
Waktu begitu cepat berlalu, malam telah berganti dengan pagi..!!!
#Kediaman rumah Alisya
Alisya terlihat sedang sibuk memeriksa kembali barang-barang yang telah di persiapkan nya semalam, dia memastikan agar tidak ada kesalahan ataupun barang penting miliknya yang tertinggal.
Pintu kamar Alisya tidak tertutup rapat, memudahkan seseorang untuk masuk kedalam kamarnya.
"hmm"
Terdengar suara seorang wanita yang berdehem, sontak menghentikan aktifitas Alisya yang sedang sibuk dengan kegiatannya. Alisya menoleh ke arah sumber suara.
"Mom" Panggil Alisya, dia kemudian tersenyum setelah tau bahwa yang masuk kedalam kamarnya itu adalah ibunya.
"Lah, mau pergi kemana anak kesayangan mom, pagi-pagi begini sudah sibuk aja?"
Hesti ibunya Alisya bertanya kepada putri keduanya yang sedang sibuk memasukan kembali pakaian serta barang-barang yang sudah selesai ia periksa kedalam koper.
"Mau pergi menjemput masa depan Alisya mom"
Alisya menjawab pertanyaan ibunya, dengan wajah yang selalu di hiasi senyuman.
"Masa Depan?" Hesti sedikit tidak faham dengan apa yang di maksud oleh putrinya.
"Yups mom, masa depan dan kebahagian Alisya"
Hesti menatap wajah putrinya dengan penuh tanda tanya.
"Nanti Alisya jelaskan mom, tapi bukan untuk saat ini" Alisya berkata kepada ibunya tanpa menoleh kepadanya, karena ia masih sibuk dengan barang-barang nya. Aktifitasnya baru terhenti ketika terdengar Suara dering Handphone yang berbunyi, menandakan bahwa ada sebuah panggilan masuk.
"Halo, Ya Katakanlah!"
"Non, Sy sudah di depan rumah non Alisya, apakah kita akan pergi sekarang?"
"Tentu, 5 menit lagi sy turun" Suara Alisya terdengar sedikit tegas.
"Siapa, Sayang?" tanya Hesti.
"emm itu mom, ii..itu anak buahnya om Handoko yang akan nemenin Alisya mom"
__ADS_1
Mendengar penjelasan Alisya, sekarang Hesti sudah bisa menyimpulkan bahwa kata Masa depan yang tadi di katakan oleh putrinya, itu adalah Kevin.
Tanpa menunggu lama lagi, Alisya pamit kepada Hesti, kemudian bergegas keluar dari kamarnya lalu turun menapaki anak tangga menuju ke lantai bawah.
Ketika Alisya hendak menuju ke arah pintu utama rumahnya, terdengar seseorang bertanya kepadanya.
"Mau pergi kemana Sya?"
Tanpa menoleh Alisya menjawab "menjemput masa depan, Dad." dia sudah tau suara Daddy nya, yah benar itu adalah Zaky ayahnya Alisya.
Zaky masih menatap punggung putrinya yang kemudian hilang di balik pintu,
Tatapan Zaky beralih kepada sosok Hesti yang sedang menuruni anak tangga, Zaky menatap istrinya dengan tatapan yang penuh tanda tanya.
Hesti membalas tatapan suaminya, dia hanya mengulum senyum sambil menyangkat kedua bahunya, "Entah" ucap Hesti Pelan.
Setelah langkah Hesti yang mulai mendekat menghampiri suaminya, Tatapan mata Zaky yang sebelum nya penuh dengan tanda tanya, kini berubah menjadi tatapan mata nya yang sendu penuh cinta kepada sang istri, mengisyaratkan bahwa di usia mereka yang sudah tak lagi muda, namun hubungan mereka masih terlihat begitu sangat romantis.
Sebuah rangkulan menyambut pinggang ramping sang istri yang kini telah mendekat kepadanya, kemudian sepasang suami-istri itu menuju ke arah dapur, tepatnya menuhu ke sebuah meja makan, mereka hendak sarapan pagi.
***
Alisya yang sudah keluar dari rumah, matanya langsung tertuju kepada sebuah mobil berwarna hitam yang terparkir di halaman depan rumahnya.
Setelah Alisya mendekat, Pintu mobil terbuka menyambut kedatangannya. Tanpa basa basi Alisya langsung masuk kedalam mobil, dia duduk di kursi belakang, sedangkan Erik dia memasukan koper yang Alisya bawa kedalam Bagasi mobil nya.
Setelah Erik masuk kedalam mobil, Erik menatap Edwin yang berada di kursi kemudi, seakan mengerti maksud Erik, Kini Keduanya menatap kearah kursi belakang, seakan sedang menunggu perintah.
