
mendengar perkataan Kevin yg akan menikahi aurel.. sontak membuat kaget semua orang termasuk Aurel sendiri.
Kevin kembali melanjutkan perkataannya..
"karena sekarang sudah di pastikan bahwa saya akan menikahi Aurel, itu artinya kita sudah menemukan solusi yang tepat untuk masalah ini, jadi.. sebaiknya bapak RT dan bapak RW yang terhormat, di persilahkan dengan secepatnya untuk membagikan kabar gembira ini kepada semua orang di desa ini"
kata-kata Kevin sedikit mengandung kata singgungan. sekaligus ucapan kevin yg tidak secara langsung meminta mereka untuk segera pergi meninggalkan mereka.
sadar dengan kehadiran mereka yang sudah tidak di inginkan di tempat itu, akhirnya ketua RT dan ketua RW langsung undur diri dan berpamitan pulang kepada keluarga Aurel dan dengan cepat meninggalkan rumah tersebut.
sepeninggal mereka.. tinggallah mereka berempat.. mereka saling pandang satu dengan yang lainnya, yakni ..
- Aurel
- Kevin
- Toni
- Tuti
Tuti dan Toni masih belum percaya dengan keputusan yg telah di ambil oleh Kevin.
sedangkan Kevin segera menghampiri Aurel dan menyuruhnya untuk segera masuk kedalam kamarnya..
"semua akan baik-baik saja, pergilah segera ganti pakaianmu"
***
Aurel masuk ke kamarnya.. dengan pikiran yang masih sedikit linglung, sedangkan Kevin menutup pintu kamar Aurel yang masih dalam keadaan terbuka.
__ADS_1
sedangkan Toni dan Tuti.. mereka masih berdiri termangu.. mereka masih syok dengan apa yang terjadi pada anak mereka.
Toni dan Tuti baru tersadar dari alam bawah sadarnya, ketika Kevin menuntun tangan mereka berdua agar mengikuti dirinya untuk duduk di kursi yg terletak di ruang tamu rumahnya.
'bapak dan ibu duduklah" pinta Kevin.
sedangkan dirinya pun masih merasa syok dengan apa yg telah menimpanya.
Kevin kemudian pergi menuju ke arah dapur, dia berniat untuk mengambil air minum untuk Toni dan juga Tuti.
tak lama berselang, Kevin sudah kembali ke ruang tamu dengan membawa dua gelas air putih, lalu dia memberikannya kepada Toni dan Tuti.
"minumlah dulu.. siapa tahu bisa membuat kalian merasa sedikit lebih tenang"
Toni dan Tuti mengambil gelas yang di berikan oleh Kevin, keduanya meminum air di gelas masing-masing lalu meneguknya sampai habis.
setelah keadaan di rasa sudah cukup tenang.
"sesungguhnya bapak benar-benar berterima kasih kepada tuan Kevin, karena telah berani mengambil sebuah keputusan besar seperti ini? untuk menyelamatkan harga diri keluarga kami, namun bapak benar-benar merasa tidak enak jika harus membebani tuan dengan tanggung jawab yang sebesar ini"
"aku hanya melakukan apa yg seharusnya aku lakukan" ucap Kevin.
"tapi tuan.. kami benar-benar merasa malu dengan apa yang terjadi tentang semua ini"
"apa yang membuat bapak malu, kenapa harus malu? bapak sendiri bahkan sudah menyelamatkan nyawa saya, dan sekarang saya akan menyelamatkan harga diri anak bapak, saya rasa semua ini cukup adil, atau bahkan semua yang saya lakukan, sama sekali belum sepadan dengan apa yg telah bapak lakukan terhadap hidup saya"
Kevin berusaha menjelaskan kepada Toni, kemudian dia melanjutkan perkataannya..
"sebaiknya sekarang bapak dan ibu tidak perlu merasa khawatir, kalian persiapkan saja acara untuk besok, saya akan menikahi Aurel besok pagi"
__ADS_1
Toni dan Tuti saling tatap, antara senang bercampur haru.. mereka berdua segera menganggukkan kepalanya, menandakan bahwa mereka sudah mengerti maksud dari perkataan kevin.
selesai berkata kepada orangtuanya Aurel, Kevin pamit pergi ke kamarnya, setiba di dalam kamar Kevin berbaring sambil menatap langit-langit kamarnya.
kemudian dia berpikir selama beberapa saat, setelah mengingat sesuatu, dengan cepat Kevin bangun dari tempat tidurnya, berlalu ke ruang tamu untuk mencari Toni.
"Pak.. bapak.. bukankah kemarin sewaktu saya mengalami kecelakaan, bapak mengatakan telah menemukan dompet saya?jika iya.. bolehlah saya tahu, dimana bapak meletakkan dompet tersebut? tanya Kevin.
"dompetnya bapak simpan di dalam kantong plastik berwarna hitam, yg tergantung di dalam kamar"
Toni menjawab pertanyaan Kevin, serta menunjukkan kepada Kevin letak kantong plastik tersebut.
"ini dompet beserta kunci mobil milik tuan, ada sebuah handphone genggam juga, namun handphonenya rusak dan tidak bisa di hidupkan, saya menyimpan semuanya dengan baik" Toni kemudian menyerahkannya semua barang yang di sebutkan nya kepada Kevin.
Kevin menerima dan membuka kantong plastiknya, dia kemudian mengambil sebuah dompet berwarna hitam, setelah melihatnya dengan seksama, lalu Kevin membukanya..
hal pertama yang ia temukan, tatapannya tertuju kepada sebuah photo perempuan cantik yg ada di dalam dompet tersebut.
Kevin mencoba untuk mengingat-ingat, siapa perempuan yang ada di dalam photo tersebut, namun semakin ia berusaha untuk mengingatnya, kepalanya malah menjadi semakin terasa sakit.
Kevin sama sekali tidak bisa mengingatnya, dia benar-benar tidak mengingat dirinya dan juga masa lalunya.
Kevin memutuskan untuk mengurungkan niatnya untuk mengingat, dia kemudian membuka isi dompetnya tersebut dan menemukan masih ada beberapa lembar uang di dalamnya jumlahnya ada 30 lembar, berarti sama dengan jumlah 3 juta.
Kevin mengambil uang itu, kemudian memanggil Tuti..
"Bu.. ambillah uang ini, jumlahnya tak banyak, hanya ada segitu. sebaiknya ibu atur dan cukup-cukupkan saja"
kemudian Kevin menyerahkan uang tersebut kepada Tuti.
__ADS_1
Tuti mengambilnya dengan ragu-ragu..
setelah memberikan uangnya kepada Tuti, Kevin kembali ke kamarnya, sedangkan Tuti mengetuk pintu kamarnya Aurel.