
akhirnya pria korban kecelakaan itu kini di bawa ke rumah sakit ..
segera setelah sampai di rumah sakit, pria itu langsung di tidurkan di atas brankar dan di bawa masuk ke ruangan UGD.
setelah pasien mendapatkan penanganan medis, tiba-tiba seorang perawat menghampiri sekumpulan orang yg mengantarkan pria itu ke rumah sakit, terhitung ada 5 orang saat itu.
perawat itu bertanya ..
"siapa di antara bapak-bapak sekalian yang memiliki hubungan keluarga dengan pasien?"
semua orang saling melirik satu sama lainnya, dan mereka menggeleng-gelengkan kepalanya, menandakan tidak ada satupun diantara mereka yg mempunyai hubungan keluarga dengan pasien itu.
"bapak-bapak sekalian.. jika di antara kalian tidak ada yang memiliki hubungan keluarga dengan pasien, lalu pasien itu siapa yg akan bertanggung jawab untuk membantunya melakukan pendaftaran, supaya pasien segera mendapatkan penanganan yg serius"
semua orang saling lirik satu sama lainnya, tiba-tiba tatapan mereka dengan serentak berhenti pada sosok (TONI)
Toni menaikan bahunya, lalu Toni berkata ..
"baiklah sus, biar saya saja yg menjadi penanggung jawabnya"
suster kemudian mengangguk, lalu mempersilahkan Toni untuk mengikutinya ke tempat pendaftaran.
***
setelah berjam-jam menunggu, akhirnya pintu ruang gawat darurat pintunya terbuka, ada dokter yg keluar dari ruangan itu sambil berkata.. "siapa keluarga pasien?"
Toni menghampiri dokter .. "saya bukan keluarganya, namun saya disini sebagai penanggung jawabnya"
"baiklah pak, mari sekarang bapak ikut ke ruangan saya, ada beberapa hal yg ingin saya sampaikan" ucap dokter.
lalu dokter mempersilahkan Toni untuk mengikutinya.
setelah sampai di ruangannya kemudian dokter berkata kepada Toni..
__ADS_1
"Begini pak, berhubung saat ini pasien terluka cukup parah dan juga kehilangan banyak darah, pasien juga mengalami pendarahan di dalam otaknya, sehingga mau tidak mau, mengharuskan agar kami sebagai tim dokter yang menanganinya, untuk secepatnya melakukan tindakan operasi, maka akan banyak kemungkinan, bahwa pasien akan mengalami beberapa gangguan, setelah pasien sadar nanti" ucap dokter.
Toni mendengarkan dokter dengan seksama, lalu menganggukkan kepalanya tanda mengerti.
Toni kemudian berkata..
"baiklah dok, lakukan apapun yg menurut dokter itu baik"
***
setelah selesai berbicara dengan dokter, toni kembali ke ruang UGD, namun ketika dirinya sampai di ruang UGD, ternyata pasien sudah di pindah ruangan ke ruang rawat biasa.
ada suster yg saat itu sedang menunggu pasien, setelah Toni datang suster segera meninggalkan ruangan, namun sebelumnya suster itu berkata kepada Toni..
"Pak, jika nanti pasiennya sudah sadar, segera bapak kasih tau dokter Bayu, akan tetapi jika dalam 2 hari terhitung dari hari ini, pasien tidak kunjung sadarkan diri, maka kami sebagai tim medis, akan melakukan tindakan operasi untuk yg kedua kalinya terhadap pasien, apakah bapak mengerti?"
Toni menganggukkan kepalanya..
"saya mengerti"
"bagaimana ini, kita kan tidak mengenalnya, sedangkan biaya rumah sakit itu sangatlah mahal, lalu siapa yg akan membayar tagihan biayanya?"
semua saling tatap satu sama lainnya, lalu secara bersamaan mereka menggeleng-gelengkan kepalanya.
menjelang malam.. satu persatu dari mereka mulai meninggalkan rumah sakit, tinggallah Toni seorang diri..
Toni juga berniat untuk pulang, namun rasa iba yang timbul di hatinya, mampu membuatnya bertahan dan memutuskan untuk tetap berada di rumah sakit.
tiba-tiba datang seorang perawat dia berkata di tujukan kepada Toni..
"keluarga pasien di harap segera mengambil resep obat, dan segera melunasi biaya administrasi rumah sakit di muka"
perawat itu menyodorkan beberapa ldmbar kertas kepada Toni.
__ADS_1
mendengar perkataan perawat yang memintanya untuk mengambil resep obat dan membayar tagihan rumah sakit di muka.
tiba-tiba Toni merasa kebingungan, lalu dia mengambil dompet dari kantong saku celananya, saat dia membuka dompetnya hanya ada satu lembar uang 100 ribu, Toni hanya bisa tertunduk, terlihat sangat begitu kebingungan.
tiba-tiba seorang suster menghampiri Toni sambil berkata..
"Pak.. kenapa bapak masih disini, bukankah bapak harus segera mengambil resep obat di apotik, karena saat ini pasien benar-benar membutuhkan obat itu segera"
Toni terlihat kebingungan..
perawat itu menyadari kebingungan yang saat ini sedang Toni rasakan.
"apakah bapak mengalami kendala?"
"begini sus, saya sama sekali tidak mempunyai uang untuk menebus resep obat tersebut, bisakah saya membayarnya belakangan, ketika nanti saya sudah mempunyai uang untuk membayarnya?"
Toni mencoba memohon pengertian dari perawat tersebut.
mendengar perkataan Toni, tiba-tiba perawat itu tertawa..
"bapak sebaiknya jangan bercanda ya, masa bilang gak punya uang, sepertinya pasien yg di dalam ruangan itu bukan orang biasa-biasa saja jika di lihat dari identitasnya"
Toni semakin bingung ketika mendengar perkataan perawat itu..
perawat itu tiba-tiba menyodorkan sesuatu kepada Toni..
"ini adalah baju beserta aksesoris pasien, yg belum sempat saya berikan, coba bapak lihatlah dulu, siapa tau di dalam dompetnya ada uang yang bisa di gunakan, kebetulan juga di dalamnya ada identitas data diri pasien, bapak bisa melihatnya atau bisa memudahkan bapak untuk menghubungi pihak keluarganya"
tangan Toni bergetar ketika menerima bungkusan plastik yg di berikan oleh perawat tersebut.
ternyata isi dari bungkusan plastik itu adalah baju korban yg penuh dengan noda darah, namun selain pakaian korban, terlihat ada handphone dan juga dompet di dalamnya.
perlahan Toni memberanikan diri untuk membuka dompet tersebut.
__ADS_1
setelah dompet tersebut di buka olehnya.. tiba-tiba mata Toni menjadi terbelalak kaget di buatnya.