Istri yg terlupakan

Istri yg terlupakan
percobaan bunuh diri


__ADS_3

Tuti mengetuk pintu kamarnya Aurel beberapa kali, namun dirinya sama sekali tidak mendengar sahutan dari dalam kamar, membuatnya merasa sedikit khawatir


Tuti merasa takut, takut jikalau terjadi sesuatu hal buruk yg akan terjadi, sesuatu yang tidak di inginkan.


Tuti mencoba untuk mengetuk pintunya kembali, namun tetap tidak ada sahutan, keadaan di dalam kamar tetap hening.


Tuti merasa penasaran, akhirnya ia berusaha untuk membuka dan mendorong pintu kamarnya, namun ternyata.. pintu kamar terkunci dari dalam.


Tuti mulai merasa takut, pikirannya mulai di rasuki dengan pikiran-pikiran yang buruk, dirinya jadi menduga-duga, sehingga membuat dirinya menjadi semakin ketakutan..


dia terus mencoba mengetuk pintu, namun pintunya tetap tertutup rapat, karena pintunya tak kunjung ada yang membuka, dari awalnya hanya mengetuk, kini dia jadi menggedor-gedor daun pintunya.


pikiran Tuti mulai kacau, dia semakin ketakutan, akhirnya Tuti berteriak-teriak histeris memanggil nama suaminya..


*Pak, bapak.. kemari pak*


mendengar teriakkan istrinya yang tidak seperti biasanya, dengan cepat Toni segera menghampiri istrinya yang terlihat masih menggedor-gedor pintu kamarnya Aurel..


*ada apa Bu, apa yang ibu lakukan, sampai-sampai ibu berteriak dan menggedor-gedor pintu seperti ini?*


*Ibu khawatir dengan Aurel pak, Aurel berada di dalam kamarnya, namun.. dari tadi ibu mengetuk pintu, Aurel tidak kunjung membuka pintunya"


saking merasa khawatirnya.. Tuti sampai tak kuasa menahan air matanya.


Toni pun ikut mengetuk pintu kamar Aurel, namun sama sekali tidak ada jawaban..


keduanya saling tatap, sebelum melanjutkan untuk mengetuk pintunya kembali, kali ini mereka mengetuk pintu sambil berteriak memanggil nama putrinya.


mendengar suara keributan di luar kamar, Kevin segera keluar dari kamarnya dan menghampiri sumber suara keributan tersebut, untuk mengecek apa hal yang sedang terjadi.


Kevin melihat suami istri itu sedang berada di depan pintu kamar putrinya, mereka mengetuk-ngetuk pintu dengan raut wajah yang terlihat panik dan khawatir.


*apa yang terjadi?* tanya Kevin.


setelah Tuti menjelaskan kepadanya, tanpa berpikir.. Kevin langsung menghampiri dayn pintu, kemudian mendobraknya.

__ADS_1


Blak .. pintu terbuka ..


dengan cepat mereka bertiga masuk kedalam kamar dan menemukan Aurel terlentang di lantai dengan tangan sudah bersimbah darah.


"ternyata aurel mencoba untuk bunuh diri dengan cara memotong urat nadi di pergelangan tangannya"


kondisi Aurel saat itu sudah tidak sadarkan diri..


Kevin dengan sigap memeriksa urat nadi di pergelangan tangan Aurel yang satu lagi, setelah itu dia mencari sebuah kain, karena tidak menemukan kain yang di cari, ia kemudian merobek kemejanya.


kain robekannya di maksudkan untuk membalut serta mengikat pergelangan tangan Aurel yang sedang terluka, agar darah tidak terus mengalir dari lukanya.


setelah membalut lukanya, Kevin segera membawa Aurel pergi ke rumah sakit.


***


tiba di rumah sakit, Aurel segera mendapatkan penanganan medis, Aurel di bawa masuk ke ruangan IGD, ia langsung di tangani oleh beberapa dokter ahli.


setelah kurang lebih 1 jam lamanya mereka menunggu, tiba-tiba seorang dokter terdengar berkata..


