahwa mobil mereka bannya baru saja meledak tapi bukan ledakan yang disebatkan faktor alami tapi faktor disengaja.
"Tembakan pistol," jawab Glen memperhatikan bekasnya.
Glen kemudian menatap Dokter Han dan Danu yang baru saja keluar dari dalam mobil.
"Tapi siapa?"
"Aku curiganya ini adalah pelaku yang sama teror tadi pagi," jawab Glen yang membuat Dokter Han dan Danu berpikiran yang sama.
"Ini udah parah sih, kalau sampai mobil kita kebalik gimana? Ini harus ditindak lanjuti, lapor polisi ajalah," jawab Dokter Han merasa dongkol.
"Emang ada bukti?" tanya Glen.
Danu diam, memperhatikan wajah kedua sahabatnya, jelas sekali ini sudah menjadi ancaman yang serius karena pelakunya sudah mulai nekat terhadap mereka.
"Gini aja, kita bakal selidiki ini, tapi jangan sampai Diajeng tahu yah," jawab Danu yang membuat keduanya mengangguk.
•
•
•
__ADS_1
TBC