Istri yg terlupakan

Istri yg terlupakan
merasa sedikit lucu


__ADS_3

setelah Kevin menutup pintunya, Kevin berbalik badan dan pandangannya langsung tertuju kepada Aurel yang saat itu.. masih berdiri di tempat yang sama.


Kevin menghampiri Aurel, lalu Kevin bertanya


Kevin.. "kenapa masih berdiri saja, ada apa?"


Aurel.. "bagaimana jika apa yang dikatakan oleh kedua orang itu semua tentangmu adalah benar lalu apa yang akan kamu lakukan?"


Kevin.. "aku tidak akan melakukan apa-apa, aku akan membiarkannya dan aku tidak peduli tentang apapun, yang aku pedulikan saat ini hanyalah kamu, hanya kamu dan juga keluargamu"


ucap Kevin sambil menunjuk ke arah Aurel


karena Kevin menunjuk ke arahnya, Aurel menatap ke arah Kevin dan Kevin pun menatap kepada Aurel, kedua tatapan mereka saling bertemu, ada sebuah perasaan yang sulit diungkapkan dengan kata-kata, seperti itulah kira-kira perasaan yang mereka rasakan pada saat itu.


Aurel menurunkan pandangannya kemudian berkata lagi kepada Kevin..


Aurel.. "tapi.. jika semua ingatan kamu sudah kembali dan nanti kamu melupakan aku, melupakan semua tentang kita, bagaimana denganku, apa yang harus aku lakukan?"


Kevin.. "kalau aku melupakanmu, maka yang harus kamu lakukan adalah.. kamu harus berusaha untuk mengingatkanku, sampai aku benar-benar bisa mengingatmu kembali"


Kevin kemudian menarik tangannya Aurel lalu berkata..


Kevin.. "sudahlah.. jangan membebani pikiranmu dengan sesuatu yang belum terjadi, lagian kan aku masih disini bersamamu, yang harus kamu pikirkan saat ini adalah.. perutku.. (aa lapar neng)"


mendengar Kevin yang mengatakan bahwa dirinya "lapar" Tuti dan Toni segera berdiri dari tempat duduknya mereka langsung mendorong Kevin and Aurel ke arah dapur.


Tuti.. "ayo nak, kita pergi makan, Ibu dan Aurel tadi sudah memasak dan menyiapkan makanannya di meja makan"


mereka berempat kemudian berbondong menuju kearah dapur dan duduk di kursi meja makan, lalu menyantap makan malam mereka yang tadi sempat tertunda.


selesai makan Kevin and Aurel masuk ke dalam kamar, kemudian Kevin mengambil sebuah handuk, dia membuka pintu kamar hendak pergi ke kamar mandi.


namun ketika Kevin mau keluar dari dalam kamar, tiba-tiba dia dihentikan oleh Aurel..

__ADS_1


Aurel.. "jangan pergi"


Kevin.. "kenapa, aku tak boleh pergi?"


Aurel.. "ya pokoknya, kamu jangan pergi, aku tidak mengizinkannya"


Kevin.. "tapi aku gerah, aku mau mandi, apakah kamu mau ikut untuk pergi ke kamar mandi bersama denganku atau kamu mau membantuku untuk mandi?"


Kevin lalu menyunggingkan senyum kepada Aurel


Aurel.. "oh.. mau mandi, aku kira!"


wajah Aurel terlihat konyol.


Kevin.. "kamu kira apa hayo.. hihihi ketahuan, iiiih ternyata istriku yang cantik ini takut juga ya kalau aku tinggalkan"


Kevin tertawa terkekeh-kekeh, merasa sedikit lucu dengan tingkahnya Aurel.


selesai berbicara.. Kevin keluar dari kamarnya dan berlalu pergi menuju ke kamar mandi.


setelah cukup lama memperhatikan bayangannya sendiri, tiba-tiba Aurel menggerai rambut panjangnya yang sebelumnya selalu terikat rapi.


semenjak dia dan Kevin menikah, ini adalah pertama kalinya Aurel mendengar Kevin menyebutnya dengan sebutan istriku yang cantik.


wanita mana yang tidak suka, kalau ada seseorang yang memuji akan kecantikannya, apalagi yang mengatakannya adalah suaminya sendiri.


saking seriusnya Aurel memperhatikan bayangannya sendiri di depan cermin, sampai-sampai dia tidak menyadari bahwa ternyata Kevin sudah masuk ke dalam kamar dan sedang memperhatikan dirinya.


Kevin menghampirinya, lalu dengan sengaja Kevin berdiri di depannya Aurel, sehingga tubuh Kevin menutupi cerminnya.


"Hmm" Kevin berdehem untuk membuyarkan lamunannya Aurel.


Aurel tiba-tiba tersadar dari lamunannya..

__ADS_1


"ka..kamu disini, sejak kapan?" tanyanya gugup.


"cantik" ucap Kevin.


Aurel tersenyum "apanya yang cantik"


"rambutnya" Kevin sengaja mengalihkan maksud dari perkataannya.


"oh rambut" Aurel mengangguk-anggukan kepalanya.


Kevin tersenyum ketika melihat ekspresi lucu dari wajahnya Aurel.


"rambutnya cantik, sangat cantik" Kevin mengulangi perkataannya.


Ketika Aurel hendak mengikat rambutnya yang saat itu sedang terurai.


namun dihentikan oleh Kevin yang tiba-tiba memegang tangannya.


"seperti ini terlihat lebih cantik lagi"


mendengar kata-kata Kevin, Aurel menatap ke arahnya, begitupun juga dengan Kevin yang menatap kearah Aurel, kedua tatapan bentrok dan saling bertemu.


ditambah dengan aroma sabun yang tercium dari tubuhnya Kevin, yang menimbulkan sebuah sensasi sejuk di hatinya Aurel.


namun.. ketika tubuh mereka semakin dekat,


tiba-tiba ruangan yang menjadi gelap.


alhasil Aurel berteriak dan spontan memeluk tubuhnya Kevin, karena Aurel merasa takut pada kegelapan.


"sayang apa kalian baik-baik saja"


terdengar suara Tuti yang tiba-tiba berteriak dari luar kamar.

__ADS_1


#hmm, sepertinya sedang (mati lampu) ucap Kevin yang berbisik di telinganya Aurel.


__ADS_2