"Alhamdulillah pasien dapat di selamatkan dan akan segera di pindahkan ke ruang rawat"


siang telah berganti sore, sore pun telah berganti malam..


Aurel mulai tersadar.. sedikit demi sedikit, Aurel mulai membuka kedua matanya dan menemukan Kevin sedang berada di sampingnya dan juga dia sedang menjaganya..


Aurel membuka selang oksigen yg terpasang di hidungnya.


*aku dimana?*


*di rumah sakit*


*tapi mengapa, kenapa kamu menolongku, kenapa kamu tidak membiarkanku mati saja*


Aurel berkata sambil menangis..

__ADS_1


*sebaiknya kamu jangan menangis, aku tidak suka jika melihat seorang wanita menangis*


Kevin menghapus air mata Aurel menggunakan tangannya.. kemudian dia melanjutkan perkataannya.


*lagian bunuh diri itu adalah perbuatan dosa dan perbuatan itu sangatlah di benci oleh tuhan.. jadi sebaiknya kamu tidak boleh melakukan hal yang seperti ini lagi*


*kenapa kamu peduli* Aurel menatap wajahnya Kevin.


*karena aku bertanggungjawab atas dirimu, dengarkan aku.. semenjak aku memutuskan untuk menikahimu itu artinya kamu sekarang sudah menjadi tanggung jawabku*


mendengar kata-kata yang di ucapkan oleh Kevin, Aurel menundukkan pandangannya


*akan tetapi.. aku malu, aku benar-benar malu, aku tak bisa dan tak sanggup jika harus menghadapi kenyataan yang seperti ini*


*jangan tundukkan pandanganmu, lihatlah aku, lihatlah kedua orangtuamu, lihatlah masa depanmu, bukankah masa depanmu masih sangatlah panjang, tidak inginkah kamu membalas kasih sayang kedua orangtuamu terlebih dahulu*


*ta..tapi.. dengan kejadian yang seperti ini, justru aku hanya akan menjadi beban untuk kedua orangtuaku, semua orang akan menghina dan menghujat ku dan juga keluargaku, lalu bagaimana caraku untuk dapat menghadapi mereka semua*


Air mata Aurel kembali membasahi pipinya.


*bukankah ada aku, aku ada disini.. untuk menjagamu dan juga keluargamu, aku akan menikahimu*


mendengar perkataan Kevin, air mata Aurel semakin mengalir deras melewati sudut matanya.


*ta..tapi.. aku tak pantas untukmu, aku tak pantas untuk di nikahi olehmu*


*yang akan menilai pantas atau tidaknya, itu hanyalah tuhan, kamu mengerti?*


*ta..tapi.. aku ini hanyalah wanita hina dan kotor, sebaiknya kamu tidak perlu mengorbankan masa depanmu hanya untuk menolongku, apalagi untuk menikahiku*


mendengar kata-kata yang di ucapkan oleh Aurel, tiba-tiba Kevin memeluknya sambil menepuk-nepuk kepalanya Aurel dengan sangat lembut..


*sudahlah.. jangan katakan apapun lagi, kamu itu suci.. bagiku kamu masih suci, yang kotor itu adalah perbuatan laki-laki itu, sebaiknya sekarang kamu hapus air matamu, kita lupakan masalah ini, kita tutup permasalahannya, jangan di ingat-ingat lagi, sekarang kita buka lembaran baru*


Kevin melepaskan pelukannya..

__ADS_1


*Oh.. iya, sepulang kamu dari rumah sakit, kita akan segera melangsungkan acara pernikahan, kita menikah.. jadi, sekarang kamu tidak perlu merasa khawatir lagi ya, sebaiknya sekarang kamu istirahat, agar kondisimu bisa cepat kembali pulih*


kemudian Kevin memasang kembali selang oksigen ke hidungnya Aurel..


__ADS_2