Istri yg terlupakan

Istri yg terlupakan
penolakan Aurel membuat Kevin kecewa


__ADS_3

Kevin menatap wajah Aurel, bersamaan dengan Aurel yang juga sedang menatap wajahnya, kedua tatapan saling bertemu, ada sebuah getaran yang mereka rasakan, terutama bagi Kevin.


mereka berdua larut di dalam pikirannya masing-masing, Aurel terlebih dahulu sadar dari lamunannya, dengan cepat Aurel menghindar dari Kevin, dia menarik tubuhnya kemudian duduk di tepi ranjang.


Kevin juga ikut tersadar dari lamunannya, dia juga bangun, lalu duduk di sampingnya Aurel. terlihat ada kecanggungan yang terjadi di antara mereka berdua.


Aurel memecah keheningan di antara mereka dengan memulai pembicaraan.


Aurel.. "bagaimana keadaanmu sekarang, apakah aa sudah merasa lebih baik?"


Kevin mengangguk..


Aurel.. "syukurlah"


Aurel bangun dari tempat duduknya, dan hendak beranjak pergi.


namun.. ketika Aurel baru ingin berdiri, tiba-tiba Kevin menarik tangannya, sehingga posisi Aurel yang belum seimbang, membuat tubuhnya oleng kemudian dia terjatuh tepat di atas tubuhnya Kevin.


pandangan mereka berdua kembali bertemu


keduanya larut masuk ke dalam perasaannya masing-masing, Kevin tiba-tiba memberanikan diri untuk mencium bibirnya Aurel, dan Aurel pun dia sama sekali tidak menolaknya.


terjadilah sebuah ciuman, ciuman pertama yang terjalin antara mereka berdua.


sebagai seorang pria normal, pastinya wajar jika Kevin merasakan sebuah reaksi yang terjadi pada tubuhnya.


Kevin merasakan aliran darahnya tiba-tiba terasa menjadi sedikit panas, Kevin merasa bahwa dirinya saat ini menginginkan Aurel.

__ADS_1


Kevin dan Aurel yang masih berciuman, tiba-tiba Kevin memeluk tubuhnya Aurel, dia semakin menekan tubuh Aurel agar lebih mendekat kepadanya.


merasa tidak ada penolakan, Kevin semakin berani untuk mengelus punggungnya Aurel.


namun ketika tangannya mulai menarik handuk yang melilit di tubuhnya Aurel.


#tiba-tiba Aurel mengingat kejadian sewaktu dirinya mendapat pelecehan oleh Irfan, sehingga Aurel melepaskan ciumannya, dia mendorong tubuhnya Kevin dengan kasar, kemudian dia berteriak..


"jangan sentuh aku"


melihat sikap dan perlakuan Aurel terhadap dirinya yang seperti itu, keinginan yang sempat timbul di dalam diri Kevin, dengan sekejap menjadi hilang dan raib begitu saja.


Kevin hanya menatap Aurel dengan tatapan penuh dengan tanda tanya.


merasa bahwa apa yang di lakukannya itu adalah salah, dengan cepat Aurel segera meminta maaf kepada Kevin.


Aurel belum selesai berkata, namun dengan cepat Kevin memotong perkataannya..


Kevin.. "sudahlah, kamu tidak salah, jadi tidak ada yang perlu untuk di maafkan"


Aurel.. "tapi aku benar-benar tidak bermaksud menyinggung perasaanmu, aku minta maaf, aku berharap aa mau memaafkan aku, aku bisa menjelaskan semuanya, aku mohon jangan salah faham kepadaku"


namun Kevin yang sudah terlanjur merasa kecewa dengan sikap dan penolakan yang di lakukan oleh Aurel, dia tidak mau mendengar apapun alasan yang akan Aurel jelaskan.


Kevin.. "tidak perlu menjelaskan apapun kepadaku, aku sudah bisa memahami dan mengerti dari sikap yang baru saja kamu tunjukkan kepadaku, mungkin karena aku bukanlah sosok seorang figur suami yang baik seperti apa yang kamu harapkan, aku bahkan tidak mengenali siapa diriku sendiri, bagaimana mungkin kamu mau menerima diriku yang dalam keadaan seperti ini.


namun.. walaupun begitu, aku berharap bahwa pernikahan yang kita jalani ini adalah nyata, bukan sekedar sandiwara belaka"

__ADS_1


Aurel.. "bukan seperti itu maksudku, kamu adalah suamiku dan pernikahan kita memang bukan sandiwara, pernikahan kita nyata dan aku menerima kamu sebagai suamiku dengan keadaan apapun, hanya saja saat ini aku masih membutuhkan waktu untuk itu"


Kevin.. "waktu..? baiklah, jika apa yang kamu katakan itu benar, aku akan memberimu waktu untuk bisa menerimaku, namun tetap saja.. dengan menunjukkan sikap yang seperti itu kepadaku, ternyata pemikiran ku selama ini tentangmu itu adalah salah"


mendengar kata-kata yang diucapkan oleh Kevin, tiba-tiba Aurel meneteskan air matanya.


Aurel.. "aku bisa menjelaskan semuanya"


Kevin tersenyum, " tapi aku tak ingin mendengar penjelasan mu, penolakan mu sudah bisa menjelaskan semuanya"


tangisan Aurel pecah, rasa penyesalan di dalam hatinya, membuat air matanya semakin mengalir deras di pipinya, Aurel kemudian memeluk tubuhnya Kevin.


Kevin melepaskan dirinya dari pelukannya Aurel, namun Kevin menghapus air matanya.


Kevin.. "jangan menangis lagi, sudahlah.. sekarang hapus air matamu, jika seperti ini.. aku terlihat seperti sedang memaksakan kehendak kepadamu, dengarlah baik-baik..


mulai dari sekarang, aku berjanji.. bahwa aku tidak akan pernah menggaulimu, aku juga tidak akan memintamu untuk melakukannya denganku, kecuali kamu sendiri yang meminta dan menginginkannya tanpa adanya sebuah paksaan"


setelah selesai berbicara kepada Aurel, Kevin lalu pergi meninggalkan Aurel sendiri di kamarnya, dia meninggalkan Aurel yang masih menangis karena menyesali dan merasa bersalah.


"aku memang salah, aku benar-benar bersalah.. aku lupa bahwa aku saat ini adalah seorang istri, tapi perlu kamu tau.. bahwa aku masih belum bisa melupakan kejadian yang pernah menimpaku, ketika seseorang ingin melecehkan harga diriku"


selesai berkata..


Aurel kembali menangis, dia terus menangis,


tiba-tiba Aurel mengingat flashback ketika Irfan yang berniat untuk memperkosanya dan ingin merenggut kesuciannya.

__ADS_1


kesedihan yang di rasakan oleh Aurel menjadi semakin dalam, dia terus menangis sepanjang malam, tangisannya hanya berhenti ketika dirinya telah tertidur.


__ADS_2