
cerita kembali ke Jakarta..
terhitung sudah 3 bulan semenjak Pak Handoko jatuh sakit,
semenjak itu pula, perusahaan kini di ambil alih dan di pegang oleh Alisya atas permintaan dari Aminah.
semenjak perusahaan berada di bawah kepemimpinan Alisya, terlihat begitu banyak peningkatan dan prestasi yang di raih dalam penanganan proyek maupun dari ekspor dan impor getah karet.
walaupun Alisya terkesan jahat karena telah menyembunyikan kebenaran tentang tunangannya (Kevin) namun rasa tanggung jawabnya terhadap perusahaan, menjadi prioritas utamanya.
pendapatan yang di hasilkan oleh perusahaan PT. Bina Nusantara Sejahtera atau yang biasa di singkat menjadi PT. BNS mengalami peningkatan dan lonjakan yang cukup fantastis.
selain memiliki paras wajah yang cantik, Alisya juga sangat pintar dan cerdas, apalagi di tunjang dengan gelar Sarjana Manajemen Bisnis yang di sandangnya.
Alisya mengambil kuliah di luar negeri, dia adalah lulusan dari perguruan tinggi di London yakni lulusan dari universitas London Business School.
karena itu tak heran jika di bawah kepemimpinannya, perusahaan keluarga Kevin mengalami peningkatan.
***
Alisya saat ini sedang duduk di ruangan kantor yang sebelumnya itu adalah ruangannya Pak Handoko yang kini menjadi ruangan dirinya.
Alisya duduk di kursi dengan tangan bertumpu di atas meja sambil memegang kepalanya. sepertinya dia saat ini sedang memikirkan sesuatu.. yah.. benar sekali, Alisya saat ini sedang memikirkan tunangannya, dia sedang memikirkan Kevin.
hati dan pikirannya berkecamuk..
"aku merindukanmu" batin Alisya.
"tapi dengan kondisi kamu saat ini aku benar-benar takut, aku takut kalau diriku takkan mampu jika harus menghadapi kenyataan ketika nanti bertemu denganmu yang menurut kabar, bahwa kamu sudah menikahi gadis lain"
__ADS_1
Alisya menggelengkan kepalanya..
"tidak.. siapapun gadis itu, dia tidak berhak atas diri Kevin, karena aku adalah tunangannya, maka akulah yang lebih berhak atas dirinya, aku tidak boleh tinggal diam, aku harus pergi mencari keberadaannya, untuk memastikan kebenarannya dan membuat Kevin agar dapat mengingat kembali siapa dirinya"
Alisya mengambil gagang telepon, ia lalu menekan tombol dan tut..tut..tut panggilan menghubungkan..
"halo, bu Alisya apa ada yang harus saya kerjakan?" terdengar suara di balik telpon menjawab.
"Halo, Bu Sri, untuk jadwal besok dan dua hari ke depan, tolong ibu reschedule ya"
"reschedule, tapi Bu Alisya.. bukankah besok ibu ada meeting sama klien, dan itu adalah meeting yang sangat penting Bu, apakah ibu yakin mau reschedule semuanya?"
"aku yakin, karena ada yang lebih penting dari meeting itu sendiri, besok aku akan pergi keluar kota selama beberapa hari, jadi tolong ibu handle semua pekerjaan"
Alisya memberikan instruksi kepada sekertaris nya,
#Pak Hendra adalah kaki tangannya Pak Handoko.
"apa ibu mengerti?" tanya Alisya.
"tentu saja saya mengerti, apa ada yang harus saya kerjakan lagi?"
"baiklah kalau ibu sudah mengerti, untuk saat ini cukup hanya itu saja"
tut..tut..tut.. Alisya mengakhiri panggilan teleponnya, kemudian dia menelepon nomor yang berbeda.
"halo" ucap Alisya.
"halo nona, ada yang bisa saya bantu?"
__ADS_1
"tolong, besok bapak antar saya untuk pergi ke tempat dimana Kevin berada saat ini"
"nona Alisya yakin mau pergi kesana? apa tidak sebaiknya kalau nona tidak harus pergi secara langsung, nona bisa memberikan perintah terhadap saya dan juga Erik"
"tentu saja aku yakin, aku sudah memutuskan untuk melihat dan mengecek semuanya sendiri, jadi sebaiknya kalian mulai bersiap-siap untuk menyiapkan segala keperluan untuk keberangkatan kita besok"
tanpa menunggu jawaban dari orang yang berada di balik telpon, Alisya sudah keburu mengakhiri panggilan teleponnya.
#sepertinya Alisya berniat untuk pergi ke Cianjur untuk menemui dan mencari tahu tentang Kevin.
selesai mengakhiri panggilan teleponnya, Alisya kembali larut ke dalam pikirannya.. Alisya memikirkan tentang Kevin.
Alisya mengingat flashback.. ketika Kevin yang meminta izin kepadanya,
ketika Kevin meminta izin untuk pergi ke luar kota kepadanya, namun Kevin tidak menyebutkan nama tempat yang akan dia kunjungi.
yang Alisya ingat.. saat itu Kevin berkata, dia akan pergi untuk menyurvei lokasi perkebunan karet dan mengawasi cara kinerjanya, mengingat akhir-akhir ini ada penurunan dari pendapatan dan penghasilan yang diterima oleh perusahaan.
saat itu.. dirinya seakan berat untuk melepaskan kepergian tunangannya itu, hatinya benar-benar merasa tak rela.. benar saja, sesuatu hal yang buruk memang terjadi pada dirinya Kevin, Kevin mengalami sebuah insiden kecelakaan yang menyebabkan dirinya tidak pernah kembali pulang ke rumahnya sampai dengan saat ini, dari semenjak kepergiannya saat itu.
sebenarnya bukan Alisya tidak peduli atau tidak ingin mencari tahu tentang keberadaannya Kevin, namun ketika Kevin pergi keluar kota, dirinya pun di haruskan untuk pergi keluar negeri untuk membantu keperluan bisnis keluarganya.
dan ketika dirinya kembali pulang ke Jakarta, saat itu dia langsung menuju ke kantornya Kevin, namun hal yang tidak di inginkan harus ia terima, ketika dirinya tidak sengaja mendengar percakapan antara Pak Handoko beserta kedua bawahannya, yakni Edwin dan Erik.
Alisya tak sanggup menerima kenyataan bahwa kini tunangan yang sangat ia cintai telah kehilangan ingatannya dan yang lebih parahnya, ternyata dia telah menikah dengan gadis lain.
"aku berharap Kevin bisa mengingat kembali semua ingatannya, dan aku juga berharap dia juga akan melupakan gadis itu"
Alisya berdoa di dalam hatinya.
__ADS_1