
dua hari telah berlalu..
Aurel sudah di perbolehkan untuk pulang, Kevin yang bertugas membawanya pulang, sedangkan Toni dan Tuti sedang sibuk mempersiapkan pernikahan mereka di rumah.
ketika Aurel dan Kevin sudah tiba di rumah, kedatangan mereka sudah di sambut oleh para tetangga yang memang sengaja hadir untuk menyaksikan pernikahan mereka.
Aurel dan Kevin langsung di minta untuk bersiap-siap, karena kebetulan bapak penghulunya sudah lebih dulu datang.
tak lama berselang.. Kevin dan Aurel mereka berdua sudah selesai bersiap, keduanya keluar dari kamarnya masing-masing menuju ke tempat yang akan di jadikan tempat untuk melakukan Ijab Kabul.
mereka berdua di tuntun untuk duduk berdampingan, di depan sudah ada bapak penghulu yang juga duduk berdampingan dengan Toni ayahnya Aurel, sedangkan di kiri dan kanan mereka sudah ada orang yang telah di tunjuk untuk menjadi saksi pernikahan mereka.
tidak perlu menunggu waktu yang lama, setelah bapak penghulu memberi sedikit penjelasan tentang pernikahan.
acara Ijab Kabul akhirnya di langsungkan..
Kevin berjabat tangan dengan Toni, lalu mengikuti ucapan bapak penghulu..
Ananda Kevin bin Fulan saya nikahkan dan saya kawinkan engkau dengan putri kandung saya Aurel Eka Safitri binti Toni dengan mas kawin seperangkat alat sholat di bayar tunai.
dalam hitungan 1 2 dan 3 akhirnya Kevin berkata dengan lantang..
Saya terima nikah dan kawinnya Aurel Eka Safitri binti Toni dengan mas kawin seperangkat alat sholat di bayar tunai.
bagaimana saksi.. sah..
sah.. sah.. semua orang ikut bersorak gembira, menyaksikan acara Ijab Kabul pernikahan antara Aurel dan Kevin.
"Alhamdulillah, kini Aurel dan Kevin sudah sah menjadi sepasang suami istri"
walaupun acaranya serba dadakan, dan juga di selenggarakan dengan sesederhana mungkin, namun acaranya berjalan dengan lancar dengan sangat khidmat.
Aurel mencium tangannya Kevin, sedangkan Kevin mencium keningnya Aurel.
suasana haru.. begitu sangat terasa, air mata Aurel mulai menetes membasahi pipinya, begitupun dengan kedua orangtuanya yang ikut menangis haru, antara perasaan senang dan sedih bersatu menjadi sebuah tangisan, begitulah kira-kira yang sedang di rasakan oleh kedua orangtuanya Aurel.
***
tak berselang lama.. tiba-tiba dari halaman luar rumah terdengar suara ribut-ribut.
Toni yang keluar duluan untuk memeriksa keadaan yang terjadi di luar rumahnya.
__ADS_1
ternyata yang menimbulkan suara ribut-ribut adalah Irfan.. Irfan datang dalam keadaan mabuk sambil berteriak-teriak memanggil namanya Aurel.
Irfan berniat untuk menggagalkan acara pernikahannya Aurel dan Kevin..
Irfan menerobos masuk kedalam rumah, dia mencari lalu menarik Aurel supaya ikut dengannya, dia juga berusaha untuk membawa Aurel agar pergi bersamanya..
namun di hentikan oleh Kevin, Kevin melepaskan Aurel dari pegangan tangannya Irfan. *lepaskan*
Irfan .. *hei orang asing, kamu siapa? berani-beraninya kamu menghalangi jalanku*
Kevin .. *aku.. kamu tanya siapa aku, aku ini adalah suami dari wanita yg hendak kamu bawa pergi*
Irfan .. *Aurel adalah milikku, wanita itu milikku, jika aku tidak bisa memilikinya.. maka tidak ada satu orang pun yg akan memilikinya*
Kevin .. *apa yang kamu katakan, kamu salah.. Aurel bukan milikmu, tapi dia sekarang adalah istriku*
Irfan .. *istrimu.. hahaha, baiklah dia sekarang adalah istrimu, kalau begitu, kamu harus menceraikan wanita itu sekarang juga, karena hanya aku yg pantas untuk menikahinya, dan hanya aku yang berhak untuk memilikinya*
Kevin .. *apa kamu bilang, kamu menyuruhku untuk menceraikan istriku, kamu bermimpi.. aku tidak akan pernah menceraikannya, apalagi untuk pria pecund*ng sepertimu, bukannya kamu sendiri yang membuat keadaan menjadi seperti ini, sekarang aku sudah terlanjur menikahinya dan aku tidak akan pernah menceraikannya*
Irfan dan Kevin perang mulut.. sedangkan Aurel hanya bisa menangis.
Irfan membuat kekacauan dan membuat semua orang yang hadir di acara pernikahan Kevin dan Aurel menjadi ketakutan.
mendengar kabar bahwa anaknya sedang membuat sebuah kekacauan di sebuah acara pernikahan.. Pak Heru dan Bu Rika selaku pihak aparat setempat, segera bergegas menuju ke tempat dimana sedang terjadinya kekacauan yang sedang terjadi akibat perbuatan anaknya.
