Istri yg terlupakan

Istri yg terlupakan
kecemburuan Kevin


__ADS_3

Aurel menundukkan kepalanya, lalu perlahan mengangkat pandangannya.


pandangan Aurel tepat melihat ke arah Kevin yang sedang duduk di samping ibunya.


Kevin terlihat sedang menundukkan kepalanya, perlahan Kevin mengangkat pandangannya, kemudian ia bangun dari tempat duduknya.


"sebaiknya selesaikanlah urusan kalian berdua, sepertinya aku tidak pantas untuk berada disini"


selesai berkata, Kevin berlalu pergi menuju ke arah kamarnya.


Aurel baru mau berkata di tujukan kepada Kevin, namun ibunya sengaja memberi Aurel isyarat untuk membiarkannya.


Aurel menatap ke arah Ahmad, kemudian ia berkata.. "maaf, aku tidak bisa"


Ahmad meraih tangan Aurel kemudian menggenggamnya.


Ahmad.. "kenapa tidak bisa? sekarang aku datang kesini hanya untuk menemuimu dan mengatakan semua ini kepadamu"


Aurel menggeleng "tidak aa, aku benar-benar tidak bisa, semuanya kini sudah terlambat"


Ahmad.. "tak ada kata terlambat, aku sudah menyadari semuanya, dan kita bisa memulai semuanya dari awal lagi"


Aurel.. "andaikan saja kamu mengatakannya waktu itu, tentu saja aku akan menerimamu tanpa harus berpikir dulu, namun.. saat ini lain lagi ceritanya, kondisiku tidak lagi sama, aku tidak bisa menerimamu"


Ahmad.. "tapi kenapa? bukankah akan selalu ada sebuah alasan di balik sebuah keputusan"


Aurel.. "saat ini aku sudah menikah"


Ahmad merasa kaget ketika mendengar perkataan Aurel yang mengatakan bahwa dirinya saat ini sudah menikah.


Ahmad.. "menikah, tidak mungkin.. kamu pasti berbohong, bukankah kamu sangat mencintaiku dan akan selalu menunggu kedatanganku, bukankah semua itu yang dulu selalu kamu katakan kepadaku?"


Aurel.. "tapi itu dulu,, bukanlah sekarang"


Ahmad.. "tapi aku tidak percaya dengan apa yang kamu katakan, mungkin saja saat ini kamu masih membutuhkan waktu untuk berpikir terlebih dahulu"


Ahmad sama sekali tidak ingin mempercayai apa yang telah di katakan oleh Aurel.


Aurel.. "tidak ada yang perlu dipikirkan lagi, keputusanku akan tetap sama, aku tidak bisa menerimamu karena saat ini aku sudah menikah dan dia, laki-laki yang tadi kamu lihat, dia itu adalah suamiku, jadi aku mohon mengertilah"


Aurel kemudian beranjak pergi dengan membawa separuh hatinya yang terasa hancur.


sepeninggal Aurel, kini tinggallah Ahmad dan Tuti yang masih berada di tempat yang sama.


Tuti kemudian menjelaskan semuanya kepada Ahmad, setelah mendengar penjelasan dari Tuti, akhirnya Ahmad pamit untuk pulang dan meninggalkan rumahnya Aurel dengan hati dan harapan yang hancur.


sedangkan Aurel yang masuk ke dalam kamarnya, langsung menghampiri Kevin yang sedang duduk di tepi tempat tidur dengan posisi membelakangi pintu.


baru saja Aurel mau mengucapkan kata, namun keduluan oleh Kevin..


Kevin.. "apakah nostalgia nya sudah selesai?"

__ADS_1


Aurel tidak menjawab pertanyaan Kevin, dia justru mengatakan hal yang lain.


Aurel.. "kenapa kamu pergi?"


Kevin.. "apakah aku harus menunggu?"


Aurel tersenyum "tentu saja"


Kevin.. "tapi kenapa?"


Aurel.. "karena kamu adalah suamiku"


Aurel kemudian duduk di sampingnya Kevin, ia menyandarkan kepalanya di bahunya, kemudian Aurel memeluknya.


Kevin melepaskan tangan Aurel dari tubuhnya


Kevin.. "jangan seperti ini"


Aurel.. "tapi kenapa?"


Kevin.. "karena aku adalah seorang pria yang normal"


Aurel.. "apakah di peluk olehku adalah sesuatu yang tidak normal?"


Kevin.. "aku hanya tidak ingin melanggar janjiku, untuk tidak menggaulimu"


Kevin beranjak dari tempat duduknya dan berjalan menuju ke arah pintu, berniat untuk meninggalkan Aurel di kamarnya.


tiba-tiba Aurel berteriak.. "apakah kamu cemburu?"


