
mendengar penjelasan aurel tentang dirinya, kevin kemudian bertanya kepadanya..
"itu berarti namaku adalah.. Kevin, apakah benar seperti itu? tapi kenapa aku bahkan tidak mengingat namaku sendiri"
Aurel mengangguk, menandakan apa yg dikatakan nya itu benar.
"kalau menurut indentitas mu sepertinya Kevin memang adalah namamu"
Aurel hendak melangkah pergi ke luar dari kamar, dan berniat untuk meninggalkan Kevin di kamar agar dia bisa beristirahat.
tiba-tiba Aurel mengingat bahwa Kevin sama sekali belum makan makanan apapun semenjak dirinya sadar.
Aurel mengurungkan niatnya dan berbalik kembali kedalam kamar.
melihat Aurel yg tidak jadi beranjak pergi, Kevin bertanya kepadanya.
Kevin : *kenapa kamu kembali*
Aurel : *karena ada hal yg aku lupakan*
Kevin : *hal apa yang kamu lupakan*
Aurel : *kamu*
Kevin : *menunjuk dirinya, aku..? memangnya ada apa denganku?*
Aurel : *kamu belum makan apapun dari
semenjak kamu sadarkan diri, apakah kamu mau memakan sesuatu?*
Kevin : *tidak perlu*
namun bunyi di perutnya tiba-tiba menghianati nya.
mendengar bunyi kriuk-kriuk di perutnya Kevin, Aurel menjadi tersenyum.
__ADS_1
Aurel : *yakinkah.. kalau kamu saat ini sedang tidak merasa lapar, atau benar-benar tidak ingin memakan apapun?*
Kevin : *tidak, aku benar-benar belum merasa lapar jadi tidak perlu repot-repot untuk menyiapkan makanan untukku*
mendengar apa yang di katakan oleh Kevin, Aurel menjadi tersenyum, dia kemudian melangkah ke luar dari ruangan kamar tempat Kevin berada.
Aurel menuju dapur dan kembali dengan membawa sebuah nampan, di atas nampan tersebut terlihat ada segelas teh hangat serta satu piring nasi beserta lauk pauknya.
melihat Aurel kembali kedalam kamar, Kevin memberanikan diri untuk berkata..
Kevin : "kenapa kamu kembali?"
Aurel : "makanlah dulu"
dia meletakan nampan yg ia bawa di atas meja yang dekat dengan tempat tidurnya Kevin.
Kevin : "tapi aku benar-benar belum merasa lapar, jadi tidak perlu repot-repot untuk membawakan ku makanan"
lagi-lagi suara di perutnya, menghianatinya.
Aurel : "tidak perlu merasa sungkan, makanlah" Aurel tersenyum dan berlalu pergi meninggalkan Kevin sendiri.
Kevin menatap sekeliling ruangan.. dan tatapannya tiba-tiba terhenti pada nampan yg tadi di bawa oleh Aurel.
tanpa berpikir Kevin mengambil piring yg ada di atas nampan tersebut dan menyantap makanannya dengan lahap dan benar-benar sampai habis.
selesai makan.. Kevin merasa kenyang, dia berniat untuk bangun dan berdiri, namun saat hendak berdiri.. tubuhnya tiba-tiba bergetar pandangannya kabur dan kepalanya terasa sangat pusing.
Kevin berteriak.. *aw sakit* sambil kedua tangan memegang kepalanya.
mendengar suara teriakan dari arah kamarnya Kevin, Aurel segera berlari dan menghampiri sumber suara tersebut dan menemukan Kevin yang sedang berteriak kesakitan.
di saat tubuh Kevin limbung dan hendak terjatuh, Aurel tiba tepat waktu lalu memegang tubuhnya Kevin. Aurel bermaksud untuk menolong supaya Kevin tidak terjatuh.
akan tetapi, karena Aurel tidak memiliki cukup tenaga, akhirnya Aurel malah ikut terjatuh bersama dengan Kevin.
__ADS_1
Kevin terjatuh di lantai.. sedangkan Aurel jatuh menindih tepat di atas tubuhnya Kevin.
pandangan mereka bertemu.. Kevin dan Aurel saling menatap satu dengan yang lainnya.
untuk pertama kalinya, Aurel benar-benar melihat dengan jelas wajahnya Kevin secara dekat. dan Aurel .. benar-benar terpana ketika melihat wajah Kevin, yg baru di sadari nya bahwa ternyata Kevin sangatlah tampan.
#wajah Kevin yg memang terlihat sempurna, dengan alis yang tebal dan bulu mata yang lentik, hidungnya yang mancung, dengan bibirnya yang tipis, di sempurnakan dengan postur tubuh dan tingginya yg ideal.
melihat Aurel yg masih terbengong-bengong dengan posisi masih menindihnya tubuhnya.
Kevin kemudian berdehem "Hmm"
namun Aurel yang sedang larut dalam lamunannya sendiri, sama sekali tidak terpengaruh oleh dehemannya Kevin.
tangan Kevin tiba-tiba mencubit hidungnya Aurel, sambil berkata.. "Hei nyonya, tubuhnya itu cukup berat untuk ukuran pria yang baru sembuh dari sakitnya sepertiku ini"
merasa hidungnya ada yang mencubit, Aurel tersadar dari lamunannya..
Aurel : *ma..maaf* suaranya terdengar gelagapan.
Kevin : *maaf sih maaf nyonya, tapi bangun dulu dong, tubuhmu terasa berat dengan kondisi tubuhku yang masih selemah ini, coba saja kalau kondisi tubuhku memang sudah benar-benar pulih, pastinya akan dengan mudah untuk memindahkan tubuhmu agar menjauh dari tubuhku*
mendengar perkataan Kevin yang seperti itu, Aurel segera bangun dengan cepat, kemudian Aurel berlari keluar dan meninggalkan Kevin, dengan wajahnya yang berubah merah seperti udang rebus.
melihat Aurel yg malah berlari pergi meninggalkan dirinya sendiri. Kevin sedikit menyipitkan matanya sambil berkata..
*cewek aneh*
Kevin bangun dan kembali ke tempat tidurnya sambil memegang pinggangnya, yang terasa sedikit sakit.
*sedangkan Aurel masuk kedalam kamarnya.. dia sangat merasa malu, terutama ketika dirinya membayangkan adegan yg barusan terjadi pada dirinya dan Kevin*
baru saja Aurel mau berbaring di tempat tidurnya, tiba-tiba terdengar ada suara ketukan pintu.
dengan enggan Aurel segera keluar dari kamar, menuju ke arah pintu keluar dan membukakan pintu serta melihat siapa orang yang datang untuk bertamu ke rumahnya..
__ADS_1
setelah daun pintu terbuka.. terlihat ada sosok pria di balik pintu, pria itu ternyata adalah Irfan.
Irfan adalah pria yg selama ini mengejar-ngejar Aurel, akan tetapi Aurel sama sekali tidak tertarik dan tidak peduli terhadapnya.