Istri yg terlupakan

Istri yg terlupakan
asal usul Kevin dan penolakan Kevin


__ADS_3

sepeninggal Kevin dan juga Aurel, tinggallah Edwin, Erik, Tuti dan Toni yang masih berada di ruang tamu.


Edwin dan Erik masih merasa bingung dengan apa yang sebenarnya telah terjadi, terlihat dari ekspresi wajah mereka yang kelihatan memang sedang bingung.


seakan menyadari kebingungan mereka, Toni membuka suaranya kemudian berkata


"sepertinya kalian berdua masih merasa bingung, jika memang seperti itu baiklah supaya tidak lagi merasa bingung, biarlah bapak yang akan menjelaskannya kepada kalian apa yang sebenarnya telah terjadi kepada nak Kevin"


Edwin dan Erik mengangguk secara bersamaan, tanda setuju untuk mendengarkan penjelasan dari Toni.


Toni dengan sabar dia menjelaskan secara detail kepada Edwin dan Erik.


Toni memulai penjelasan dari kejadian tentang kecelakaan yang telah menimpa Kevin sampai Kevin mengalami koma selama beberapa bulan, dan menjalani beberapa kali operasi, sehingga ketika dirinya sadar, Kevin sama sekali tidak mengenali dirinya sendiri, sehingga dokter mendiagnosa bahwa Kevin telah mengalami amnesia total, karena Kevin sama sekali tidak mengingat apapun termasuk mengingat tentang dirinya sendiri.


Toni menjelaskan semuanya kepada Edwin dan Erik tanpa terkecuali, Toni juga tak lupa untuk menjelaskan dan menceritakan bagaimana dan kenapa Kevin sampai bisa menikahi putrinya Aurel.


setelah penjelasan Tony dirasa cukup, sekarang giliran Edwin dan Erik yang menjelaskan maksud dan tujuan dari kedatangan mereka.


ternyata Edwin dan Erik mereka ditugaskan untuk mencari Kevin oleh Pak Handoko Ayahandanya Kevin, karena Kevin menghilang tanpa kabar sudah hampir 6 bulan lebih lamanya, dia tidak pernah pulang ke rumah.

__ADS_1


Edwin dan Erik menjelaskan bahwa mereka sudah mencari Kevin ke berbagai banyak daerah terutama menelusuri setiap perkebunan karet di bawah kepemilikan dari perusahaannya Bapak Handoko yakni ayahnya Kevin.


dan perkebunan karet di daerah Cianjur inilah yang terakhir kami selidiki dan ternyata benar bahwa Tuhan Kevin memang berada di sini, ucap mereka mencoba untuk menjelaskan kepada Toni.


#ternyata maksud awal mula Kevin datang ke daerah Cianjur, tepatnya ke perkebunan karet di bawah kepemilikan ayahnya, Kevin berniat untuk menyelidiki sekaligus mengontrol bagaimana situasi dan kondisi di perkebunan karet tersebut. namun.. naasnya, dia malah mengalami sebuah kecelakaan.


mendengar penjelasan dari Edwin dan Erik, Toni dan Tuti sontak merasa kaget, bahkan rasa kagetnya semakin bertambah, ketika mereka mengetahui bahwa ternyata Kevin adalah anak dari pemilik perusahaan perkebunan karet tersebut.


"ja..jadi.. ternyata nak Kevin adalah anak dari pemilik perusahaan perkebunan karet, apakah semua yang saya dengar saat ini adalah benar?" tanya Tuti kepada kedua orang tersebut perkataannya terdengar sedikit gelagapan.


"tentu benar, semua yang saya katakan itu adalah benar" Edwin yang saat ini menjawab pertanyaan dari Tuti.


"tidak apa-apa pak, kami mengerti, namun misi kami saat ini adalah membawa tuan Kevin kembali ke Jakarta untuk masalah ganti rugi akan diselesaikan sebagaimana mestinya" ucap Edwin kepada Toni.


"tapi maaf, kami tidak mengharapkan soal ganti rugi yang seperti kalian katakan, jika memang nak Kevin bisa kembali kepada keluarganya, itu sudah cukup membuat kami merasa senang, namun.." Toni tidak melanjutkan perkataannya.


"namun apa" tanya Erik kepada Toni.


"jika nak Kevin kembali ke Jakarta, lalu bagaimana dengan nasib dari putri kami Aurel, bukankah saat ini nak Kevin dan Aurel sudah menikah dan menjadi sepasang suami dan istri?" tanya Toni kepada Erik.

__ADS_1


keadaan menjadi hening sejenak..


"saya sendiri belum bisa memutuskan apapun, saya akan memberitahukan persoalan ini kepada Pak Handoko, jadi perihal masalah ini baik dan buruknya, akan diputuskan oleh Pak Handoko yakni ayahanda dari tuan Kevin" ucap Erik kepada Toni.


"baiklah, saya akan mengikuti dan menerima apapun keputusannya" ucap Toni dengan memasang ekspresi wajah yang sedih.


***


"tapi apapun yang akan terjadi, keputusannya akan tetap sama, saya tidak akan pernah ikut dengan kalian karena istri dan keluarga saya ada di sini, kalian pergilah jangan pernah kembali lagi ke sini selamanya"


terdengar suara Kevin berkata di tujukan kepada mereka, Kevin terlihat sedang keluar dari dalam kamarnya lalu menghampiri mereka dan menarik serta mendorong Edwin dan Erik untuk keluar dari rumah dan menyuruh mereka pergi.


karena Edwin dan Erik sudah diusir pergi oleh Kevin, akhirnya mereka menyerah dan tidak memaksa lebih banyak lagi, mereka berdua memutuskan untuk pergi meninggalkan rumahnya Pak Toni.


namun..


ketika Edwin dan Erik hendak beranjak pergi meninggalkan rumahnya Pak Toni, terdengar suara Kevin yang menghentikan langkah mereka.


"tunggu" ucap Kevin, kemudian Kevin berkata lagi "katakan kepada Pak Handoko, aku tidak akan kembali dan tidak akan pernah kembali"

__ADS_1


selesai berkata Kevin kembali masuk ke dalam rumah dan menutup pintu rumah, meninggalkan Edwin dan Erik yang masih berdiri kaku di depan rumah mereka.


__ADS_2