Istri yg terlupakan

Istri yg terlupakan
di bawa pulang


__ADS_3

mendengar dokter berbicara seperti itu, Toni sudah bisa menebak maksud dari arah pembicaraannya itu seperti apa, namun dia tidak langsung mengambil keputusan.


justru malah meminta dokter untuk memberikan waktu selama 1 Minggu ke depan untuk memikirkan keputusan apa yang harus di ambilnya.


pandangan mata Toni tertuju kepada Kevin yang sedang terbaring, dan masih tak sadarkan diri. pikirannya menerawang.. kemudian dia bergumam di dalam hatinya..


"mudah-mudahan kamu masih bisa bertahan, dan akan ada sebuah keajaiban yang terjadi"


terhitung sudah 1 bulan lamanya Kevin di rawat di rumah sakit, namun dia tetap belum sadarkan diri, dan sama sekali tidak ada tanda-tanda bahwa dia akan bangun dari koma nya.


sehingga membuat dokter angkat tangan dan mengusulkan untuk melepaskan semua alat bantu medis yg saat itu terpasang pada tubuhnya Kevin.


toni masih berusaha untuk mempertahankan, tapi kali ini dokter sama sekali tidak mendengarkan permintaan Toni.


"maaf pak.. pasien sudah koma kurang lebih selama 1 bulan, dan kondisinya tidak pernah menunjukkan adanya tanda-tanda kesembuhan, jika kita terus membiarkannya seperti ini, itu sama saja dengan kita menyiksanya. sekarang bapak harus bisa ikhlas menerima segala kemungkinannya" ucap dokter.


pandangan Toni kosong, setelah mendengarkan apa yang dokter bicarakan..


setelah memikirkannya, dengan berat hati, akhirnya Toni mengambil sebuah keputusan..


"baiklah dok.. saya setuju dengan apa yang dokter sarankan, untuk melepaskan semua alat bantu medis pada tuan Kevin, namun saya meminta sebuah pengecualian.. untuk alat bantu pernapasannya, saya mohon itu semua jangan sampai di lepaskan"


"tapi pak, jika bapak bersikukuh untuk tetap mempertahankan pasien dengan kondisi yang seperti ini, itu semua hanya akan merugikan bapak beserta pasiennya sendiri, tagihan rumah sakit akan terus bertambah besar setiap harinya, saya sebagai dokter hanya mempertimbangkan untuk kebaikan keluarga pasien" ucap dokter.


Toni berpikir sejenak, kemudian dia berkata..

__ADS_1


"terimakasih atas pertimbangan dokter, yang telah memikirkan kebaikan untuk saya maupun untuk tuan Kevin, kali ini saya sudah mengambil sebuah keputusan.. saya akan membawanya pulang dan merawatnya di rumah saja" Toni berkata kepada dokter dengan mantap.


"apakah bapak sudah yakin, dengan keputusan yg telah bapak ambil? saat ini keadaan kondisi pasien benar-benar sudah tidak memberikan respon sama sekali, kemungkinan untuk dapat bertahan hidup itu sudah sangatlah kecil sekali" ucap dokter.


"saya sudah memikirkannya dengan baik, dan saya sangat yakin dok, dengan keputusan yang telah saya ambil, saya sudah merasa yakin sebanyak 100%" ucap Toni.


"baiklah pak, jika itu yang menjadi keputusan bapak, namun.. ini adalah keputusan bapak sendiri, dan kami sebagai dokter yang selama ini bertugas menangani pasien, kami tidak akan bertanggung-jawab bila terjadi sesuatu yang buruk dengan keadaan pasien, karena setelah keluarnya pasien dari rumah sakit ini, maka kami sebagai pihak medis telah lepas tangan dengan pasien yang bersangkutan, sekarang silahkan bapak ke pihak administrasi untuk menyelesaikan pembayarannya terlebih dulu, setelah pembayaran selesai dilakukan, kami akan mengurus kepulangan pasien, dan pasien akan di antar ke rumah bapak menggunakan ambulans dengan di temani oleh beberapa perawat yang akan membantu pasien selama di perjalanan" dokter berkata kepada Toni dengan panjang lebar.


"baik dok, terimakasih" ucap Toni.


***


setelah beberapa jam perjalanan, akhirnya Toni tiba di depan rumahnya dengan menggunakan ambulans dan membawa Kevin bersamanya.


Kevin yg masih terbaring tidak sadarkan diri dengan cepat di pindahkan dari brankar ke tempat tidurnya. setelah memastikan alat medis yg masih terpasang di tubuh pasien itu baik-baik saja. petugas rumah sakit berlalu pergi meninggalkan rumahnya Toni.


***


tiba-tiba Tuti memecah keheningan dengan mengajukan sebuah pertanyaan kepada suaminya..


"pak, kenapa bapak sudah membawa nak Kevin pulang? bukannya dia belum sembuh, seharusnya nak Kevin saat ini masih berada di rumah sakit, lalu bagaimana jika terjadi sesuatu yang akan memperburuk keadaannya"


"begini Bu.. dokter menyarankan untuk melepaskan semua alat bantu medisnya, dan harus merelakan tuan Kevin pergi untuk selamanya, akan tetapi.. bapak benar-benar merasa tidak tega jika harus menyetujui dokter untuk melakukannya hal tersebut, sehingga bapak memutuskan untuk membawa tuan Kevin pulang kerumah kita, bapak berharap ibu tidak akan merasa keberatan dengan keputusan yang telah bapak ambil" Toni berusaha menjelaskan kepada istrinya.


"tentu saja tidak pak, ibu sama sekali tidak merasa keberatan, tapi yang ibu bingung kan saat ini adalah.. siapa yg akan menjaga nak Kevin selama dia masih belum sadarkan diri" ucap Tuti.

__ADS_1


Toni berpikir sejenak..


"kan ada Aurel Bu, biar Aurel saja yg akan menjaga tuan Kevin, lagian Aurel kan tidak mempunyai banyak kegiatan selain tinggal di rumah" ucap Toni.


Aurel yg saat itu baru pulang dari sungai, mendengar perkataan ayah dan ibunya, Aurel kemudian menghampiri mereka, lalu berlari untuk memeluk ayahnya.


"Bapak kapan pulang, Aurel sangat rindu sama bapak, ohh iya.. tadi Aurel mendengar nama Aurel di sebut-sebut, apakah ada sesuatu yang terjadi?" tanya Aurel kepada ayahnya.


Toni menggelengkan kepalanya "tidak ada apa-apa"


"lalu" tanya Aurel.


Toni kembali menggelengkan kepalanya.


tatapan mata Aurel tiba-tiba tertuju kepada Kevin yang sedang terbaring di atas tempat tidurnya.


#karena rumah keluarga Toni tidak cukup besar, dan tidak memiliki banyak ruangan kamar, jadi Kevin tinggal di kamarnya Aurel sedangkan Aurel akan tidur bersama dengan ibunya di kamar utama.


"dia" Aurel menunjuk Kevin dengan pandangan matanya.


"dia tuan Kevin, bapak sengaja membawanya pulang ke rumah kita dengan sebuah alasan, bapak berharap.. Aurel bisa menjaga tuan Kevin dengan baik"


"tapi.. apakah tidak akan terjadi apa-apa, dengannya" tanya Aurel.


"bapak berharap, tidak akan terjadi apa-apa terhadapnya" ucap Toni.

__ADS_1


"kalau menurut bapak seperti itu, Aurel akan membantu bapak untuk menjaganya"


Aurel menunjuk Kevin dengan jari telunjuknya.


__ADS_2