Istriku Tak Gendut Lagi

Istriku Tak Gendut Lagi
Tidak Akan Bercerai


__ADS_3

Sudah satu minggu Monica di perkebunan dan kini dia memutuskan untuk pulang, selama di perkebunan Monica merasakan hatinya nyaman dan tenang tidak seperti saat di rumah besar milik suaminya ini, disana Monica menghabiskan waktu untuk bekerja, terkadang bahkan Monica ikut mengirim anggur ke super market. dan hari ini Monica sudah memutuskan tak perlu menunggu surat cerainya di setujui, Monica ingin segera menghirup udara segar, dan bebas. Maka dia akan pindah dan tinggal di pondok.


Monica memarkirkan mobilnya dan memasuki rumah, saat masuk Monica tertegun melihat para pelayan sedang sibuk bekerja, dan Monica rasa jumlah pelayan menjadi banyak, dari mana datangnya mereka.


"Lucy.."


"Nyonya kau sudah pulang.." Lucy memeluk nyonya nya yang sudah satu minggu ini pergi karena urusan pekerjaan.


"Ada apa ini Lucy? kenapa semuanya sangat sibuk?" Monica benar- benar heran saat melihat para pelayan membersihkan rumah dengan cepat, Monica tahu mereka terbiasa melakukan itu, hanya saja mereka tidak pernah terlihat sesibuk itu, dan jumlah mereka bertambah.


Monica tidak pernah menekan mereka dan mereka selalu bekerja dengan santai, namun hari ini..


Lucy baru saja akan membuka mulut dan memberi tahu apa yang terjadi, namun saat itu juga suara bariton terdengar di belakangnya.


"Kau sudah pulang?"


Monica melihat Lucy meminta penjelasan "Tuan datang, dan meminta semua bekerja dengan cepat."


Monica menoleh dan mengeryit saat melihat Marvin ada di sana "Kau?.. sedang apa kau disini." Monica mengerjapkan matanya tak percaya.


Marvin menatap Monica dengan datar "Kau lupa pada suamimu? dan jika kau lupa aku ingatkan juga, ini rumahku"


Monica mengangkat alisnya dia tidak salah dengar bukan, siapa yang lupa dengan siapa..?

__ADS_1


"Jika aku mungkin saja aku lupa mengingat terakhir kali kau bertubuh gemuk, namun kau tak mungkin lupa padaku bukan, mengingat tubuhku dan wajahku tidak terlalu banyak, kecuali semakin tampan."


Monica menghela nafasnya, dia tahu cepat atau lambat Marvin akan tahu, dan sekarang Monica tidak peduli, karena baginya semuanya sudah selesai.


"Begitukah..?" Monica mengangguk "Karena tuan rumah sekaligus pemilik rumah sudah pulang, aku yang hanya tamu ini sudah waktunya pergi, bukan?" Monica tak ingin berbasa- basi karena hanya akan membuang waktu saja.


Monica berjalan meninggalkan Marvin dan berjalan ke arah kamarnya, terserah pria itu mau bicara apa.


Marvin yang merasa di abaikan pun mengikuti langkah Monica.


"Kenapa tidak mengatakan sejak awal jika kau istriku!" Monica menggeleng dengan senyum sinis.


"Untuk apa? agar kau tertawa?" Marvin mengerutkan keningnya.


"Kau akan apa? mengakui aku sebagai istrimu, karena aku sudah tidak gemuk lagi?"


"Dengar aku tuan Marvin, semua pertanyaan harusnya aku yang mengajukannya, kenapa baru sekarang kau datang, saat aku tak gemuk lagi?"


"Dan satu lagi, bukan salahku jika kau tak mengenaliku bukan, jika kau berperan layaknya seorang suami kau tidak akan mungkin tidak mengenaliku setelah tiga tahun." Marvin tertegun, yang di katakan Monica benar, namun Marvin juga sudah mempersiapkan semuanya setalah satu minggu berjibaku dengan fikirannya dan Marvin akan menerima semuanya, karena dirinyalah yang bersalah.


"Baiklah, maafkan aku.. selama ini aku.." Marvin berniat menjelaskan alasan mengapa dia tidak pernah datang, namun Monica menahannya dengan mengangkat tangannya.


"Tidak masalah tuan Marvin, lagi pula aku sudah tidak perduli lagi, kau pasti sudah menerima surat gugatanku bukan, lebih baik segera tanda tangani itu agar aku dan kau bisa terlepas dari pernikahan konyol ini."

__ADS_1


Monica melanjutkan langkahnya menuju kamarnya, sudah di pastikan hari ini juga Monica akan pergi. Monica muak dengan semua ini, semudah itu Marvin datang lalu berkata maaf, setelah tau dirinya yang sekarang.


Dia kira mudah menjadi Monica yang langsing.. semua perjuangan Monica untuk menurunkan berat badan juga bukan sesuatu yang mudah, Monica selalu berharap saat Monica menjalani prosesnya Marvin bisa melihat dan menemaninya, bahwa Monica berjuang demi rumah tangganya yang sebenarnya tak dia inginkan juga, bukankah Marvin tak ingin punya istri yang gendut, mereka bisa memperbaiki semuanya, menjadi suami istri yang normal pada umumnya, meski belum ada cinta, namun Monica yakin jika mereka berusaha cinta akan datang dengan sendirinya.


Namun harapannya hanya tinggal harapan..


Marvin tak pernah datang bahkan hanya bertanya bagaimana kabarnya.


"Aku tidak akan menceraikanmu!"


.


.


.


Like..


Komen..


Vote..


Lagi nunggu kontrak turun, mohon bersabar ya..

__ADS_1


__ADS_2