"Ayo jalan" ucap Alisya yang seakan mengerti maksud dari kedua orang yang kini menjadi bawahannya itu.
***
Setelah menempuh waktu beberapa jam perjalanan, kini Edwin mulai memecah keheningan di antara mereka, yang sepanjang perjalanan nyaris tanpa kata.
"Non Alisya, sekitar 15 menit lagi kita sudah akan sampai ke tempat dimana Tuan muda Kevin tinggal saat ini"
Alisya merespon ucapan Edwin, hanya dengan sebuah anggukan kepala. Mata Alisya terus menyusuri jalanan di sepanjang perjalanan mereka, seaakan dia sedang merekam semua kedalam memori ingatannya.
Benar saja, setelah kurang lebih 15 menit dari apa yang tadi di katakan oleh Edwin, kini mobil yang di tumpangi mereka telah berhenti di pekarangan sebuah rumah yang bangunannya terlihat sama dengan Rumah-rumah yang berjejer di sekeliling area kawasan itu.
__ADS_1
"What, mungkinkah di tempat ini Pangeran hatiku tinggal saat ini?" Alisya berkata di dalam hatinya seakan merasa kurang yakin. "Seorang Kevin Pratama pemilik tunggal PT BNS betah tinggal di lingkungan kumuh seperti ini?" Alisya memperhatikan sekeliling tempat dimana dia berada saat ini. Alisya larut dalam lamunannya.
Pintu mobil terbuka, sebuah suara mulai menyadarkan Alisya dari lamunannya.
"Non Alisya, kita sudah sampai" terlihat Erik yang membukakan pintu untuk Alisya. Tubuh Erik terlihat membungkuk, sebagai tanda hormat kepada atasannya.
Tanpa banyak berbicara, Alisya segera turun dari dalam mobil, seakan mengerti maksudnya Erik.
"Mari ikuti saya" perintah Edwin. Alisya terlihat menurut tanpa banyak protes. dia mengekor di belakang Edwin dan Erik yang jalan lebih dulu sebagai petunjuk arah untuknya.
Tiba di depan sebuah pintu, Edwin dan Erik menghentikan langkahnya, diikuti pula oleh Alisya.
Tok.. tok.. tok pintu rumah di depan mereka di ketuk, belum terdengar ada sahutan.
"Coba sekali lagi" perintah Alisya.
Kali ini mereka berdua mengetuk pintu secara bersamaan, namun ketukan mereka disertai dengan salam yang di ucapkan sedikit keras, berharap orang yang ada di dalam rumah bisa langsung mendengar salam mereka.
"Assalamu'alaikum"
Benar saja, terdengar samar-samar ada seseorang dari dalam rumah yang telah menjawab salam mereka.
"Waalaikumsalam"
Tak lama menunggu, daun pintu yang tadi tertutup rapat, kini telah dibuka oleh seorang gadis yang tersenyum ramah kepada mereka.
"Ada yang bisa saya bantu?" gadis itu bertanya kepada tamu yang datang kerumahnya, masih dengan senyuman ramahnya.
Edwin dan Erik keduanya saling tatap, sedangkan Alisya saat ini sedang memperhatikan gadis yang ada di depannya.
"Apakah gadis ini yang sudah di nikahi Kevin? hmm, Lumayan cantik juga ternyata" tanpa sadar Alisya memuji kecantikannya Aurel. Yups benar, gadis yang sedang di perhatikan oleh Alisya dia adalah Aurel. "Apaan sih, Cantik? what dia Cantik? masih cantikan gue kali" Batin Alisya.
Melihat ketiga orang yang saat ini berada depannya malah terlihat seperti orang linglung, Edwin dan Erik saling tatap, sedangkan Alisya masih sibuk dengan pikirannya, sehingga ia kini tidak fokus dengan apa yang ada di sekelilingnya.
Merasa belum ada jawaban, Aurel kembali bertanya kepada tamu yang datang kerumahnya.
"Maaf, mau bertemu atau mencari siapa?"
"Masih ingat dengan kami Mbak? kami berdua pernah datang sebelumnya, kami datang kesini untuk mencari Tuan muda kami, Yaitu Tuan Kevin" Erik yang menjawab pertanyaan Aurel.
__ADS_1
Aurel mulai mengingat-ingat, hatinya mulai gemetar ketika mengingat kedua orang tersebut, apalagi setelah memperhatikan sosok wanita yang ada di depannya saat ini.
"Wanita ini, sepertinya aku pernah melihatnya, tapi dimana?" Batin Aurel. Setelah cukup keras mengingat, "Tidak mungkin kalau dia ini? Tunangannya A Kevin!"