Istri yg terlupakan

Istri yg terlupakan
scene aurel dan kevin


__ADS_3

setelah keduanya sama-sama terjatuh dari tempat tidur.. baik Aurel maupun Kevin keduanya sama-sama menampakkan wajah canggung sekaligus malu, terlihat dari wajah mereka yang berubah warna menjadi merah.


Kevin yang memulai pembicaraan..


Kevin .. *kamu kenapa?*


Aurel menggelengkan kepalanya.


Aurel .. *kalau kamu?*


Kevin wajahnya terlihat lucu, dia menggaruk kepalanya sambil sedikit menaikkan alisnya keatas .. *hehehe tidak kenapa-napa*


keduanya bangun dari lantai tempat dimana mereka jatuh, Aurel dan Kevin berdiri secara bersamaan.


Aurel menyembunyikan perasaan nervesnya dengan membereskan tempat tidur mereka.


sedangkan Kevin segera keluar dari kamar menuju ke arah kamar mandi yg letaknya dekat dengan dapur.


setelah melihat bayangan Kevin sudah hilang di balik pintu, Aurel mengusap dadanya.


*syukurlah* ucapnya di dalam hati.


Tuti yg melihat Kevin memasuki dapur, segera bertanya kepada menantunya..


Tuti .. *nak Kevin, kalian sudah bangun, dimana Aurel? apakah dia sudah bangun?*


Kevin .. *sudah Bu, Aurel masih di kamar, dia sedang membereskan tempat tidur*


Tuti .. *Emm, apakah semalam tidur kalian berdua nyenyak?* selidik Tuti.


Kevin tersenyum sambil mengangguk, kemudian berlalu menuju ke kamar mandi.


melihat Kevin yg sudah memasuki kamar mandi, Tuti mengusap dadanya sambil menarik nafas dalam-dalam kemudian menghembuskannya.


*syukurlah* ucapnya di dalam hati. *semoga hubungan mereka baik-baik saja*


setelah kevin selesai mandi dan kembali memasuki kamar, sekarang giliran Aurel yg keluar kamar untuk mandi.


Aurel keluar dari kamarnya dan menutup pintu, namun baru beberapa langkah berjalan, Aurel lupa tidak membawa handuk.


Aurel berbalik dan kembali ke kamarnya, Aurel membuka pintu kamar dan masuk kedalamnya, namun ketika pandangannya tertuju kepada Kevin.


Aurel berteriak kemudian menutup mulutnya.


Aurel melihat tubuh Kevin yang hanya memakai celana dalam saja.


*kamu.. iiiiitu .. tu.. tutup* teriak Aurel.


kevin kemudian mengambil sebuah handuk, namun bukan untuk menutupi tubuhnya.


melainkan kevin berjalan ke arah Aurel dan sengaja menutupi seluruh wajah Aurel menggunakan handuk itu.


*yang di tutup itu matanya, bukan mulutnya*


selesai berbicara Kevin mendorong Aurel keluar dari kamarnya.


*lain kali kalau mau masuk kedalam kamar itu harus ketuk pintu dulu* ucap Kevin.


*tapi itu kan ..*

__ADS_1


Aurel belum selesai berbicara, kevin sudah menutup pintunya.


*itu kan kamarku* ucap Aurel yg segera berlalu menuju ke arah kamar mandi.


melihat Aurel datang ke arah dapur, Tuti pun segera bertanya kepada putrinya ..


Tuti .. *ehh anak ibu sudah bangun, bagaimana tidurnya semalam? apakah nyenyak?* selidiknya.


Aurel .. *lumayan*


setelah selesai menjawab pertanyaan ibunya, Aurel segera masuk kedalam kamar mandi.


*sepertinya semalam mereka berdua baik-baik saja, berarti tidak ada lagi yg harus aku khawatirkan* Tuti berucap di dalam hatinya.


Aurel, Kevin, Tuti dan Toni, mereka berempat sarapan pagi bersama untuk pertama kalinya, sebagai keluarga semenjak Aurel dan Kevin menikah.


ketika Toni selesai sarapan dan pamit untuk pergi bekerja di perkebunan, Kevin bertanya kepadanya ..


Kevin .. *pak .. bapak mau pergi kemana?*


Toni .. *bapak mau bekerja di perkebunan*


Kevin .. *bolehkah saya ikut?*


Toni .. *ikut? untuk apa nak Kevin ikut? lagian jika nak Kevin ikut sama bapak, lalu nak Kevin mau melakukan apa di sana?*


Kevin .. *tentu saja, saya mau ikut bekerja sama seperti yg akan bapak lakukan*


Toni berpikir sejenak kemudian berkata..


Toni .. *tidak usah nak, pekerjaan disana tidak cocok untuk nak Kevin*


Toni mencari alasan.. *kondisimu saat ini kan benar-benar belum pulih kembali sepenuhnya, jadi sebaiknya nak Kevin pulihkan dulu kondisinya, setelah benar-benar sudah pulih, barulah memikirkan tentang urusan pekerjaan*


Kevin .. *tapi bapak pasti tau kalau sekarang ini aku itu sudah menikah dan memiliki seorang istri, jadi aku sekarang sudah punya tanggung jawab yang harus dipenuhi, aku harus menafkahinya, tidak mungkin jika aku harus bergantung kepada bapak terus*


mendengar kata-kata yang diucapkan oleh Kevin, Toni benar-benar merasa terharu..