Pak Heru dan Bu Rika dengan cepat tiba di rumahnya keluarga Aurel, mereka menyaksikan bagaimana perilaku dari putra tunggalnya.. yg sedang mabuk dan menimbulkan keributan di tempat itu.
sejak saat itulah.. akhirnya di ketahui bahwa dalang dari semua kejadian yg menimpa Aurel itu.. ternyata ulahnya Irfan.
Pak Heru dan Bu Rika segera meminta maaf kepada Aurel beserta keluarga, bahkan demi untuk membersihkan namanya Aurel.. Pak Heru dan Bu Rika menawarkan sebuah kesepakatan, mereka berniat untuk menikahkan Aurel dengan putranya Irfan, demi untuk menebus semua kesalahan yang telah di perbuat oleh putranya.
namun dengan tegas, Aurel menolak untuk menikah dengan Irfan, Aurel lebih memilih untuk tetap mempertahankan pernikahannya bersama Kevin..
Pak Heru dan Bu Rika menerima keputusan yg Aurel ambil, namun demi mengurangi rasa bersalahnya.. mereka mengklarifikasi kepada seluruh warga, untuk membersihkan nama baik Aurel yang sudah di cemarkan oleh putranya Irfan.
semua masalah akhirnya selesai, mereka membuat kesepakatan damai dan tidak akan memperpanjang permasalahan ini..
setelah acaranya selesai, semua orang sudah bubar dan kembali ke rumahnya masing-masing..
kini Aurel dan Kevin sudah resmi menjadi sepasang suami istri.. namun sikap mereka berdua masih terlihat sangatlah canggung.
__ADS_1
malam pun tiba.. namun keduanya enggan masuk ke kamar pengantin yang telah disiapkan, justru mereka masuk ke dalam kamar yg berbeda.
melihat keadaan yang seperti itu.. Toni dan Tuti menjelaskan kepada keduanya, bahwa jika sudah menikah.. mereka berdua harus tidur di dalam kamar yg sama.
Tuti mendorong agar Kevin agar tidur di kamarnya Aurel..
walaupun awalnya sedikit ragu-ragu, namun pada akhirnya Kevin memasuki kamarnya Aurel atas perintah dari Tuti dan Toni yang sekarang mereka sudah menjadi mertuanya.
Kevin tersenyum malu menatap wajah Aurel, ketika dirinya memasuki kamar..
Kevin .. *maaf .. bapak dan ibumu yg telah menyuruhku untuk tidur di kamar ini*
Aurel menundukkan kepalanya..
Aurel .. *aku mengerti, namun .. *
Kevin .. *namun apa*
Aurel .. *aku belum siap menjadi istrimu*
Kevin tersenyum .. *tak apa .. aku akan menunggu sampai kamu benar-benar merasa siap untuk menjadi istriku seutuhnya, lagian pernikahan kita sangatlah mendadak, jadi kita akan membutuhkan waktu agar bisa saling menerima satu sama lainnya*
Aurel .. *terimakasih atas pengertiannya, mari sini tidurlah, aku akan berbagi tempat tidur denganmu*
Kevin menghampiri Aurel, mereka tidur di tempat tidur yang sama, namun di halangi oleh bantal guling yang di letakan di tengah-tengah tempat tidur, sebagai pemisah antara mereka berdua.
malam telah berganti pagi..
Kevin yang duluan terbangun, ketika Kevin membuka matanya, dia menemukan bahwa wajah Aurel berada tepat di depan wajahnya.
terlihat begitu polos dan cantik.. namun ketika dirinya sedang memperhatikan dan menatap wajahnya Aurel.. tiba-tiba Aurel bergerak, membuat Kevin pura-pura memejamkan matanya kembali.. seperti masih dalam keadaan tidur.
Aurel terbangun dan ketika dia membuka matanya, Aurel menemukan wajahnya Kevin tepat berada di depan matanya.. Aurel mencoba untuk memejamkan matanya dan membuka kembali matanya.. penglihatannya masih tetap sama dan tidak ada yg berubah, dia tetap melihat wajah Kevin yang sedang tertidur, wajahnya terlihat sejuk dan tenang.
Aurel menatap dan memperhatikan wajahnya Kevin dengan seksama.. namun karena Kevin yg memang sudah terbangun, dia berusaha untuk menggerakkan badannya..
membuat Aurel spontan memejamkan kembali matanya.. Aurel juga pura-pura tertidur sama seperti yang di lakukan oleh Kevin.
keduanya sama-sama sedang pura-pura tertidur..
hingga pada waktu yg bersamaan keduanya membuka matanya.. Kevin dan Aurel saling tatap satu sama lainnya.. tatapan mata mereka bertemu, tapi karena keduanya masih merasa canggung..
__ADS_1
Kevin dan Aurel mereka berdua, membalikkan badannya dan gubrak keduanya terjatuh dari tempat tidur secara bersamaan.