
di ceritakan..
Erwin dan Erik mereka berdua telah sampai di kota Jakarta.
namun karena mereka berdua sampainya sudah terlalu larut malam, sehingga mereka berdua tidak langsung melapor kepada majikannya.
mereka berdua berencana untuk melaporkan informasi yang mereka dapatkan pada keesokan harinya..
malam telah berganti pagi..
Edwin dan Erik yang memang tinggal di sebuah apartemen yang sama, mereka berdua berangkat kerja pun bersama-sama dengan menggunakan mobil yang sama.
Edwin dan Erik, mereka pergi meninggalkan apartment sekitar pukul 7.30 pagi.
setelah menempuh perjalanan selama 45 menit, mereka berdua tiba di sebuah perusahaan yang bernama.. PT BINA SEJAHTERA
Edwin dan Erik kemudian memarkirkan mobilnya di parkiran khusus pegawai, setelah itu mereka memasuki kawasan kantor perusahaan yang memiliki bangunan dengan 5 lantai tersebut.
mereka berdua kemudian masuk ke dalam lift dan langsung menuju ke lantai 5 paling atas.
tiba di depan pintu sebuah ruangan dengan dinding kaca sekelilingnya, Erik bertanya kepada seorang sekretaris yang sedang duduk dan membaca sebuah file di meja kerjanya.
Erik.. "selamat pagi Bu Hani"
Hani.. "selamat pagi juga pak Erik"
Erik.. "apakah Pak Big Boss sudah berada di ruangannya?"
Hani.. "sudah pak, baru 5 menit yang lalu, bapak memasuki ruangannya"
Erik menganggukan kepalanya "terimakasih"
Edwin dan Erik mengetuk pintu sebanyak 3x, terdengar suara dari dalam berkata..
"masuklah"
mereka berdua kemudian masuk ke dalam ruangan tersebut..
terlihat seseorang sedang duduk membelakangi meja kerjanya..
"bagaimana, sudah dapat informasi? jika belum maka pergilah dan jangan kembali sampai kalian berdua benar-benar mendapatkan sebuah hasil yang memuaskan"
__ADS_1
Edwin yang berbicara..
Edwin.. "kami berdua sudah mendapatkan informasi tentang keberadaan tuan muda"
orang itu memutar kursinya dan berbalik menghadap ke arah Edwin dan Erik yang sedang berdiri di depannya.
"lalu dimana dia sekarang, apakah kalian berhasil membawanya pulang"
Edwin dan Erik, mereka berdua menggelengkan kepalanya secara bersamaan
orang itu berdiri, lalu menghentakkan tangannya ke atas meja.
BRAK
"kenapa bisa tidak berhasil, bukankah tadi kalian bilang bahwa sudah menemukan keberadaannya" tanyanya.
Edwin.. "tuan muda dia tidak ingin ikut bersama dengan kami, dan kami berdua tidak bisa memaksanya untuk ikut"
ternyata orang yang di temui oleh Edwin dan Erik adalah Pak Handoko ayahnya Kevin.
Pak Handoko berteriak.. "jelaskan"
Edwin.. "tuan muda Kevin, dia telah mengalami sebuah kecelakaan yang menyebabkan dirinya menjadi Amnesia"
Handoko kaget.. "apa kamu bilang, Kevin dia hilang ingatan (amnesia)"
Edwin dan Erik menganggukan kepala mereka.
Handoko.. "kalau cuma amnesia kalian bisa kan untuk meyakinkannya, atau bila perlu paksa dia supaya mau ikut dengan kalian, tapi kenapa kalian bisa-bisanya gagal dan gagal membawanya pulang, benar-benar stupid dan tidak bisa di andalkan"
Edwin.. "tapi.. bukan hanya itu saja masalahnya, tuan muda Kevin, dia sudah menikah dengan seorang gadis di desa tersebut, itulah alasan mengapa kami tidak bisa memaksa tuan muda untuk ikut bersama dengan kami"
Handoko kaget.. "menikah"
Edwin.. "benar tuan"
kemudian Edwin dan Erik mereka menjelaskan kronologi kejadiannya ketika mereka mendatangi dan menjumpai Kevin dan berakhir pada penolakannya.
"menikah, benarkah?"
terdengar suara perempuan yang tiba-tiba masuk kedalam ruangannya Pak Handoko, kemudian perempuan itu berkata..
__ADS_1
ternyata Alisya dia juga mendengar apa yang di katakan dan di sampaikan oleh Edwin dan Erik kepada Pak Handoko.
mendengar apa yang di sampaikan oleh kedua pesuruhnya, di tambah dengan sikapnya Alisya yang tiba-tiba ribut karena tidak ingin percaya dengan apa yang telah di dengarnya.
Pak Handoko tiba-tiba memegang dadanya, kemudian ia pingsan.
melihat majikannya pingsan, Edwin dan Erik dengan cepat menelepon ambulans dan membawa Pak Handoko ke rumah sakit.
***
#diceritakan keadaan di rumah sakit.
menurut hasil dari pemeriksaan dokter.. ternyata Pak Handoko mengalami serangan jantung, sehingga dokter menyarankan agar Pak Handoko tidak boleh terlalu banyak beban pikiran.
dengan dalih demi untuk menjaga kesehatannya Pak Handoko, Alisya meminta supaya Edwin dan Erik, mereka berdua tidak memberitahu dan membicarakan masalah ini kepada Bu Aminah istrinya Pak Handoko (ibundanya Kevin)
karena alasan yang di berikan oleh Alisya di rasa cukup masuk akal, akhirnya Edwin dan Erik mereka berdua setuju dengan permintaan Alisya, untuk tidak memberitahu masalah tentang Kevin kepada Bu Aminah.
Alisya kemudian menyuruh supaya Edwin dan Erik meninggalkan rumah sakit dan kembali ke kantor, sedangkan Pak Handoko dirinya lah yang akan menjaganya.
hingga ketika Aminah datang ke ruangan rawat suaminya, dia menemukan Alisya yang sedang berada di dalam ruangan rawatnya Pak Handoko, Alisya sedang menjaga suaminya.
melihat keadaan suaminya, Aminah tak kuasa menahan air matanya, ia menangis.. selain ia meratapi keadaan suaminya, Aminah juga teringat akan Kevin anaknya, yang saat inu belum ada kabar beritanya.
#demi untuk menenangkan Aminah, Alisya tiba-tiba menghampirinya lalu Alisya memeluknya.
Alisya.. "sabar Bun, Ayah pasti akan baik-baik saja"
Aminah membalas pelukannya Alisya.
Aminah.. "Bunda takut Sya"
Alisya.. "jangan takut Bun, kan ada Alisya disini, Alisya akan jagain Ayah dan juga Bunda"
Aminah.. "terimakasih sayang"
beberapa jam kemudian..
Pak Handoko telah siuman, namun dirinya mengalami stroke ringan, sehingga mempengaruhi cara berbicaranya menjadi kurang jelas.
semenjak Pak Handoko sakit, Alisya di tunjuk oleh Aminah untuk menjalankan perusahaan keluarganya, selama kondisi suaminya belum membaik.
__ADS_1