
Aurel yang memang takut gelap, ketika mati lampu dia refleks memeluk Kevin.
dan ketika lampu menyala kembali saat itu Aurel masih dalam keadaan memeluk tubuhnya Kevin.
Kevin berdehem "Hem"
tiba-tiba Aurel tersadar dan langsung melepaskan pelukannya.
Aurel.. "maaf"
keduanya menunjukkan wajah yang sama-sama canggung, namun di saat mereka hendak pergi untuk menghindar.
Kevin dan Aurel beranjak ke arah yang sama, sehingga mereka berdua menjadi saling bertabrakan.
"maaf"
Kevin dan Aurel mengatakannya secara bersamaan.
keduanya saling tatap, lalu mereka berdua tertawa bersama.
"ayo" ajak Kevin.
"kemana?" tanya Aurel.
"tidur.. memangnya mau kemana?" Kevin balik bertanya.
Aurel berbalik badan..
Kevin.. "tunggu"
Aurel.. "apa?"
Kevin mengambil sesuatu di baju kotor yang tadi di pakainya, lalu kembali menghampiri Aurel yang masih berdiri di tempat yang sama.
Kevin menyelipkan sesuatu di tangannya Aurel..
"itu adalah penghasilanku hari ini, nominalnya tidaklah besar, namun.. perjuangannya itu lumbayan sulit, aku berharap kamu mau menerimanya, sebagai tanda menghargainya usahaku"
Aurel melihat apa yang di selipkan oleh Kevin ditangannya, ternyata Kevin memberinya selembar uang 50 ribu.
__ADS_1
Aurel.. "terimakasih"
itu adalah penghasilan pertama Kevin, dan pertama kalinya juga Kevin memberi Aurel uang, semenjak mereka berdua menikah.
setelah itu, mereka berdua beranjak menuju ke tempat tidur dengan sisi yang berbeda.
keduanya lalu berbaring di tempat tidur yang sama, namun masih dengan guling sebagai pemisah di antara mereka.
Aurel.. "bagaimana hari pertama kerjanya, apakah baik?"
Kevin.. "hehehe, kurang baik, aku belum terbiasa, tapi.. nanti pasti akan baik dan akan terbiasa juga"
Aurel.. "sebaiknya tidak perlu memaksakan, sepertinya benar apa yang bapak katakan, kerjaan itu tidak cocok untukmu"
Kevin.. "hanya belum terbiasa"
Aurel.. "besok sebaiknya tidak usah pergi lagi"
Kevin.. "sudahlah tidak perlu terlalu memikirkannya, sebaiknya sekarang ayo kita tidur"
mungkin karena kecapean, Kevin dengan cepat bisa tertidur, tidurnya terlihat sangatlah pulas.
sedangkan Aurel masih menatap langit-langit kamar dan belum bisa tertidur, matanya seakan enggan untuk terpejam.
"ada apa, kenapa kamu terbangun lagi?" Aurel berkata tanpa melihat ke arah Kevin.
namun tidak ada jawaban..
Aurel lalu memegang tangannya Kevin, bermaksud untuk memindahkannya.
namun.. ketika tangannya menyentuh tangan Kevin, Aurel merasakan tangan Kevin menjadi sedikit kasar, saat Aurel melihatnya.. banyak terdapat luka di tangannya Kevin.
hati Aurel menjadi terenyuh..
dia lalu bangun dan mengambil kotak obat, lalu mengoleskan salep di tangannya Kevin.
namun karena Kevin tidur sangatlah pulas, dia tidak terpengaruh dan tidak mengetahui bahwa saat ini Aurel sedang mengobati lukanya.
"sepertinya pekerjaan itu memang tidak cocok untukmu, aku jadi merasa bersalah dengan apa yang saat ini kamu alami, kamu yang harusnya hidup senang, justru malah menjadi susah karena memilih untuk hidup bersama denganku dan juga keluargaku"
__ADS_1
Aurel berkata di dalam hatinya..
semalaman Aurel menjaga dan memperhatikan Kevin yang sedang tertidur, setelah waktu sudah menjelang pagi, barulah Aurel bisa tertidur.
namun ketika Kevin bangun di pagi hari, Aurel pun ikut bangun untuk menyiapkan sarapan untuknya.
setelah dirinya bangun tidur, dengan cepat Kevin menyadari bahwa Aurel mengobati tangannya, karena terlihat jelas ada salep yang telah mengering di lukanya.
ketika Aurel bangun dan beranjak dari tempat tidurnya..
Kevin.. "tunggu"
Aurel.. "iya, kenapa? apakah ada hal yang kamu inginkan?"
Kevin menghampiri Aurel..
Kevin.. "apakah semalam tidurmu kurang nyenyak?"
Aurel berbohong.. "tentu saja nyenyak, tidurku benar-benar sangat nyenyak, emangnya kenapa?"
Kevin.. "hmm, apakah semalaman kamu tidak tidur karena telah menjagaku?"
Aurel mengelak "mana ada, untuk apa aku menjagamu? kamu kan sudah besar, jadi tidak perlu untuk di jagain lagi"
Kevin.. "terimakasih"
Aurel.. "terimakasih untuk apa?"
Kevin.. "untukmu yang telah mengobati dan menjagaku semalaman"
Aurel tersenyum "sama-sama, oh iya.. mau aku buatkan sarapan apa?
Kevin.. "tidak perlu, tidurlah.. sebaiknya sekarang kamu tidur, semalam kamu kurang tidur, nanti kamu bisa sakit kalau kurang istirahat"
Aurel.. "bentar.. darimana kamu tahu kalau tidurku kurang, semalam kan kamu tidurnya sangat pulas"
Kevin menunjuk kantung matanya Aurel.
Kevin.. "kantung matamu tidak mungkin berkata bohong"
__ADS_1
selesai berkata, Kevin beranjak keluar dari kamarnya berlalu menuju ke kamar mandi.
sedangkan Aurel beranjak menuju ke arah cermin, dan memeriksa wajahnya.