Kevin menghentikan langkahnya,


Kevin.. "cemburu.. tentu saja aku cemburu, karena saat ini aku adalah suamimu dan kamu adalah istriku"


selesai berbicara Kevin menutup pintu kamar, dia pergi ke arah dapur dan menemukan Tuti yang sedang sibuk memasak di dapur.


melihat Kevin yang sedang menuju ke arahnya, Tuti segera berkata..


Tuti.. "makanannya belum siap, maaf karena ibu dan Aurel tadi.."


Tuti belum selesai berbicara, namun Kevin sudah mendahuluinya berbicara..


Kevin.. "tidak apa-apa Bu"


Kevin mengambil gelas lalu menuangkan air ke dalamnya, setelah itu ia meneguknya dan berlalu kembali menuju ke kamarnya.


***


beberapa hari berlalu..


Ahmad terus datang kerumahnya Aurel untuk meyakinkan Aurel untuk memilihnya dan meninggalkan Kevin untuknya.

__ADS_1


namun dengan tegas Aurel tetap menolaknya.


tapi.. walaupun begitu, Ahmad tetap bersikeras untuk terus-menerus datang,


hingga sampai dimana, hilanglah kesabarannya Kevin.


Kevin.. "hei bung, kamu tahu kan apa hukumnya jika mengganggu istri orang lain"


Ahmad.. "aku tidak peduli, aku hanya ingin Aurel pergi bersama denganku dan memilihku lalu meninggalkanmu"


Kevin yang sudah terbakar api cemburu, dia sudah tidak bisa mengendalikan emosinya.


Kevin memukul wajahnya Ahmad dengan keras, sehingga darah segar mengalir dari sudut bibirnya.


namun Ahmad tidak bergeming, ia terus saja berkata..


Ahmad.. "Aurel itu sangatlah mencintaiku dan dia tidak pernah mencintaimu, baginya kamu itu hanyalah suami di atas kertas saja, lagian untuk apa dia terus mempertahankan seorang suami yang bahkan tidak tahu jati dirinya sendiri"


Ahmad berusaha untuk terus memprovokasi amarahnya Kevin.


Kevin yang tersulut emosinya dia kembali memberi Ahmad beberapa pukulan.


Ahmad.. "pukullah, terus pukuli aku, namun semua itu tidak akan pernah merubah keadaan bahwa Aurel hanyalah istri di atas kertas mu saja, karena dia tidak pernah mencintaimu seperti dia mencintai diriku"


namun di saat Kevin hendak akan memukul Ahmad lagi, tiba-tiba Aurel datang dan melerai keduanya, sehingga pukulannya Kevin kali ini mendarat di pipinya Aurel.


Aurel terjatuh, tubuhnya ambruk..


dengan cepat mereka berdua sama-sama berusaha untuk membantu, namun Aurel menolak bantuan dari keduanya.


Aurel berteriak.. "jangan sentuh aku, aku tidak butuh bantuan dari kalian berdua, kalian berdua sangatlah ke kanak-kanakkan sama halnya seperti anak kecil yang sedang memperebutkan mainannya"


Aurel dengan susah payah bangun sendiri, lalu berkata di tujukan kepada Ahmad..


Aurel.. "pergi dari sini sekarang juga, dan jika sikap kamu masih seperti ini, aku benar-benar tidak ingin bertemu denganmu lagi"


Ahmad.. "aku hanya akan pergi jika kamu telah memutuskan untuk memilihku dan pergi bersamaku, lalu meninggalkannya"


Ahmad menunjuk ke arah Kevin.


Aurel.. "tapi sayangnya aku tidak akan pernah melakukan hal itu"


Ahmad.. "tapi kenapa?"


Aurel.. "karena aku sangat menghargai arti dari sebuah hubungan, dan aku juga sangat menghargai hubungan kita seperti yang dulu pernah kamu katakan, hanya sebatas hubungan antara kakak dan adik saja"


setelah mendengar kata yang di ucapkan oleh Aurel, Ahmad diam sejenak kemudian berkata lagi di tujukan kepada Aurel dan Kevin.


Ahmad.. "baiklah jika itu adalah keputusanmu, mulai saat ini aku tidak akan pernah mengganggu hidup kalian lagi, namun ada hal yang perlu kalian ingat.. hubungan kalian berdua tidak akan pernah berjalan mulus dan kalian berdua tidak akan pernah bahagia"


setelah mengatakan semua itu, akhirnya Ahmad menyerah, dia pergi dan tak pernah datang lagi untuk menemui Aurel.

__ADS_1


__ADS_2