Istri yg terlupakan

Istri yg terlupakan
sadarkan diri


__ADS_3

sejak dirinya pulang dari rumah sakit, Toni sama sekali belum memakan apapun..


Toni merasa perutnya lapar..


"Bu, bapak lapar .. ini perut sudah berbunyi kriuk kriuk" Toni memegang perutnya sambil tersenyum kepada istrinya.


"ohh iya pak.. ibu jadi lupa, lupa menawarkan bapak untuk makan.. soalnya selama sebulan ini bapak tidak berada di rumah, jadi ibu sampai lupa kalo sekarang ada bapak" Tuti menunjukkan mimik wajah yang sedih, namun di akhiri dengan senyuman yang di tujukan untuk suaminya.


setelah lebih sebulan Toni berada di rumah sakit untuk menjaga Kevin, akhirnya kali ini mereka sekeluarga dapat berkumpul untuk makan bersama lagi, canda tawa yang tercipta di antara keluarga kecil itu, terdengar begitu hangat.


***


keesokan harinya.. Toni mulai beraktivitas seperti sediakala lagi, yakni menjalani rutinitasnya sebagai buruh di perkebunan karet seperti biasanya.


ketika Toni berada di tempat kerja, banyak dari teman-temannya yg menanyakan kondisi keaadan Kevin saat ini.


mendengar pertanyaan dari mereka, Toni hanya menjawab dengan seadanya.


"Ton, apa kamu tidak takut, saat ini kamu menjaga pria itu, tapi kamu bahkan tidak mengenalnya, lalu.. bagaimana jika suatu saat nanti keluarganya datang untuk mencarinya, kemudian mereka menyalahkan dirimu?"


tanya salah seorang temannya..


"Hmm, aku kan niatnya baik untuk menolong orang yang sedang sakit, apapun yg akan terjadi nantinya, itu semua akan aku pikirkan nanti saja" ujar Toni.


kemudian mereka semua kembali melanjutkan pekerjaannya masing-masing.


***


cerita kembali ke rumah keluarga Toni..


terlihat Aurel yg sedang membersihkan tubuh Kevin dengan kain waslap.


Aurel mengganti cairan infusan yg saat itu tinggal sedikit lagi dan hampir habis.


Aurel juga dengan telaten mengobati luka-lukanya Kevin dengan mengoleskan salep kulit yang di sarankan oleh dokter yang menanganinya ketika dia dulu sedang di rawat di rumah sakit.


setelah selesai dengan rutinitasnya Aurel meninggalkan Kevin dan kembali ke kamarnya, (kamar ibunya) yang saat ini menjadi kamarnya juga.


keadaan seperti itu .. sudah berlangsung selama kurang lebih 3 bulan lamanya, hingga tepatnya hari Rabu,20 Desember pukul 17.00 WIB tiba-tiba Kevin sadarkan diri.


ketika Aurel melihat ada pergerakan pada tangannya Kevin, Aurel langsung berteriak memanggil kedua orangtuanya.


"Pak.. Bu.. sepertinya tuan Kevin sudah sadar" teriak Aurel.


mendengar Aurel berteriak.. Toni dan Tuti segera memburu dan menghampiri keberadaan Aurel yang saat itu sedang berada di tempat dimana Kevin sedang terbaring.

__ADS_1


"ada apa sayang?" Toni dan Tuti mereka bertanya kepada anaknya secara bersamaan.


"iii..itu.. itu lihatlah" Aurel menunjuk ke arah Kevin yg saat itu mulai membuka matanya.


"sepertinya dia sudah sadarkan diri" ucap Aurel kepada kedua orangtuanya.


"Subhanallah.. Alhamdulillah" Toni dan Tuti mengucap kalimat syukur.


***


benar saja.. saat itu Kevin sudah mulai sadarkan diri.


melihat kondisi Kevin yang sudah sadar, Toni segera melakukan panggilan telepon kepada dokter yang menangani Kevin ketika dirinya sedang di rawat rumah sakit.


Kevin mulai mulai menggerakkan tubuhnya, namun Aurel dengan sigap menghampirinya.


