Istri yg terlupakan

Istri yg terlupakan
scene Aurel dan Kevin


__ADS_3

cerita kembali kepada Aurel dan Kevin..


Kevin yang sudah selesai mandi, lalu kembali ke kamarnya, ketika Kevin memasuki kamar, ia menemukan Aurel yang sedang berdiri di depan cermin.


Kevin.. "neng"


Kevin memanggil Aurel, namun tidak ada respon ataupun jawaban dari Aurel..


karena tidak mendapat jawaban, Kevin menghampirinya dan menepuk pundaknya.


Kevin.. "neng, kamu kenapa? bisa tolong siapkan pakaian untukku?" tanyanya.


Aurel menoleh.. "Ehh aa, ada apa?" sepertinya dia tidak mendengar apa yang telah di katakan oleh Kevin kepadanya.


#karena Aurel saat itu sedang melamun, Aurel bahkan tidak sadar.. sudah berapa lama dirinya berdiri di depan cermin.


#panggilan Aurel dan Kevin juga menjadi berubah.. Aurel memanggil Kevin dengan sebutan (Aa) sedangkan Kevin memanggil Aurel dengan sebutan (Neng).


Kevin menggelengkan kepalanya "tidak ada apa-apa"


selesai berkata, Kevin langsung mengambil sendiri pakaiannya, sedangkan Aurel berlalu keluar dari kamarnya.


"ada apa dengannya? sepertinya akhir-akhir ini dia sering melamun!" Kevin bergumam di dalam hatinya.


setelah memastikan bahwa Aurel sudah meninggalkan kamarnya, barulah Kevin mengenakan pakaiannya.


seperti hari kemarin, hari ini Kevin kembali bekerja di perkebunan bersama dengan Toni, walaupun dia tidak di perbolehkan, namun Kevin bersikukuh dengan pendiriannya bahwa ia ingin tetap bekerja.


Kevin.. "jika aku tidak bekerja, lalu bagaimana aku bisa memberi nafkah untuk istriku"


akhirnya mereka memutuskan untuk tidak melarangnya lagi.


hari demi hari berlalu dengan sangat cepat..

__ADS_1


terhitung.. sudah 1 bulan Kevin menjalani aktivitas pekerjaannya sebagai buruh di perkebunan karet.


cinta di antara keduanya mulai tumbuh, Aurel dan Kevin mulai merasakan adanya benih-benih cinta yang tumbuh di dalam hati mereka berdua.


namun sayangnya, baik Kevin maupun Aurel, mereka berdua sama-sama naif dan tidak mau mengakui perasaan masing-masing.


hingga tiba di suatu hari..


ketika Kevin merasa kepalanya sedikit pusing dan tidak enak badan, sehingga dirinya meminta ijin agar bisa pulang lebih cepat.


tiba di rumah hanya ada Aurel yang sedang menonton acara televisi, di karenakan ibu mertuanya sedang pergi karena dia memiliki sebuah urusan.


Kevin mengetuk pintu beberapa kali..


mendengar suara ketukan pintu, Aurel segera bergegas dan membukakan pintunya.


ketika pintu di buka, Aurel melihat Kevin di balik pintu, dia berdiri sempoyongan dan hampir jatuh,


Aurel segera menangkap tubuhnya, kemudian memapah Kevin ke kamar mereka, Aurel membawa Kevin ke tempat tidur.


Kevin kemudian berbaring sesuai dengan apa yang di ucapkan oleh Aurel.


setelah Kevin berbaring, Aurel lalu menempelkan telapak tangannya di keningnya Kevin.


Aurel.. "kamu demam, tunggu sebentar ya aku mau ambil air untuk mengompres"


tak lama.. Aurel kembali ke dalam kamarnya dengan membawa baskom berisi air untuk mengompres.


setelah mengompres keningnya Kevin, Aurel lalu pergi menuju ke arah dapur, ia lalu membuatkan bubur untuk Kevin.


saat buburnya sudah matang, Aurel kembali membawakan semangkuk bubur untuk Kevin.


namun.. ketika dirinya kembali, ternyata Kevin sedang tertidur, Aurel kembali memeriksa suhu tubuhnya, ternyata suhu tubuhnya masih tinggi.

__ADS_1


dengan sedikit ragu Aurel membangunkan Kevin, setelah Kevin terbangun, ia lalu menyuapinya bubur, setelah Kevin makan buburnya, Aurel lalu memberikan Kevin obat penurun panas.


setelah meminum obatnya, Aurel menyuruhnya untuk beristirahat dan mungkin karena pengaruh dari obatnya, akhirnya Kevin tertidur.


Kevin tertidur cukup lama, bahkan sudah berjam-jam lamanya, ia tidak kunjung bangun, namun.. karena tak kuasa untuk mengganggu dan membangunkannya, Aurel memutuskan untuk membiarkannya.


menjelang Maghrib, Aurel yang sudah selesai mandi ia masuk kedalam kamarnya dan menemukan Kevin yang masih tertidur.


aroma sabun dari tubuhnya, semerbak memenuhi ruangan kamarnya.


membuat kesadaran Kevin sedikit-sedikit menjadi pulih, ia sudah terbangun dari tidurnya, perlahan Kevin membuka matanya.


Kevin melihat Aurel sedang berdiri di depan cermin, saat itu Aurel hanya menggunakan handuk mandi, tetesan demi tetesan air dari rambutnya Aurel yang basah bagaikan kilauan berlian yang berjatuhan di atas lantai.


Aurel tidak mengetahui bahwa Kevin sedang memperhatikan dirinya.


Aurel membungkukkan badannya kemudian ia mengeringkan rambutnya menggunakan handuk, setelah di rasa cukup kering, ia lalu menyibakkan rambutnya ke belakang.


Aurel lalu menyisir rambutnya, tapi.. tiba-tiba sisirnya terjatuh ke lantai, dia lalu membungkukkan badannya untuk mengambil sisirnya yang jatuh.


kondisi seperti itu, sungguh bagaikan sebuah tontonan yang baru pertama kalinya di lihat oleh Kevin, mengingat walaupun mereka sudah menikah cukup lama, namun tak pernah ada hubungan intim yang terjalin di antara keduanya.


selesai menyisir rambutnya, Aurel mengarahkan pandangannya kepada Kevin, namun Kevin dengan cepat memejamkan matanya, dia pura-pura masih dalam keadaan tertidur.


karena merasa khawatir, Aurel menghampiri Kevin lalu memeriksa suhu tubuhnya.


"sudah tidak panas, tapi kenapa ya masih belum terbangun?" Aurel bergumam sendiri.


Aurel lalu memeriksa denyut nadi di pergelangan tangannya Kevin, setelah itu dia meletakkan kepalanya di atas dada Kevin berniat untuk memeriksa detak jantungnya.


tiba-tiba tangan Kevin mengelus rambutnya Aurel, merasa ada yang mengelus rambutnya Aurel mengangkat kepalanya dari dadanya Kevin.


Aurel.. "aa sudah bangun, apakah aku sudah mengganggu tidurmu?"

__ADS_1


Kevin menggelengkan kepalanya lalu menatap wajahnya Aurel yang posisinya tidak jauh dari wajahnya.


__ADS_2