Toni .. *jika mau ikut, mari ikutlah .. lihatlah dulu pekerjaannya, jika cocok teruskan, jika tidak cocok tidak perlu di kerjakan*


Kevin mengangguk .. *baiklah, tunggu sebentar pak, aku akan ikut denganmu*


Kevin mengganti pakaiannya kemudian ikut bersama dengan Toni ke perkebunan.


Tuti yg mengantar kepergian suami dan menantunya di ambang pintu kemudian berkata kepada putrinya ..


Tuti .. *ibu rasa nak Kevin itu adalah seorang menantu yang baik dan penuh rasa tanggung jawab, iya kan?*


Aurel mengangkat pundaknya .. *entahlah*


#tiba di perkebunan karet.


Kevin membantu pekerjaan bapak mertuanya.


seperti biasanya pekerjaan Toni yaitu menyadap pohon karet untuk mengambil getahnya.


beberapa saat Kevin memperhatikan cara kerja bapak mertuanya.


Kevin .. *pak aku mau mencoba membantumu dengan melakukan hal yang sama seperti yang bapak lakukan itu*

__ADS_1


Toni .. *tidak perlu nak, cukup ambil saja getah karet yg di wadah itu lalu kumpulkan kedalam ember itu*


Toni menunjuk ke arah sebuah mangkuk kecil pada setiap pohon karet.


Kevin .. *tapi aku penasaran ingin mencoba melakukan apa yg bapak kerjakan sekarang*


karena Kevin terus memaksa untuk melakukan pekerjaan Toni, akhirnya tidak bisa mengelak selain mengajarkan Kevin, Toni kemudian memberikan sebuah pisau sadap kepada Kevin, *gunakan ini*


Kevin .. *beri contoh pak, nanti saya ikuti*


#pertama-tama pegang pisaunya seperti ini, kemudian buatlah bidang sadap di mulai dari sisi atas ke kanan bawah, sekitar setengah hingga tigaperempat lingkar batang, jangan terlalu dalam dan jangan pula terlalu dangkal.


setelah menjelaskan kepada Kevin caranya untuk menyadap pohon karet, Toni lalu memberikan contoh kepada Kevin.


Toni .. *seperti ini, apakah kamu mengerti?*


Kevin mengangguk .. *aku akan mencobanya*


Kevin mencobanya .. dengan sekali di contohkan, Kevin sudah bisa melakukannya dengan benar.


Kevin .. *coba lihat pak, apakah seperti ini*


Toni melihat hasilnya .. *kamu hebat, baru di beri contoh satu kali langsung bisa melakukannya* puji Toni.


Kevin tersenyum .. *aku kan memang hebat*


menantu dan mertua kemudian mereka berdua tertawa bersama.


Kevin bekerja dengan giat seharian, hingga sampai waktunya untuk pulang.


bekerja seharian Kevin hanya di beri upah sebesar 50 ribu saja.


Kevin mengerutkan keningnya, ketika menerima upah yang di berikan oleh mandor perkebunan.


*benarkah upahnya hanya segini, apakah ini tidak terlalu murah?*


Toni sengaja menyenggol lengan Kevin, sebagai tanda agar Kevin menghentikan perkataan.


Toni .. *ayo nak kita pulang, kita tidak perlu berdebat dengan dia, upah buruh disini memang segitu*


Kevin .. *tapi pak ini terlalu murah, ini benar-benar di bawah standar upah yang seharusnya*


*hei bung .. kami memang hanya membayar upah sesuai dengan yg sudah di tentukan dari pemilik perkebunan ini, jika kamu tidak suka maka pergilah cari pekerjaan di tempat lain*


ucap salah seorang yg memegang kendali di perkebunan karet tersebut.


Toni .. *maaf tuan menantu saya tidak tahu apa-apa, mohon maafkan kami, kami sangat membutuhkan pekerjaan ini*


*kalau begitu .. jangan banyak protes*


Toni kemudian pamit pulang dan mengajak Kevin untuk pergi bersamanya..


Toni .. *nak Kevin, bapak mohon jangan terlalu banyak protes ya, kami sebagai buruh penyadap karet hanya di bayar upah memang sebesar itu, makanya tadi bapak bilang nak Kevin tidak cocok dengan pekerjaan ini*


Toni berbicara panjang lebar kepada Kevin sepanjang perjalanan pulang menuju ke rumah mereka.


di ujung perbincangan mereka, Kevin berkata dengan lantang kepada Toni ..


*aku berjanji padamu, suatu hari nanti, ketika menantumu ini sudah sukses, akan ku beli seluruh perkebunan ini, dan bapak yg akan memegang kendali atas perkebunan karet ini*

__ADS_1


mendengar perkataan dari menantunya, Toni tersenyum.. *Insyaallah, Aamiin*


__ADS_2