"jangan banyak bergerak dulu, kondisi tubuhmu masih sangatlah lemah"


"Air" satu kata yang terucap dari mulut Kevin untuk pertama kalinya.


Aurel yg mengerti maksudnya, segera mengambil air minum dan memberikan air itu kepada Kevin.


"minumlah" Aurel membantu Kevin untuk meminum air tersebut.


"dimana ini?" ucapnya.


"ini rumahku" jawab Aurel.


"lalu siapa kalian semua? kenapa aku sama sekali tidak mengenal kalian?" tanya Kevin.


"aku adalah orang yg sudah menolongmu"


kali ini Toni yang menjawab pertanyaan dari Kevin, Toni berusaha untuk menjelaskan kepadanya.


"namaku Toni dan ini adalah Tuti istriku"


kemudian Toni menunjuk ke arah Aurel, lalu berkata lagi kepada Kevin..


"dan dia gadis muda yang saat ini sedang berada di sampingmu, dia adalah Aurel putri kami"


Kevin mengernyitkan keningnya, sebagai tanda bahwa dirinya saat ini sedang kebingungan.


"lalu.. Kevin, siapa itu Kevin" tanyanya.


Aurel, Toni dan Tuti saat itu spontan saling tatap satu sama lainnya.

__ADS_1


lalu mereka dengan kompak menunjuk kepada Kevin *KAMU* jawab mereka serentak.


Kevin dengan mimik wajah bingung, kemudian memegang kepalanya..


"sakit.. duh sakit" teriaknya.


Toni merass khawatir dengan keadaan Kevin yang seperti itu.. untungnya dokter segera datang dan memeriksa kondisi pasien dan memberikan obat penghilang rasa nyeri.


setelah beberapa saat akhirnya Kevin terlihat lebih tenang.. dia kembali tertidur, mungkin di sebabkan oleh pengaruh obat yg di berikan dokter kepadanya.


melihat keadaan pasien yg seperti bingung dengan dirinya sendiri, dokter menganalisis bahwa pasien saat ini terkena penyakit AMNESIA atau HILANG INGATAN.


setelah selesai memeriksa keadaan Kevin, dokter berpesan agar pasien tidak terlalu banyak berpikir, karena akan berpengaruh buruk dan sangat berbahaya bagi kondisi tubuhnya.


"baik dok, saya akan memperhatikan apa yg dokter katakan" ucap Toni.


dokter kemudian pamit dan pergi meninggalkan rumahnya Toni, sedangkan Aurel, Toni dan Tuti saling membagikan tatapannya.


setelah beberapa jam, akhirnya Kevin kembali sadar dan berusaha untuk bangun dari tempat tidurnya, tapi melihat kevin yg bersusah payah untuk bangun.


Aurel segera menghampirinya..


"sini biar aku bantu" ucap Aurel.


kemudian Aurel membantu Kevin untuk bangun dan duduk bersandar di dinding dekat tempat tidurnya.


"kamu baik-baik saja?" tanya Aurel.


Kevin mengangguk kemudian bertanya..


"siapa aku, apakah kamu mengenalku?"


Aurel menggelengkan kepalanya..


"aku sama sekali tidak mengenalmu, ayahku yg telah membawamu berobat ke rumah sakit ketika kamu mengalami kecelakaan, beberapa bulan lalu"


"beberapa bulan yang lalu?" tanya Kevin kebingungan.


Aurel mengangguk "Heeumm, kamu mengalami kecelakaan dan tidak pernah sadarkan diri, nah baru hari ini kamu sadar dan bangun dari tidurmu yang begitu panjang"


"tidur panjang" tanya Kevin.


"iya.. kamu kan mengalami koma, terhitung kamu sudah 4 bulan tidak sadarkan diri, bahkan dokter pun sudah angkat tangan, tapi ayahku yakin dan percaya bahwa kamu pasti akan sadar dan bisa sembuh seperti sedia kala lagi"


Aurel mencoba menjelaskan kepada Kevin.

__ADS_1


__ADS_2