Istri yg terlupakan

Istri yg terlupakan
koma


__ADS_3

ketika toni membuka dompet pria tersebut, mata toni terbelalak kaget melihat isi dompetnya, uang ratusan ribu tersusun rapi hingga nominalnya berjuta-juta.


banyak kartu-kartu yg tersimpan di dalamnya .. terutama kartu yg berwana GOLD begitu sangat mencolok mata.


mata Toni beralih kepada kartu identitas milik pria tersebut, Toni mengambil dan melihat identitasnya..


barulah Toni tau.. bahwa pasien itu bernama KEVIN yah benar, nama lengkapnya adalah KEVIN PRATAMA berasal dari kota Jakarta.


setelah melihat identitasnya, tiba-tiba Toni tertawa dan menangis secara bersamaan..


"tuhan menyayangimu .. kamu akan selamat, karena sekarang aku sudah bisa menebus obatnya"


Toni segera beranjak pergi menuju ke apotek dengan membawa resep obat yg di berikan perawat itu kepadanya.


setelah mendapatkan obatnya, Toni segera kembali ke kamar pasien untuk memberikan obat itu kepada dokter.


***


di ceritakan di rumahnya Toni,


ibunya Aurel.. sangat panik ketika mendengar kabar bahwa Toni suaminya sedang berada di rumah sakit, dia yang membawa korban kecelakaan tersebut dan dia masih belum pulang padahal hari sudah sangat larut.


Aurel juga merasakan apa yang ibunya rasakan, dia merasa cemas.. takut ayahnya kenapa-kenapa.


"Bu.. kira-kira bagaimana kondisi pria yg tadi siang kecelakaan di area perkebunan, apakah dia akan baik-baik saja, ataukah.. ehh bagaimana kalau dalam keadaan buruk"


"Hush jangan berkata seperti itu, tidak baik" sergah Tuti.


"bukan apa-apa bu, Aurel hanya kasian saja terhadap bapak.. padahal hari sudah larut, akan tetapi bapak belum pulang juga, apakah bapak sudah makan ataukah belum? bagaimana kalau keluarga pria itu menyalahkan bapak?"

__ADS_1


pertanyaan demi pertanyaan, Aurel tanyakan kepada ibunya, pertanyaan aurel itu begitu banyak, sehingga membuat Tuti bingung untuk menjawab satu persatu dari pertanyaan yang di lontarkan kepadanya.


Tuti tidak menjawab semua pertanyaan Aurel, Tuti justru memeluknya sambil berkata..


"bapakmu dan pria yg di tolongnya pasti baik-baik saja"


ucapan Tuti untuk menenangkan Aurel.


diceritakan.. cerita kembali ke rumah sakit.


Toni yg sedari siang belum makan, tiba-tiba merasa pusing, tubuhnya bergetar lemas, menandakan bahwa dia sudah kekurangan tenaga, karena energinya sudah habis.


akhirnya Toni memutuskan pergi mencari makanan untuk mengisi perutnya. setelah selesai makan Toni kembali lagi ke ruangan tunggu pasien.


malam telah berganti pagi, namun.. Kevin belum juga tersadar.


Toni menjadi sedikit khawatir dengan kondisinya. kemudian dia segera memanggil dokter untuk memeriksa keadaan Kevin.


***


setiba di rumah, Aurel langsung memeluk ayahnya sambil berkata..


"pak, kamu baik-baik saja kan, bagaimana dengan pria yg bapak tolong, apakah dia sudah membaik?"


tanpa menunggu jawaban dari suaminya, Tuti segera berkata..


"sudah.. sudah.. biarkan ayahmu masuk kedalam rumah dulu, biarkan dia beristirahat dulu, ibu harap kamu jangan mengganggunya dengan pertanyaan-pertanyaan yang begitu banyaknya"


"ahh ibu"

__ADS_1


Aurel melepas pelukan dari ayahnya, kemudian dia membiarkan ayahnya masuk tanpa menjawab satupun pertanyaan darinya.


setelah membersihkan diri, kemudian Toni menyantap makanan yang sudah di sediakan oleh istrinya, setelah selesai makan.. Toni berkata kepada istrinya..


"Bu .. maaf ya ayah harus kembali lagi ke rumah sakit, kasian Kevin tidak ada yg menjaga dan menungguinya di rumah sakit, ibu mengijinkan bapak kan?"


Tuti menganggukkan kepalanya tanda setuju


tiba-tiba Aurel bertanya kepada ayahnya, mewakili pertanyaan yang juga ingin Tuti tanyakan.. "pak, siapakah orang yang bernama Kevin itu


"itu adalah nama dari korban yg kecelakaan, pria itu namanya adalah Kevin" Toni menjelaskan.


"baiklah pak .. tapi jaga diri baik-baik, terus kalau ada apa-apa .. segera hubungi kami" Tuti berpesan kepada suaminya.


"benar pak kata ibu.. jaga diri baik-baik" sahut Aurel.


Toni mengangguk lalu pergi lagi ke rumah sakit, setelah sampai ke ruangan Kevin.. Toni tidak menemukan Kevin berada di dalam ruangannya, ternyata ruangan Kevin sudah kosong.


Toni panik dan bertanya-tanya kepada perawat yang wara-wiri di depannya.


salah satu perawat mengatakan dan memberi tau Toni.. bahwa pasien atas nama Kevin, telah di bawa ke ruang ICU karena kondisinya semakin memburuk.


tanpa pikir panjang, Toni segera menuju ke ruang ICU untuk menemui Kevin.. tapi dokter tidak memperbolehkan siapapun untuk menemuinya, karena di antisipasi takut akan adanya virus yg terbawa masuk oleh orang yg hendak menjenguknya.


Toni mengerti, dia hanya menunggu Kevin di luar ruangan saja yg terbatas oleh kaca bening, hampir seluruh tubuhnya terbungkus oleh kain perban, sehingga toni tidak bisa melihat wajahnya sama sekali.


setelah beberapa hari di ruang ICU akan tetapi Kevin tetap belum sadarkan diri, terhitung sudah seminggu dari dibawanya ke rumah sakit. sudah banyak cara yg di lakukan dokter, tapi tetap belum bisa membuat Kevin sadar kembali.


melihat keadaan pasien yang seperti itu, kini dokter telah mengambil kesimpulan, bahwa saat ini pasien mengalami KOMA dan dokter juga memvonis..

__ADS_1


"kemungkinan untuk bertahan hidupnya itu sangatlah kecil 50:50 mungkin saja pasien masih bisa bertahan hanya karna bantuan selang oksigen, tapi kalau seandainya oksigennya di buka"


seusai berkata, tiba-tiba dokter menggeleng-gelengkan kepalanya.


__ADS_2