Istri yg terlupakan

Istri yg terlupakan
merahasiakan kebenaran


__ADS_3

pagi-pagi sekitar pukul 4.30, Tuti sudah bangun dari tidurnya, ketika melewati ruang tamu, dia menemukan menantunya sedang tertidur di sofa.


ternyata semalam, Kevin tidak kembali ke kamarnya, dia justru memilih untuk tidur di sofa ruang tamu.


Tuti sontak merasa kaget, sebagai seorang ibu dia sangat mengkhawatirkan keadaan anak-anaknya, dia takut mereka (Kevin dan Aurel) sedang mengalami sebuah masalah.


"kenapa Kevin tidur di sofa, apa dia dan Aurel sedang bertengkar?" Tuti bertanya-tanya di dalam hatinya.


setelah diam sejenak untuk berpikir, kemudian Tuti memberanikan diri untuk membangunkan menantunya.


Tuti.. "nak.. kenapa tidur disini?"


Kevin perlahan membuka matanya..


Kevin.. "Bu, ada apa?"


Tuti.. "kamu kenapa tidur disini, kenapa tidak tidur di dalam kamar, apakah kalian berdua sedang mempunyai sebuah masalah?"


Kevin menggelengkan kepalanya..


Kevin.. "tidak Bu, kami tidak mempunyai masalah, semalam aku hanya ketiduran selepas menonton acara televisi"


Kevin tidak ingin membuat Tuti khawatir, sehingga dia tidak mengatakan yang sebenarnya.


Tuti masih tidak percaya, dia segera menengok ke arah televisi, ternyata televisinya memang tidak menyala.

__ADS_1


"sepertinya Kevin bohong, ada yang dia sembunyikan, bukannya jika dia ketiduran ketika menonton acara televisi, pastinya televisinya masih akan dalam kondisi menyala"


Tuti kembali bertanya-tanya di dalam hatinya, ia kemudian meyakinkan hatinya dengan kembali bertanya kepada Kevin.


"benarkah, bahwa kalian baik-baik saja?"


Kevin berusaha untuk meyakinkan ibu mertuanya, ia kemudian menganggukkan kepalanya "benar Bu, semuanya baik-baik saja, aku hanya ketiduran"


Tuti.. "syukurlah kalau kalian memang baik-baik saja, sekarang ibu merasa sedikit lega, bukan apa-apa.. ibu hanya merasa khawatir saja kepada kalian berdua"


Kevin yang tidak ingin di tanya lebih banyak lagi oleh ibu mertuanya, akhirnya Kevin pamit dan berlalu pergi menuju ke dalam kamarnya.


ketika Kevin masuk ke dalam kamar, tatapan matanya langsung tertuju kepada Aurel yang sedang tertidur dengan posisi meringkuk di sisi ranjang.


Aurel tertidur hanya menggunakan handuk yang melilit di tubuhnya, sepertinya dia tidak sempat mengenakan pakaiannya, di karenakan Aurel sibuk menangis sepanjang malam, terlihat dari kelopak matanya yang terlihat sembab.


akhirnya Kevin membiarkannya, dia beralih ke sisi tempat tidurnya lalu tidur di sisi yang lain.


baru saja Kevin merebahkan tubuhnya di atas kasur, tiba-tiba (gubrak) terdengar suara sesuatu terjatuh.


ternyata.. Aurel terjatuh dari tempat tidurnya "aduh" Aurel mengaduh kesakitan.


Kevin pura-pura tertidur, dia sama sekali tidak berniat untuk membantunya.


Aurel dengan cepat bangun dan berdiri, tatapannya tertuju kepada Kevin yang sedang tertidur membelakangi dirinya.

__ADS_1


ada perasaan lega yang ia rasakan..


"syukurlah"


***


cerita beralih ke Jakarta..


berbulan-bulan telah berlalu, namun kondisi pak Handoko tidak kunjung sembuh.


Aminah mulai merasa khawatir dengan kondisi kesehatan suaminya, dia takut kalau-kalau terjadi hal buruk kepada suaminya, mengingat sampai saat ini Kevin tak kunjung di temukan.


Aminah mengutarakan keinginannya kepada Alisya, dia berniat menyuruh seseorang untuk kembali mencari keberadaannya Kevin.


mendengar keinginan dari Aminah, tanpa sadar Alisya merasa sedikit khawatir.


Alisya khawatir bahwa Aminah akan mengetahui kebenaran tentang Kevin yang saat ini sudah menikah dengan wanita lain, dia merasa takut kalau-kalau Aminah justru akan menerima perempuan tersebut sebagai menantunya.


setelah berpikir selama beberapa saat, tiba-tiba Alisya berpikir untuk berbicara dengan Edwin dan Erik.


Alisya kemudian membuat janji untuk bertemu dengan keduanya, di sebuah kafe.


setelah bertemu dengan Edwin dan Erik, tiba-tiba Alisya membuat kesepakatan dengan keduanya.


Alisya meminta supaya Edwin dan Erik, dia merahasiakan semua kebenaran tentang Kevin.

__ADS_1


Alisya.. "jangan sampai ada orang lain lagi yang mengetahui kebenaran tentang Kevin, cukup hanya kita dan pak Handoko saja yang tahu masalah ini, bahkan termasuk Bu Aminah, karena jika sampai kalian membocorkan tentang masalah ini, maka aku tak akan segan-segan membuat kalian harus membayar mahal untuk semua itu, aku bisa menendang kalian dan mengembalikan kalian ke tempat dimana asal mula kalian, faham?"


Edwin dan Erik mereka berdua saling tatap satu sama lain, kemudian mereka hanya bisa mengangguk dan menyetujui apa yang di katakan oleh Alisya.


__ADS_2